My Bittersweet Marriage Cetak E-mail
(1 vote)

My Bittersweet Marriage

My Bittersweet MarriageSebagian besar masyarakat berpendapat, kehidupan di luar negeri itu indah dan mudah mencari uang. Mereka gampang meningkatkan kesejahteraan dan ada jaminan kesehatan. Tak heran, banyak yang pindah ke luar negeri. Tapi tidak untuk Hessa. Kepindahannya ke kota Aarhus, Denmark malah membuatnya mengidap  penyakit aneh, Seasonal Affective Disorder (SAD).

Kisahnya, bermula ketika ibunya ingin memperkenalkan dengan anak temannya, bernama Afnan. Hessa yang saat itu berusia 27 tahun, sebenarnya ingin menolak acara perjodohan tersebut. “Pernikahan idealnya menikah dengan orang yang mencintai dan dicintai” kata Hessa (hal. 6). Ibunya berpendapat,  Afnan sendirilah yang ingin berkenalan.

Keduanya dipertemukan saat makan malam di rumah Hessa. Awalnya, Afnan yang diminta ibunya ikut, hanya menunggu di teras karena menghormati keputusan Hessa yang tidak ingin berkenalan. Saat Ayah Hessa pulang, bertemu Afnan yang tengah duduk di teras, lalu mengajaknya untuk makan bersama di dalam. Hessa yang sudah tahu foto Afnan, kaget saat lelaki itu masuk ke dalam rumahnya. Dirinya merasa sedang dijebak. Demi menghormati yang lain, Hessa memilih tetap meneruskan makan (hal. 19).

Perkenalan singkat itu ternyata membawa Hessa memilih untuk menikah dengan Afnan, tanpa paksaan. Afnan langsung melamar Hessa. “Di antara semua teman laki-lakimu yang pernah ke rumah, Papa kira  bisa percaya padanya. Tapi tentu saja pertimbangan utama adalah hatimu. Kalau kamu nggak mau, nggak usah dipaksakan,” kata ayah Hessa (hal 60).

Setelah menikah, mereka pindah ke Aarhus, Denmark. Sebagai keturunan Indo-Denmark, Afnan memiliki dua kebangsaan dan akhirnya lebih memilih kewarganegaraan Denmark. Hessa harus meninggalkan Indonesia, pekerjaan, teman-teman, sahabat, dan keluarga. “Kadang-kadang untuk mendapat sesuatu, kita harus mengorbankan yang lain. Untuk hidupmu di sana … yang lebih baik … kamu harus kehilangan hidupmu di sini,” tambah ayahnya (hal. 133).

Kedatangan Hessa di Aarhus disambut musim dingin dan jatuh sakit, SAD. Satu dari tujuh orang Denmark, pernah mengalami SAD. Semua membaik saat musim dingin berakhir (hal. 154). Afnan menjelaskan, Hessa butuh beradaptasi dengan iklim Denmark. Afnan berpikir menjadi dosen dan professor muda tidak akan mampu untuk mencurahkan seluruh perhatiannya.

Keinginan Hessa untuk memiliki seorang anak akhirnya terkabul. Awal musim semi, Afnan memperbolehkan Hessa untuk melepas KB. Dengan tetap menjalani light therapy (terapi khusus untuk SAD). Saat musim gugur, Hessa mengandung. “Hal terbaik saat dia hamil. Ada cinta yang tumbuh dan membesar bersama bayinya,” ujar Afnan (hal. 283).

Buku ini menyuguhkan kisah cinta romantis syarat makna. Cerita yang disajikan mewakili fenomena rumah tangga terutama untuk pengantin baru. Hidup ini bukan melulu tentang mencapai keinginan (hal. 347).

Hanya, konflik puncak belum tersaji sampai klimaks. Ini mungkin perlu sedikit dramatisasi satu adegan pada sudut pandang Hessa. Sebab dia juga mengalami SAD. Di  beberapa bagian terdapat salah ketik seperti halaman 216, 304 dan kesalahan EYD. (Diniyah Hidayati - sumber: www.koran-jakarta.com)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29274078

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit