Negeri van Oranje Cetak E-mail
(1 vote)

Petualangan Mahasiswa di Negeri Kincir Angin

Negeri van OranjeKisah tentang perjuangan mahasiswa yang menempuh studi di luar negeri selalu menarik untuk disimak. Ada banyak buku yang mengisahkan perjuangan mahasiswa Indonesia yang belajar di negeri seberang. Salah satu contoh yang sangat terkenal adalah novel Edensor, buku ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Edensor menceritakan perjuangan sosok Ikal dan Arai ketika menempuh studi di Perancis.

Negeri van Oranje adalah novel interaktif yang ditulis secara keroyokan oleh Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Annisa Rijadi, dan Rizki Pandu Permana. Keempat penulis yang pernah belajar di negeri Kincir Angin itu mengisahkan pengalamannya selama ada di sana.

Pengalaman mereka layak dibaca, terutama bagi pembaca yang ingin tahu tentang Belanda dan budayanya. Juga, buat para mahasiswa yang akan atau sedang menempuh studi di sana.

Novel ini mengisahkan persahabatan lima mahasiswa Indonesia yang belajar di negara yang pernah menjajah Indonesia. Meskipun tinggal di kota yang berbeda, Banjar (Rotterdam), Daus (Utrecht), Wicak (Wageningen), Lintang dan Geri (Den Haag), mereka selalu berusaha untuk tetap akrab. Di tengah padatnya waktu belajar dan pekerjaan sampingan, mereka sering kali berkumpul untuk sekadar berbagi cerita tentang pengalaman mereka yang belajar di kampus berbeda (halaman 6).

Sebagai novel yang bisa dimasukkan dalam kategori novel petualangan, buku ini sangat menarik. Alur dan konfliknya tidak begitu rumit karena “hanya” berkisah tentang pengalaman, petualangan, dan perjuangan mereka selama ada di Belanda. Yang patut menjadi teladan bagi pembaca yang ingin menempuh studi di sana adalah, bagaimana mereka tetap bersemangat meskipun hidup dengan biaya pas-pasan. Karena itu, untuk mengimbangi biaya hidup yang tentu lebih mahal dari Indonesia, mereka, kecuali Geri yang memang anak orang kaya, berusaha mencari pekerjaan sambilan. Lintang mengajar les tari, bahkan Banjar dan Wicak pernah menjadi pembersih WC, pelayan restoran, hingga pelayan warung kaki lima saat ada pasar malam (halaman 159).

Selain mengisahkan pengalaman pribadi mereka, dalam novel ini pembaca juga bisa menemukan kisah-kisah menarik lainnya. Seperti bagaimana mereka, meskipun tinggal di luar negeri, tetap berusaha mengenalkan budaya Indonesia, bahkan mereka tidak menghilangkan tradisi berkomunikasi dengan bahasa ibu. Sebuah komitmen yang patut diacungi jempol karena, tak jarang mahasiswa Indonesia di luar negeri yang merasa malu dan enggan mengenalkan Indonesia dan budayanya. Hal itu wajar terjadi karena, rata-rata orang-orang Eropa tidak begitu mengenal Indonesia, kecuali pulau dewata Bali yang memang lebih banyak dikunjungi daripada tempat-tempat lain di Tanah Air.

Yang menarik dalam novel ini, para penulis banyak menyajikan hal-hal informatif layaknya buku panduan perjalanan. Pembaca dikenalkan dengan banyak budaya orang Eropa yang tidak sama dengan budaya orang Indonesia. Misal, di sana kita tidak akan menemukan orang yang dengan mudah berbasa-basi untuk mentraktir orang lain, beda dengan tradisi orang Indonesia. Bahkan, ketika orang Eropa mengajak ke pesta sebuah ulang tahun, orang yang diajak harus mengeluarkan uang sendiri untuk membayar biaya makan di kafe. Sebuah perbedaan yang sangat kontras dengan budaya di Indonesia. Lazimnya, orang yang sedang berulang tahun akan mentraktir teman-temannya dengan puas (halaman 101).

Dalam beberapa bab novel ini, penulis melengkapi dengan berbagai informasi yang sangat bermanfaat. Seperti informasi cuaca, pelaksanaan karnaval atau festival, tempat belanja kebutuhan sehari-hari yang murah, dan berbagai informasi lainnya, sehingga menjadikan novel ini tak ubahnya buku panduan traveling.

Novel 584 halaman yang baru saja diangkat ke layar lebar dan tayang menjelang akhir tahun 2015 ini sangat bermanfaat bagi pembaca yang ingin belajar di Belanda, atau sekadar bernostalgia bagi mereka yang pernah belajar di sana. Ada banyak pesan menarik yang berusaha disampaikan empat penulis dalam novel ini. Sebagai mahasiswa rantau di Eropa, siapa pun hendaklah membuang gengsi yang kerap kali hinggap jika seseorang belajar di Indonesia. Bagi mahasiswa di sana, menempuh perjalanan berkilo-kilo dengan sepeda onthel adalah hal yang biasa. Atau, bekerja sambilan sebagai cleaning service, pelayan restoran, dan yang lainnya adalah hal lazim dilakukan jika tetap ingin bertahan hidup di negeri orang. (Untung Wahyudi - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Wahyuningrat, , Adept Widiarsa, , Annisa Rijadi, , Rizki Pandu Permana and (2015), "Negeri van Oranje", Bentang Pustaka, 978-979-1227-58-2: 584 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL PETUALANGAN

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29366284

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit