Mangalua Cetak E-mail
(1 vote)

Kisah Huta dan Sejarah di Tanah Batak

MangaluaIstilah mangalua adalah kawin lari dalam adat Batak. Mangalua biasanya karena tidak direstui orangtua lantaran perbedaan suku, perseteruan antar-huta, atau permusuhan orangtua. Setelah mangalua, dilanjutkan upacara adat manuruk-nuruk (mengakui kesalahan) dengan tuhor (membayar denda), dan pasu-pasu raja (pemberkatan nikah).

Buku ini mengisahkan Jogal, pemuda gagah, anak sulung Raja Huta Porlak yang bergelar Mangaraja Parhujinjang dengan Parsonduk Bolon, Inanta Soripada. Di pesta pernikahan, Jogal bertemu putri tunggal nan cantik jelita dari Raja Huta Bariba, Siboru Anting na Rumondang. Keduanya jatuh cinta dan berkeinginan menikah.

Namun pinangan Jogal ditolak ayah Siboru Anting yang bergelar Raja Tumpak so Haribuan karena perseteruan antara Huta Porlak dan Huta Bariba selama 3 generasi. Raja Tumpak musuh bebuyutan Mangaraja Parhujinjang. Jadi, tak mungkin mengizinkan anak perempuannya menikahi anak musuhnya.

Sebenarnya, tujuan lain Jogal menikahi Siboru Anting justru mau mendamaikan kedua huta. Dengan adanya ikatan perkawinan, diharapkan kedua huta bisa berdamai. Jogal merencanakan kawin lari dengan Siboru Anting. Dia bersama keempat kawannya akan melarikan Siboru pada malam hari. Poltak, Binsar, Martua, dan Tuani adalah 4 pengawal setia Jogal yang jago perang.

Cerita selanjutnya, bicara pengetahuan orang-orang pada zaman dulu. Informasi adat, kesenian, alat musik Batak sampai adegan pertempuran di medan laga. Misalnya tentang ragidup yang merupakan ulos hirarki tertinggi yang biasanya dikenakan seorang raja seperti Mangaraja Parhujinjang (hal. 2).

Saat hendak melamar Siboru Anting, mereka menggunakan solu, perahu yang dibuat dari pohon untuk menyeberangi danau. Mereka menebang pohon untuk membuat solu. Mereka harus menanam tiga bibit pohon sebagai ganti, sesuai pesan leluhur (hal. 14). Sesampainya di perbatasan Huta Bariba, Jogal  minta izin kepada  penjaga kampung untuk memasuki huta (hal. 46).

Sesuai dengan kesepakatan, kedua belah pihak akan bertemu di harbangan (hal. 63).

Siboru Anting berhasil dilarikan Jogal dan teman-temannya. Ketika mengetahuinya, Raja Tumpak marah bukan kepalang. Namun, diam-diam ibu Siboru Anting setuju langkah putrinya (hal. 96). Kelanjutan dari adat mangalua adalah: manuruk-nuruk, tuhor, dan pasu-pasu raja. Semua tatacara adat ini diceritakan dengan sangat jelas, berurut dan teratur pada bab 6-8.

Tak lama setelah menikah, Jogal menggantikan ayahnya sebagai Raja Huta Porlak dan bergelar Mangaraja Haro Parmonangan. Dia memberi titah baru, menghapus peperangan dan membebaskan para budak. Mereka kemudian menjadi petani yang menjadikan Huta Porlak sebagai huta paling sejahtera dengan hasil panen melimpah.

Setelah Huta Porlak mencapai kemakmuran, datang para kompeni Eropa yang disebut si Bontar Mata. Mereka mengajarkan ajaran baru, menghasut huta-huta lainnya untuk memusuhi dan bersatu melawan Huta Porlak Bahkan. Huta Bariba pun di bawah ancaman kompeni, saat Mangaraja Parhujinjang mangkat, Raja Tumpak tak berani datang melayat.

Setelah kedatangan para misionaris, banyak yang meninggalkan agama leluhur dan memeluk agama baru. Tapi ada juga yang masih setia dengan agama Batak Parmalin.

Akhir kisah novel Mangalua  Jogal  diasingkan kompeni ke Nias. Setelah 19 tahun. dia kembali lagi ke Huta Porlak untuk bertemu  istri dan anak-anak. Mangaraja Parmonangan tewas tertembak pada pertempuran kembali melawan kompeni. Istrinya juga meninggal. Anak mereka, Raja Soaloon menggantikan sebagai Raja Huta Porlak dengan huta yang sama tapi hukum yang sudah berbeda. (Rosni Lim - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Idris Pasaribu (2015), "Mangalua", Obor, 978-979-461-974-2: 295 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL BUDAYA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25236873

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit