#Rembang Melawan; Membongkar Fantasi Pertambangan Semen di Pegunungan Kendeng Cetak E-mail
(1 vote)

Literasi Perjuangan Masyarakat Rembang

#Rembang MelawanAdegan perlawanan Salim Kancil menolak penambangan liar pasir di Lumajang berbuah kematian secara mengerikan. Langkah lebih penting, mendukung nasib ‘Salim Kancil’ lainnya yang mengalami serupa seperti di Rembang, Jateng. Perlawanan rakyat Rembang tak kalah naas. Ada fenomena heroisme tragis dialami ibu-ibu penolak tambang. Mereka mendapat perlakuan kekerasan dan siksaan. Pejabat setempat tak pernah peduli.

Demonstrasi di Rembang disempurnakan dengan literasi lewat penerbitan buku #Rembang Melawan; Membongkar Fantasi Pertambangan Semen di Pegunungan Kendeng. Ini merupakan ikhtiar menyokong gerakan ibu-ibu Rembang. Buku juga ingin menyoroti keadaan darurat ekologi dan agraria negeri ini.

Di dalamnya terdapat kumpulan tulisan beberapa orang yang prihatin menghadapi fenomena pengerukan sumber daya alam yang semakin tak terkendali. Ada akademisi, aktivis, jurnalis, hingga peneliti yang tak diragukan kredibiltasnya. Mereka mencurahkan pikiran dengan ikut berpartisipasi pada perjuangan rakyat Rembang.

Ada benang merah untuk mempersatukan argumen dari beragam tulisan. Buku terdiri dari tiga bagian: analisis, kritik, dan gerakan. Dalam analisis diuraikan persoalan ekologi, hukum, ekonomi, politik, kebijakan, serta keilmuan. Bagian kritik berisi bahasan-bahasan yang menyoroti persoalan dari konflik lingkungan seperti kepemimpinan politik, tanggung jawab keilmuan, kemanusiaan, hingga penggunaan kekuasaan. Bab gerakan memberi pandangan penolakan tambang semen di pegunungan Kendeng.

Kita seringkali menghadapi setting masalah yang keliru dalam menghadapi persoalan tambang seperti dalih kesejahteraan dan investasi. Tulisan Mengapa Rembang, Bukan Pertanian mengkritik kekeliruan kebijakan pertambangan. Pertanian seharusnya lebih didorong demi ketahanan pangan nasional dan regional (hal. xxv).

Tidak dipungkiri, gemuruh politik pasca terpilih Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta saat itu, mengangkat moral tokoh muda untuk berani mencalonkan diri sebagai kepala daerah seperti Ganjar Pranowo yang menjadi gubernur Jateng. Sebagai pemimpin daerah, Ganjar seharusnya mampu memediasi konflik agraria antara PT Semen Indonesia dan para petani Samin.

Ulasan sikap politik tokoh setempat, seperti KH Musthofa Bisri diklasifikasikan dalam bagian gerakan. Dalam budaya Nahdlatul Ulama petuah kyai menjadi pegangan berharga. Maka, petuah Gus Mus masuk ke dalam dimensi praktis-gerakan. Kandungan petuahnya mendorong secara riil dan moril para petani serta ibu-ibu di Rembang.

Perlawanan tambang melalui kehadiran buku ini, membawa ingatan kepada George MT Kahin. Pada buku Nationalism and Revolution in Indonesia dia menegaskan, perbedaan revolusi Indonesia dan negara lain terletak pada perjuangan pers. Tokoh Minke dalam “Tetralogi Buru” karya Pramoedya Ananta Toer pada dasarnya berbicara tentang kekuatan sebuah tulisan.

Setiap pembelian buku, 50% disumbangkan kepada ibu-ibu pelawan tambang. Mereka sampai kini masih berdiam di tenda menolak tambang. Upaya konstruktif perlawanan melalui gerakan literasi harus terus digalakkan. (Irfan Ansori - sumber: www.koran-jakarta.com

 

, Dwicipta and , Hendra Try Ardianto (2015), "#Rembang Melawan; Membongkar Fantasi Pertambangan Semen di Pegunungan Kendeng", Literasi Press, 978-6021-093-11-5: 192 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & BUDAYA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29366755

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit