TKP Bicara Cetak E-mail
(3 votes)

Tempat Kejadian Perkara, Awal Penyelidikan Kasus

TKP BicaraDalam dunia kepolisian dan penegakan hukum ada ungkapan, ‘Tidak ada kejahatan yang sempurna karena selalu meninggalkan jejak.’ Inilah dasar kerja penegak hukum dalam memecahkan kasus. Buku berisi sharing pengalaman dalam olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan identifikasi korban dari kasus-kasus. TKP adalah tempat sebuah peristiwa tindak pidana terjadi atau tempat lain di mana korban atau barang bukti yang berhubungan dengan tindak pidana ditemukan. Penanganan TKP merupakan tindakan hukum. Sebelum penegak hukum datang, masyarakat dapat berperan mengamankan dan mengawasi TKP.

Dalam menangani perkara, tak dipungkiri insting dibutuhkan. Naluri sekecil apa pun tidak diabaikan. Ini digunakan sebagai pencarian bukti kebenaran untuk menyelesaikan sebuah kasus. Ketajaman naluri akan membimbing petugas mendengarkan “cerita” dari mayat, benda-benda sekeling, bahkan waktu. TKP menjadi “hidup dan berbicara.”

Atas sebuah peristiwa, penyelidik lebih dulu melakukan serangkaian kegiatan. Di antaranya olah TKP, pengamatan, wawancara, pembuntutan, penyamaran, pelacakan, serta penelitian dan analisis dokumen. Ini untuk memastikan peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana tersebut dapat disidik. Hasilnya akan memperlihatkan kelakuan pelaku, jumlah, sidik jari dan alat.

Mengungkapkan kasus melalui olah TKP tidak berdiri sendiri. Dibutuhkan banyak informasi, petunjuk dari berbagai sumber. Semua dicari dan dikumpulkan untuk dibuktikan dalam olah TKP antara tersangka, korban, dan barang bukti yang tak terpisahkan. Selain itu, juga dilakukan identifikasi forensik, penentuan identitas seseorang dengan metode primer atau sekunder. Identifikasi primer melalui sidik jari, catatan gigi dan DNA. Sedangkan identifikasi sekunder lewat catatan kesehatan dan properti. Seseorang dapat dikatakan teridentifikasi secara sah dan tak terbantahkan bila terdapat kecocokan salah satu metode. Penentuan dilakukan sebuah komite, tidak perorangan.

Identifikasi jenazah juga dibutuhkan saat bencana, seperti pada jenazah korban pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di perairan Karimata (hal. 163-193). Identifikasi korban dilakukan sebagai hak asasi yang harus dijunjung. Setiap jenazah korban berhak dikenali, dikembalikan kepada keluarga.

Pemeriksaan sidik jari menjadi salah satu cara utama identifikasi untuk direkam lalu dibandingkan dengan data sidik jari yang diambil dari saat hidup. Salah satunya perekamanan e-KTP. Identifikasi juga dilakukan ahli patologi forensik dengan memeriksa tubuh korban secara umum guna  menemukan ciri khusus.

Bila jenazah sudah rusak dan sulit dikenali harus dilakukan rekayasa. Antara lain dengan mengupas kulit luar jari. Setelah dibersihkan dan dikeringkan, lalu dikenakan ke tangan seperti mengenakan sarung tangan untuk diambil sidik jarinya. Untuk yang kulit luarnya sudah tidak ada, tangan jenazah dicuci dengan alkohol, dikeringkan lalu dipotret dengan kamera macro agar diperoleh gambar detail untuk diambil sidik jarinya. Atau dengan menyuntikkan aqua gel pada jari korban untuk memperoleh bentuk jari sempurna.

Bagi penegak hukum, olah TKP dan identifikasi juga menggunakan nonpanca indera, hati. Ada doa dan harapan jenazah bisa teridentifikasi dan kasusnya terungkap, terutama dari keluarga. (Anindita Arsanti - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Aiptu Pudji Hardjanto (2015), "TKP Bicara", PT Revka Petra Media, 978-6020-840-83-3: 220 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25203374

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit