Menerjang Badai Kekuasaan Cetak E-mail
(1 vote)

Kisah para Pejuang Menentang Kekuasaan

Menerjang Badai KekuasaanPersinggungan dengan kekuasaan memang kerap memicu konsekuensi rawan. Mereka yang memilih menentang kekuasaan mesti sadar atas risiko tersebut. Para penentang mesti siap jika suatu saat dihempas badai kekuasaan sebagai konsekuensi perlawanan.

Dalam konteks inilah, buku Menerjang Badai Kekuasaan; Meneropong Tokoh-tokoh dari Sang Demonstran Soe Hok Gie sampai Putra Sang Fajar Bung Karno menghadirkan bacaan terkait peran yang mereka mainkan berhadapan dengan rezim.

“Sekiranya tiada momen dalam seluruh konteks historisnya, seorang akan melalui jalur normal saja,” kata Daniel (hal xi). Buku dibagi ke dalam tiga kerangka besar. Pertama, yang tak berdaya tapi berkuasa. Contoh Soe Hok-gie, pemuda idealis yang mengkritik Soekarno di era Demokrasi Terpimpin.

Soe Hok-gie senantiasa dikagumi, dipuja dan dipuji. Tetapi dia selalu ditolak dalam lingkungannya (hal. 96). Gie sanggup menyerang jantung kekuasaan, dimana hal ini dibanggakan kawan seperjuangannya. Namun, dengan begitu dia sekaligus ditolak karena sikap kritisnya yang tak pandang pihak.

Kedua, kaum terbuang yang dicap negara sebagai penjahat, durjana, dan juru kriminal. Contoh sosok Kusni Kasdut yang dikenal sebagai pejuang di era kemerdekaan namun bernasib apes. Bertahun-tahun melakoni hidup sebagai pembela republik, Kasdut justru tak diakui sebagai tentara Indonesia. Sejak itu, dia memilih “bersebarangan” dengan negara dengan menjadi penjahat.

Kekecewaannya termanifestasikan lewat serangkaian aksi pemberontakan dan perampokan. Lakon pejuang apes itu pun berakhir dalam petaka. Tahun 1980, Kusni Kasdut dieksekusi mati (hal. 235).

Ketiga, mereka yang berkuasa, memiliki daya, berilmu tinggi, dan banyak pendukung. Tapi mereka belum tentu tangguh di hadapan kekuasaan. Kisah tragis itu menimpa Soekarno. Hidup sebagai aktivis-nasionalis era kolonial tentu menanggung risiko tak sederhana. Dia ditangkap, dipenjara, dan dibuang. Bung Karno sadar risiko menjadi aktivis kemerdekaan, meski tak menyangka bakal tak kuasa menahan teror dan intimidasi kolonial.

Pasca pembacaan pledoi Indonesia Menggugat, untuk kedua kalinya, Soekarno dipenjara. “Peristiwa ini telah membuatnya menjadi jinak. Dia bisa dikendalikan ke mana saja. Tekanan-tekanan dalam interogasi menghancurkan perlawanannya” (hal. 381).

Buku juga membahas tokoh-tokoh lain yang dalam hidupnya pernah mengambil sikap berbeda dengan rezim seperti Pramoedya Ananta Toer, Frans Seda, Mohammad Hatta, Sam Ratulangi, hingga Gus Dur. Ada kemungkinan penulis buku ini terpengaruh pemikiran Michel Foucault seperti dalam The Infamous Men dan Pierre Bourdieu terkait relasi-relasi proses kreatif (The Field of Power, Literary Field, dan Genesis of the Producers Habitus). Para tokoh memainkan peran dalam kaitan sejarah, biografi, dan konteks sosial dalam konfrontasi dengan kekuasaan. (Widyanuari Eko Putra - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Daniel Dhakidae (2015), "Menerjang Badai Kekuasaan", Kompas, 978-979-709-982-4: 450 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25215252

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit