Buku Ini Tidak Dijual Cetak E-mail
(1 vote)

Rahasia di Balik Lima Karung Buku Lama

Buku Ini Tidak DijualBuku sering dianggap barang tak penting. Namun jika diolah dengan menarik maka buku bisa menjadi tema yang unik dalam sebuah cerita. Kiranya inilah yang disampaikan novel Buku Ini Tidak Dijual. Novel menceritakan betapa bernilainya sebuah buku, walaupun kadang hanya dipajang. Namun cara memperolehnya dan memori yang tersimpan di balik halaman, jadilah buku penting.

Kisah bermula ketika Padi pulang ke rumah orangtuanya dan melihat mobil pick up baru pergi. Dia mengira  mobil membawa buku-buku dan ternyata benar. Ayahnya telah menjual buku-bukunya. Padi sangat marah. Sementara Gading (anak Padi) hanya melihat dan mendengarkan perdebatan.

Kakek Gading merasa tak bersalah karena buku-buku sebagian dari saat Padi sekolah. Dia mengira sudah tak terpakai lagi. Tapi bagi Padi tetap saja itu berharga. Sekalipun kurikulum telah berganti. Buku adalah saksi sejarah.

“Buku-buku pelajaran adalah saksi bisu perjuangan para murid. Ketika mereka dewasa, telah bekerja, telah menemui takdir masing-masing, telah berkeluarga, bahkan mungkin melanglang buana ke seluruh penjuru dunia, mereka akan ingat bahwa segala sesuatu yang mereka peroleh sekarang ini dulunya berawal dari buku.  Buku-buku itu saksinya,” kata Padi (hal 22).

Gading juga disalahkan karena membiarkan buku-buku ayahnya dijual oleh kakek. Dia bertanggung jawab untuk mencari buku tersebut sampai dapat kembali. Maka hari itu juga mulailah Gading pergi mencari buku-buku tersebut ditemani Kingkin, sepupunya.

Rupanya buku-buku tersebut dijual kepada dua sekolah. Gading dan Kingkin akhirnya berhasil membawa pulang lima karung buku ayahnya. Cerita tidak selesai sampai di situ. Sebelum sampai ke rumahnya membawa karung-karung buku itu, Gading dan Kingkin harus berurusan dengan para perampok. Gading menolak menyerahkan berkarung-karung buku tersebut.

“Sederhana saja. Kami memang tidak dapat memberikan apa pun padamu, bahkan buku yang sedang kamu pegang itu. Seperti kata kawanku tadi, buku ini tidak dijual,” kata Gading (hal 174). Gading dan Kingkin berhasil melumpuhkan kawanan perampok itu.

Kakek Gading yang semula kesal pada Padi jadi terharu ketika mengetahui rahasia yang disimpan anaknya di dalam buku-buku tersebut. Pada setiap lembar terakhir buku, Padi menyelipkan sebuah foto. Adakalanya berisi foto dengan anaknya, almarhum istrinya atau orangtuanya. Di bawah setiap lembar foto selalu ada catatan yang menjelaskan situasi foto tersebut (hal. 184). Pada akhirnya tahulah Gading dan Kakek alasan ayahnya masih menyimpan buku-buku tersebut karena di dalamnya banyak tersimpan kenangan.

Buku-buku menyimpan memori. “Sibuknya pekerjaan yang kuambil terkadang membuat kulupa untuk tertawa. Saat itu, akan kubuka buku-bukuku dan kutemukan kebahagiaan di sana. Dia seperti mesin waktu yang membawaku kembali menemui ibunya Gading. Cara seperti itu juga ibu Gading yang mengajarkannya padaku. Lebih jauh lagi, katanya, buku-buku itu menyimpan jutaan ilmu. Menurutnya, orang yang pandai itu bukan mereka yang banyak menyandang gelar akademik, tapi banyak membaca buku,” kata Padi (hal. 185). (Reidha Mardhiyah Emhar - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Henny Alifah (2015), "Buku Ini Tidak Dijual", Indiva Media Kreasi, 978-6021-614-48-8: 192 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29379091

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit