Menolak Hukuman Mati; Perspektif Intelektual Muda Cetak E-mail
(1 vote)

Intelektual Muda Bicara Hukuman Mati

Menolak Hukuman Mati; Perspektif Intelektual MudaHukuman mati masih menjadi kontroversial di masyarakat. Banyak intelektual, agamawan, budayawan, dan seterusnya menginginkan penghapusan hukuman mati. Namun, suara untuk kesadaran baru ini masih terasa asing bagi banyak kalangan.

Hukuman mati masih saja selalu dijatuhkan. Franz Magnis-Suseno dalam kata pengantar buku ini mengungkapkan, masih begitu banyak orang yang mempertahankan hukuman mati berkaitan dengan salah paham. Hukuman dianggap pembalasan atas suatu tindak kejahatan. Jadi, hukuman sebagai bentuk balas dendam (hal. 12).

Argumentasi hukuman mati mempunyai landasan masing-masing. Adalah “ganjaran setimpal” dan “efek jera” menjadi dua alasan pokok yang kerap dilontarkan para pakar hukum pidana (hal. 23).

Namun berbeda lagi bagi sebagian besar pendukung kelompok Hak Asasi Manusia (HAM). Hukuman mati sebagai sebuah “kekerasan” memperlihatkan telah terjadi pula sebuah kegagalan. Ini seperti ucapan Sartre, “la violence, sous quelque forme qu’elle se manifeste, est un échec” ~ kekerasan, bagaimanapun manifestasinya adalah sebuah kegagalan (hal. 74).

Ucapan Sartre, tampaknya ada benarnya juga. Sebab penerapan hukuman mati bisa dikatakan ketidakmampuan pemerintah menangani permasalahan kejahatan. Bahkan, ia dapat diterjemahkan sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan (hal. 183). Di lihat dari sisi kemanusiaan, seorang penguasa tidak berhak menjatuhkan hukuman mati. Kehadiran kehidupan mereka bukan diciptakan penguasa, melainkan Tuhan. Jadi, Tuhanlah yang berhak menentukan mati hidup mereka.

Namun hingga kini, hukum Indonesia masih saja mengacu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) bentukan Gubernur Daendels era Kolonial Belanda yang memuat pelaksanaan hukuman mati (hal. 174). Alih-alih hukuman mati dihapus, hingga masa pemerintahan Jokowi selama 6 bulan, sudah 14 orang dieksekusi.

Tidak cukup sampai di situ, gelombang hukuman mati berikutnya juga telah menanti. Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengumumkan, ada 133 terpidana mati menanti eksekusi berikutnya. Gracia Asriningsih dalam penutupan tulisannya di buku ini mengatakan, “Mengamini hukuman mati berarti ‘Aku’ sedang menciptakan diri menjadi Tuhan yang berhak mencabut nyawa. Ini  sekaligus percaya bahwa keadilan manusia mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Sebab hukuman mati berarti kemanusiaan seseorang dipaksa selesai dan menghancurkan perubahan itu sendiri,” (hal 216).

Buku ini ditulis oleh 11 intelektual muda dengan berbagai latar belakang dan kompetensi. Mereka mengambil sikap jelas dalam kontroversi itu dan mengajukan argumentasi-argumentasi meyakinkan. Sudah saatnya Indonesia menghapus hukuman mati dari segenap sistem hukum.

Dengan berbagai latar belakang penulisnya, buku ini kaya akan berbagai perspektif. Tidak hanya memotret hukuman mati dari segi hukum, melainkan juga berbagai sudut pandang seperti politik, filsafat, sosiologi, psikologi-sosial, sejarah, dan budaya. (Syaiful Huda)

 

 

, Antonius Cahyadi, dkk (2015), "Menolak Hukuman Mati; Perspektif Intelektual Muda", Kanisius, 978-979-21-4462-8: 221 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
HUKUM

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29366897

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit