Sukarno-Hatta Bukan Proklamator Paksaan Cetak E-mail
(2 votes)

Jejak-jejak Hubungan dan Kerja Sama Soekarno-Hatta

Sukarno-Hatta Bukan Proklamator PaksaanUsia Soekarno dan Mohammad Hatta selisih setahun. Pada tahun 1945, saat usia di atas kepala empat, mereka menjadi proklamator, lalu presiden dan wakil presiden pertama Indonesia. Publik menyebut mereka sebagai dwitunggal. Kemanunggalan tidak secara tiba-tiba. Ini berbeda dengan calon kepala daerah yang memastikan pasangannya mendekati pemilihan.

Bung Karno-Hatta telah dipertautkan secara batin dan pemikiran sejak pertengahan 1920-an. Buku ini menyajikan sejarah untuk menapaktilasi kedekatan dua bapak bangsa ini. Ada lima bagian buku: latar belakang perjuangan, masa pergerakan, pendudukan Jepang, kemerdekaan, dan di balik mitos dwitunggal.

Sejak remaja, keduanya  peduli terhadap nasib bangsa. Mereka menggembleng diri lewat pendidikan dan ‘kerakusan’ membaca. Para proklamator ini  sebagai cendekiawan yang mampu mempengaruhi pergerakan nasional. Banyak tokoh ketika itu, namun karakter keduanya paling menonjol. Bung Karno memperjuangkan kemerdekaan di negeri terjajah. Sebaliknya, Bung Hatta di negeri penjajah saat kuliah di Belanda sejak 1921.

Bung Hatta masuk Perhimpunan Indonesia (PI) dan menjadi ketua tahun 1926. Bung Karno sendiri mendirikan Algemeen Studiclub. Tahun 1927 dia membentuk Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) yang setahun kemudian menjadi Partai Nasional Indonesia. Ketika itu, banyak mahasiswa yang tamat studi di Belanda pulang ke Tanah Air bergabung dalam kelompok studi pimpinan Bung Karno. Dari situlah, Soekarno mengagumi tulisan Hatta. Bung Hatta pun mengetahui kepiawaian Bung Karno lewat orasinya (hlm 84-85).

Mereka pun surat-menyurat dengan nama samaran untuk menghindari sensor kolonial. Soekarno menggalang persatuan dengan kaum pergerakan di Indonesia. M Hatta menyusun strategi diplomasi di luar negeri, mencari dukungan internasional, sekaligus menggalang persatuan dengan kaum pergerakan Eropa. PI Belanda pimpinan Hatta dan PNI di bawah Soekarno bekerja sama erat. Keduanya masih berusia sekitar 24-25 tahun (hlm 104-106) dan baru bertemu tahun 1932.

Seakan menjadi takdir zamannya, keduanya menggeliat di tengah hiruk-pikuk pergerakan kebangsaan dan berhasil mempopulerkan nasionalisme serta menanamkan kesadaran politik pada masyarakat. Belanda mengasingkan keduanya tahun 1934 agar tak dekat rakyat. Mereka terpisah 9 tahun dan baru bersua kembali tahun 1942 saat Jepang masuk datang. Mereka bersumpah akan selalu bersama sampai kemerdekaan terwujud (hlm 223).

Sejarah dalam buku ini menarik disimak. Ada perbedaan sikap politik di antara mereka, namun tidak meretakkan hubungan pribadi. Kerekatan Bung Karno dan Hatta sulit dicari. Meskipun pada tahun 1956, Hatta mengundurkan diri jadi wapres, Soekarno tetap menyertakannya dalam perkara penting. Presiden marah jika Hatta dijelek-jelekkan. Saat Hatta sakit, Bung Karno mengusahakan pengobatan terbaik.

Di saat Bung Karno jatuh dari kekuasaan, Hatta menguatkan, di saat banyak orang kepercayaannya justru menjauh. Anak-anak Bung Karno menganggap Hatta sebagai bapak kedua saat ayahnya tak berdaya “dikurung”di WismaYaso oleh Soeharto. Saat terjadi de-Soekarnoisasi, Hatta melawan. Dia juga menyatakan bahwa, penggali Pancasila adalah Bung Karno, bukan Mohammad Yamin (hlm 590).

Dengan sumber primer dari literatur di Belanda, ini referensi berharga untuk memahami sejarah pemimpin Indonesia periode awal. (Rr S Ng Budhi Dariyah Astuti) 

 

 

, Walentina Waluyanti de Jonge (2015), "Sukarno-Hatta Bukan Proklamator Paksaan", Galang Pustaka, 978-6029-431-70-4: 610 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SEJARAH NASIONAL INDONESIA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447853

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit