Kisah Cinta Gajah Mada Cetak E-mail
(1 vote)

Mengurai Sisi Kontroversi Gajah Mada

Kisah Cinta Gajah MadaKita mengenal Gajah Mada sebagai sosok yang penuh semangat nasionalisme. Namun, buku ini justru akan menguak bahwa di balik cita-cita besar itu sebenarnya terdapat banyak misteri yang tak diketahui oleh banyak orang. Selain menyodorkan beberapa pendapat mengenai asal-usul sosok besar itu, buku ini juga mengapungkan perihal kontroversi seputar pemaknaan Sumpah Palapa yang pernah diikrarkan oleh Gajah Mada.

Palapa adalah nama sesuatu yang belum termaknakan secara jelas dan meyakinkan. Kata ‘Palapa’ bisa mengacu pada jenis buah atau makanan, tetapi juga bisa mengacu pada makna filosofis yang sangat mendasar, misalnya pernikahan (kenikmatan duniawi). Gajah Mada tak akan beristri jika belum berhasil menyatukan Nusantara. Pemaknaan ini diperkuat dengan tidak adanya data atau fakta sejarah dari prasasti yang menyatakan bahwa Gajah Mada pernah beristri dan punya keturunan. Secara harfiah, sumpah tersebut bermakna Gajah Mada akan menghentikan puasanya jika telah berhasil menyatukan Nusantara di bawah Majapahit (hal. 50).

Ada yang berpendapat kritis tentang sepak terjang Gajah Mada, yakni bahwa tujuan Majapahit menyerang negara lain adalah untuk dijadikan negara jajahan. Hal itu mengacu pada kata ‘kalah’ dalam Sumpah Palapa; “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa” diartikan “Jika berhasil mengalahkan Nusantara, maka saya melepaskan puasa”. Pendapat ini tak bisa ditentang ataupun diabaikan begitu saja. Dalam kakawin Negarakertagama pun disebutkan kehebatan Majapahit dalam menundukkan daerah lain.

Ada lagi yang berpendapat bahwa Majapahit sejak era Gajah Mada menjadi mahapatih merupakan negara persemakmuran. Artinya, setiap negara yang pernah ditaklukkan atau takluk atas keinginan sendiri tidak berkewajiban memberikan upeti ke Majapahit. Penyatuan tersebut justru bertujuan memagari Majapahit dan seluruh wilayah Nusantara dari serangan bangsa-bangsa asing. Hal ini tercermin ketika Gajah Mada berupaya melakukan perundingan dengan pimpinan Sadeng dan Keta yang ketika itu melakukan pemberontakan. Jalan damai lebih dikedepankan sebelum tindakan militeristik dieksekusikan (hal. 54).

Sebuah peristiwa yang kemudian digunakan untuk menurunkan pamor atau bahkan mendiskreditkan Gajah Mada adalah terjadinya Perang Bubat (1357M). Ada tiga versi mengenai perang Bubat yang disuguhkan oleh penulis buku ini. Dalam versinya Kidung Sunda dan Pararaton, sosok Gajah Mada dicitrakan sebagai manusia ambisius, bahkan ada yang menyebutnya pengkhianat. Seolaholah lantaran ulah Gajah Mada lah terjadi tragedi terhadap raja dan putri Kerajaan Sunda beserta para pengikutnya di Bubat. Sayangnya kedua naskah tersebut sama-sama tidak diketahui pengarangnya, dan ditulis jauh hari setelah Raja Hayam Wuruk mangkat. Oleh berbagai kalangan, kedua naskah tersebut dikategorikan sebagai naskah sastra yang bersifat fiksi, bukan sejarah yang tulen memuat fakta-fakta. Jika ada nama, tempat, dan kejadian yang berkaitan dengan kejadian bersejarah, ada kemungkinan dilebih-lebihkan (hal. 82). Penelitian atas perang Bubat ini sendiri dipublikasikan pertama kali di Belanda oleh Prof. Dr. C.C. Berg pada tahun 1928, yang seperti kita ketahui, tahun tersebut adalah masanya peperangan Diponegoro tengah menguras dan menyita perhatian pemerintah kolonial.

Pemikiran tentang adanya kemungkinan bahwa perang Bubat adalah karya rekaan pemerintah Belanda, bukanlah sesuatu yang mustahil. Pemerintah kolonial Belanda mungkin saja mengubah isi naskah kuno yang berisi tentang Perang Bubat sesuai misi mereka, mengadu dua suku yang berdekatan demi melanggengkan kekuasaan. Pemutusan rasa simpati orang-orang Sunda atas perjuangan Diponegoro, dan bahkan kemudian bisa tumbuh menjadi kebencian menjadi tujuan tersembunyi (hal. 83).

Kekritisan buku ini mengajak kita untuk kembali menafsir ulang tentang siapa sebenarnya sosok Gajah Mada, serta meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan olehnya; panca tata upaya (lima strategi dasar untuk berusaha), panca titi darmaning prabhu (lima hal penting sebagai wujud perbuatan yang dapat ditiru dan dicontohkan), laku hembeging bathara (berlaku mengayomi seperti para dewa), serta asta dasa pramiteng prabhu (delapan belas kewajiban yang harus dipenuhi sebagai modal kepemimpinan). (Tatik SopiatiM)

 

 

, Gesta Bayuadhy (2015), "Kisah Cinta Gajah Mada", Dipta, 9786022557227: 216 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SEJARAH NASIONAL

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25215128

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit