Ajik Cok; Lihat, Tiru, Kembangkan Cetak E-mail
(1 vote)
Lakon Anak Miskin Membangun "Krisna" Pusat Oleh-oleh Bali
 
Ajik Cok; Lihat, Tiru, KembangkanBuku ini menceritakan tentang kisah nyata keberhasilan seorang Gusti Ngurah Anom (Ajik Cok), seorang yang saat kecil dikenal miskin, bodoh, dan nakal. Tapi setelah dewasa mampu keluar dari kemiskinan. Cok, begitu dia biasa disapa, hidup di tengah keluarga miskin. Ayahnya bekerja sebagai petani penggarap. Ibunya, istri kedua hanya berdagang kue di pasar.
 

Cok saat di Sekolah Menengah Ilmu Pariwisata Seririt dihadapkan pada pilihan sulit ayahnya, Gusti Putu Raka. Ayahnya yang sudah tua tidak sanggup lagi menggarap sawah dan tidak mampu membiayai sekolah Cok. Ayah Cok memberi pilihan, kalau masih ingin sekolah, Cok harus membantu menggarap sawah (halaman 5-6).

Tidak ingin hidup dililit kemiskinan terus, Cok akhirnya memutuskan pergi. Baginya lebih baik meninggalkan kediaman orangtua untuk mencoba keberuntungan daripada tetap tinggal dan bergulat dengan kemiskinan. Tekad yang begitu besar mendorongnya pergi ke Denpasar hanya berbekal baju dan celana yang melekat di badan.

Setahun di Denpasar dia bekerja sebagai tukang cuci mobil pegawai dan tamu hotel. Cok pun rela tidur di emperan hotel dan pos satpam. Cok menyadari profesi tukang cuci mobil bukanlah pekerjaan mudah. Penghasilannya memang lumayan, tapi udara malam dan berkubang dengan air dingin membuat tubuhnya “rontok.” Ia sempat demam tinggi, persendian terasa kaku dan sulit digerakkan (halaman 61).

Dia lalu bekerja di sebuah perusahaan garmen. Namun Cok hanya bertahan dua hari. Dia lalu bekerja di perusahaan konveksi milik Made Sidharta. Kerajinan dan ketekunan Coknya menarik perhatian Made Sidharta sehingga dipercaya tugas luar seperti membeli bahan-bahan keperluan konveksi atau mengantar barang.

Empat tahun bekerja dengan Made Sidharta membuatnya paham masalah konveksi dari A sampai Z, dari mencari proyek, pembelian bahan, hingga produksi dan pemasaran. Cok memutuskan  usaha konveksi secara mandiri bernama “Cok Konveksi.” Untuk memperkenalkan perusahaannya, dia berkeliling menggunakan sepeda motornya. Dia menyebarkan brosur ke berbagai tempat seperti Denpasar, Klungkung, hingga Karang Asem. Dengan brosur, Cok mendatangi sekolah, perusahaan, dan berbagai tempat lain. Perlahan-lahan usahanya mulai dikenal banyak orang sehingga pesanan pun berdatangan.

Namun peristiwa Bom Bali 1 yang memakan korban 200  lebih berimbas pada bisnisnya. Roda konveksi melambat. Setahun menjelang peringatan Bom Bali 1 tiba-tiba segunung harapan muncul karena ada pesanan 40.000 kaus dalam waktu dua pekan. Pesanan sebanyak itu sebenarnya sulit dipenuhi, namun mampu dirampungkan  (halaman 116).

Tidak puas dengan usaha konveksi saja, Cok pun akhirnya membuka toko oleh-oleh “Krisna.” Di sinilah Cok bersama istrinya Ketut Mas mengalami banyak kesulitan seperti berkali-kali ditolak supplier. Bahkan tak jarang mereka mendapat kata-kata penolakan yang cukup pedas hingga membuat Ketut Mas pulang menangis.

Namun dengan usaha keras mereka akhirnya ada supplier yang bergabung. Berkat promosi yang efektif, toko berjalan baik. Pengunjung semakin ramai. Setahun setelahnya, Cok membuka Krisna 2. Setahun dari pembukaan Krisna 2, dibuat Krisna 3. Tahun 2010 Cok membuka Krisna 4 dan awal 2015 membuka Krisna 5.

Buku ini menceritakan jatuh bangun Cok membangun usaha. Kisah percintaan Cok dengan Ketut Mas saat menghadapi masa-masa sulit bersama pun turut diulas. Pembaca dapat belajar ilmu bisnis Aji Cok yang menggunakan teori: lihat, tiru, dan kembangkan. (Tanti Endarwati)

 

 

, A. Bobby Pr. (2015), "Ajik Cok; Lihat, Tiru, Kembangkan", Kompas, 978-979-709-983-1: 251 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447836

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit