Satu Peluru Satu Musuh Jatuh Cetak E-mail
(1 vote)

Kisah Sniper Indonesia Berkualifikasi Dunia

Satu Peluru Satu Musuh JatuhNyaris tidak banyak yang sadar bahwa Indonesia memiliki sniper (penembak runduk atau yang lebih dikenal masyarakat awam sebagai penembak jitu) kaliber dunia. Dialah mendiang Peltu Tatang Koswara yang meninggal mendadak saat talk show live di  TV, 3 Maret 2015.

Sebenarnya, sebelum Tatang meninggal, sebuah buku untuk mengangkat kisah hidupnya tengah dibuat, Satu Peluru Satu Musuh Jatuh; Tatang Koswara Sniper Kelas Dunia. Mendiang sempat menyiapkan kata pengantar, “Saya bangga karena sebagai sniper bisa berbakti bagi bangsa dan negara” (hal xiii).

Lahir pada 12 Desember 1946, bakat Tatang sebagai sniper sudah terlihat sejak dini. Di kampungnya Teluk Lada, Banten, dia terkenal mahir berburu babi hutan. Dia juga mahir mencari ikan dan kerang di sungai berisi buaya air tawar (hal. 5).

Lulus Sekolah Calon Tamtama 1967, Tatang ditempatkan pada satuan Komando Cadangan Strategis Cilodong, Jawa Barat, sebelum akhirnya direkrut ke Pusat Kesenjataan Infanteri Bandung. Di sinilah kemampuan menembaknya semakin  terasah karena sering menguji keakuratan berbagai senjata.

Tahun 1973, Tatang lulus Sekolah Calon Bintara Infanteri, serta kualifikasi pendidikan Komando Pasukan Khusus. Setelah itu, dia menjadi instruktur menembak di Pusat Pendidikan Infantri Bandung. Tahun 1974 Tatang menunjukkan kepiawaian dengan menembak balon sekepalan yang ditiup dari jarak 600 meter di hadapan komandannya Letkol (Inf) Edi Sudrajat (kelak menjadi KSAD dan Menhankam/Pangab. Edi lalu mengirim Tatang mengikuti pelatihan sniper dari pasukan khusus AS, Green Berets. Di sini dia mengalahkan instrukturnya, Kapten Conway dan menjadi lulusan terbaik (hal. 10-29).

Penugasan di Timor Timur menjadi medan pembuktian Tatang dalam menembak jitu. Dalam sebuah operasi, Tatang mampu membuat ratusan Fretilin kocar-kacir. Letnan Ginting yang mendampinginya menyaksikan, Tatang yang senjatanya berisi 50 butir peluru mampu mencatat confirmed kills sebanyak 49. Sisa satu butir peluru masih tersimpan di dalam senjata. Namanya lalu masuk daftar sniper kelas dunia dalam buku Sniper; Training, Techniques, and Weapons karya penulis AS Peter Brookesmith.  

Buku juga menceritakan sejarah terbentuknya sniper yang awalnya hanya olah raga militer tanpa tujuan membunuh. Pada abad ke-18, tentara Inggris di India mengisi waktu senggang dengan going out snipping. Ini semacam lomba menembak dengan sasaran burung tiruan warna hitam dan coklat sehingga sulit dilihat. Peran sniper semakin vital pada Perang Dunia I tahun 1914 dan II (1939-1945). Kemudian pada Perang Korea (1950-1953), Vietnam, Malvinas, hingga melawan terorisme sekarang.

Sniper paling legendaris adalah Simo Hayha, seorang prajurit Finlandia yang bertempur melawan pasukan Rusia tahun 1939-1940. Simo mencatat rekor confirmed kills dengan menewaskan 505 prajurit Rusia. Peran para sniper secara psikologis menaikkan moril pertempuran (hal xiv).

Seiring perubahan zaman, pelatih sniper TNI Kolonel (inf) Imam Budiman mengingatkan, seorang sniper perlu memiliki skill khusus dalam teknologi komunikasi. Ia juga mengingatkan, “Kemampuan sniper seperti Tatang Koswara memang hanya berhenti sampai di situ. Ini tidak boleh terjadi, harus ada penerusnya yang hanya bisa dicetak dari pelatihan rutin,” (hal 168). (Muhammad Farid - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, A. Winardi (2015), "Satu Peluru Satu Musuh Jatuh", Penerbit Buku Kompas, 978-979-709-974-9: 186 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29366033

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit