Filsafat Materialisme; Kritik Filsafat Islam Tentang Tuhan, Sejarah & Konsep Tentang Sosial Politik Cetak E-mail
(1 vote)

Beragama Sebagai Kecenderungan Alamiah

Filsafat Materialisme; Kritik Filsafat Islam Tentang Tuhan, Sejarah & Konsep Tentang Sosial PolitikBanyak buku ditulis untuk menjelaskan alasan manusia beragama. Namun buku Filsafat Materialisme; Kritik Filsafat Islam Tentang Tuhan, Sejarah dan Konsep Tentang Sosial Politik (2014) ini berusaha membuktikan, kecenderungan manusia mempercayai Tuhan sebenarnya kecenderungan alamiah. Artinya yang perlu mendapat penjelasan alasan manusia tidak beragama. Sementara manusia beragama tidak perlu dijelaskan lagi karena sesuai dengan sifat alamiahnya.

Hal ini diibaratkan penyakit. “Untuk lebih sederhananya berarti iman kepada Allah sama dengan keadaan sehat dan kecenderungan materialisme sama dengan penyakit. Orang tak pernah bertanya alasan kesehatan karena sesuai dengan program alam secara umum. Tetapi jika ada seseorang atau sebuah kelompok yang sakit, orang  bertanya mengapa mereka sakit, apa penyebabnya?” (hal. 11-12).

Walaupun Muthahhari meyakini beragama kecenderungan alamiah manusia, tidak memungkiri akan muncul pertanyaan-pertanyaan dalam diri manusia berkaitan dengan agama. Pada saat-saat tertentu manusia akan meragukan agama. Namun itu justru dibutuhkan untuk membawanya menuju kesempurnaan. “Keraguan adalah bagian yang baik dan diperlukan” (hal. 13).

Muthahhari menyayangkan kaum materialisme yang sebenarnya dalam keadaan ragu dan menduga-duga agama. Tetapi justru menganggapnya sebagai pengetahuan dan keyakinan. “Namun dalam praktiknya mereka memamerkan keraguan dan dugaan tersebut sebagai pengetahuan dan keyakinan,” (hal. 14).

Penulis melihat, kaum materialisme menggunakan ilmu pengetahuan sebagai argumentasi tidak mempercayai agama. Maka ada anggapan semakin orang mempercayai teori-teori ilmiah dan ilmu pengetahuan, maka dia semakin jauh dari agama. Hal ini dianggap tidak masuk akal. “Pengamatan ini lebih mirip lelucon daripada fakta penting,” (hal. 17). Sejarah kecenderungan materialisme sudah ada sejak zaman kuno. “Kecenderungan ke arah materialisme sudah ada sejak kuno di kalangan kaum berpendidikan maupun buta huruf” (hal. 17).

Contoh, banyak orang yang mengetahui teori ilmiah seperti Einstein, William James, Bergson, Alexis Carrel namun tetap berpegang teguh pada agama. Maka sebenarnya kecenderungan materialisme bukan karena pengetahuan ilmiah, namun ada sebab lain. “Oleh karenanya,  tidaklah sesederhana itu untuk mengatakan, kemajuan  ilmu pengetahuan telah membuat ilmu metafisika usang. Itu akan menjadi pengamatan kekanak-kanakan,” (hal. 19).

Ada kecenderungan materialisme dalam sejarah Eropa justru karena ketidakpuasan masyarakat barat terhadap Gereja. “Jadi ketika mereka melihat bahwa pandangan Gereja tidak sesuai dengan kriteria ilmu pengetahuan, mereka langsung menolak,” (hal. 21). Faktor lain, karena tidak memadainya ide-ide filosofis tentang ketuhanan di barat pada saat itu. “Kami juga menemukan beberapa pernyataan yang menunjukkan, para filsuf ini dihadapkan pada kesulitan tertentu yang tidak dapat diatasi ketika berhadapan dengan isu-isu teologis,” (hal. 42). Di sini penjelasan filosofis tentang Tuhan menjadi tidak memuaskan sehingga tercipta iklim materialisme.

Penyebab lain pertumbuhan kecenderungan materialisme tidak memadainya konsep sosial dan politik tertentu. Dalam sejarahnya, Eropa pernah mengalami masalah sosial politik yang merugikan rakyat. Di mana agama dijadikan alat penguasa untuk melanggengkan kekuasan. Masyarakat diharuskan tunduk dan patuh terhadap penguasa. (Sarah - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Murtadha Muthahhari (2014), "Filsafat Materialisme; Kritik Filsafat Islam Tentang Tuhan, Sejarah & Konsep Tentang Sosial Politik", RausyanFikr Institute, 978-6021-602-13-3: 174 Halaman.

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
FILSAFAT

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25203368

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit