Trik Jitu Jual Diri Cetak E-mail
(1 vote)

Mengoptimalkan Potensi Diri untuk Posisi Tawar Lebih Tinggi

Apa yang pertama kali terbersit dalam benak kita saat mendengar kata ‘jual diri’? Barangkali yang seketika muncul adalah hal-hal yang berkaitan dengan prostitusi. Tapi buku ini sama sekali tak membahas tentang tema tersebut. Jual diri di sini adalah upaya kita untuk mengoptimalkan potensi-potensi diri sehingga kita mendapatkan penawaran yang lebih tinggi utamanya dalam pekerjaan.

Buku ini mengupas sepuluh kemampuan atau keterampilan dasar yang sebetulnya telah diajarkan semuanya sejak kita kecil tapi seiring dengan bertambahnya usia kita dan berakhirnya masa-masa sekolah, kita seringkali lupa tidak mengasahnya kembali. Alhasil keterampilan-keterampilan tersebut mengalami kemandegan, berhenti di level yang itu-itu saja, bahkan tak sedikit yang mengalami kemunduran. Efeknya, kita tanpa sadar menjadi pribadi-pribadi yang kualitasnya kurang mumpuni, kurang menarik, dan posisi tawar kita di bidang pekerjaan pun rendah.

Sepuluh keterampilan dasar yang dikupas dalam buku ini adalah membaca, menulis, berhitung, berpikir, bertindak, berbicara, berpenampilan, bekerja, menghargai, dan bertahan terhadap tekanan. Keterampilan membaca misalnya. Lebih dari sekadar membaca barisan huruf dan angka dengan kedua mata, pada tataran yang lebih tinggi, keterampilan membaca sesungguhnya juga mencakup kemampuan membaca peluang, membaca dengan hati, dan membaca masa depan.

Membaca masa depan tentu tak sama dengan membacanya seorang cenayang. Membaca masa depan yang dimaksud adalah setelah kita membaca aneka informasi, membaca peluang yang ada di sekitar kita, membaca lawan bicara dan lingkungan dengan hati alias menggunakan empati, kita kemudian dapat menciptakan visi. Visi mampu mengubah nasib orang biasa menjadi orang penting (hal. 8).

Sama seperti keterampilan membaca yang ternyata luas cakupannya dan dapat terus diasah, berpikir pun demikian. Masa-masa ketika kita duduk di bangku sekolah, keterampilan berpikir begitu kentara digunakan. Tapi ketika kita telah lepas dari fase menempuh pendidikan formal, seringkali keterampilan berpikir kita juga ikut berhenti. Hal ini tercermin dari betapa banyaknya orang yang terjebak pada status karyawan di level yang itu-itu saja, tak mengalami kenaikan jabatan.

Letak hubungan antara keterampilan berpikir dengan macet atau lancarnya karir kita adalah pada cara berpikir kita sendiri. Itulah mengapa terdapat perbedaan tingkat kesejahteraan antara karyawan, direktur, dan pemilik perusahaan. Semakin pikiran kita disibukkan oleh hal-hal yang hanya menyangkut kepentingan pribadi, biasanya semakin rendah pula posisi kita dalam pekerjaan. Demikian pula sebaliknya, untuk dapat menjadi direktur bahkan memiliki perusahaan sendiri, kita dituntut untuk dapat memperluas jangkauan pemikiran kita dan meminimalkan ego.

Logikanya, bagaimana kita bisa menjadi direktur atau memiliki perusahaan jika kita tidak mau bersusah payah memikirkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya serta lingkungan di sekitar perusahaan? Seringkali, kegagalan disebabkan oleh cara berpikir kita yang terlalu picik, hanya mampu memikirkan diri sendiri (hal. 47).

Mengembangkan kesepuluh keterampilan dasar tersebut hingga mencapai tataran yang lebih bahkan paling tinggi menuntut kesediaan kita untuk berubah, kesediaan beradaptasi dengan kebutuhan lingkungan, kesediaan untuk maju dan berkembang, kesediaan menerima rezeki lebih banyak, dan kesediaan untuk dipercayai orang lain (hal. 128-134).

Buku ini buku bagus, menawarkan pencerahan bagi siapa saja yang ingin terus menggali dan memaksimalkan potensi diri untuk karir yang lebih baik dan hidup yang lebih memuaskan. Cocok dibaca oleh siapapun yang baru lulus kuliah dan sedang gigih mencari pekerjaan. Buku ini akan sangat membantu untuk mempersiapkan wawancara kerja dan interaksi ke depan dengan pimpinan tempat bekerja. (Marliana Kuswanti)

 

 

, Suryono Ekotama (2015), "Trik Jitu Jual Diri", Gramedia Pustaka Utama, 978-6020-316-95-6 : 154 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
PENGEMBANGAN DIRI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28259577

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit