Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang Cetak E-mail
(1 vote)

Menghargai Sumber Lokal sebagai Materi Cerita Pendek

Magi Perempuan dan Malam Kunang-KunangMungkin sebagian masyarakat mencibir dan berkata, zaman modern sekarang  masih percaya sesuatu yang magis. Namun, itulah realitanya. Di zaman serba canggih ini masih ada orang percaya pada mitos dan yang bernuansa magis.

Ini tak lepas dari kepercayaan yang selama ratusan tahun tumbuh subur dalam jiwa orang Indonesia sebelum kedatangan agama-agama modern, yakni animisme dan dinamisme. Penulis menyulap mitos, hikayat, misteri, dan segala berbau magis menjadi cerita pendek. Sesuai dengan konsep Horace bahwa seni itu bersifat dulce et utile, karya sastra itu indah dan berguna.

Buku ini kumpulan sejumlah cerpen dari latar belakang beberapa daerah. Cerpen Peri Kunang-Kunang mendeskripsikan sebuah rumah bernuansa magis dengan kalimat berima. Limas itu pekat. Tak ada setitik pun cahaya yang terlihat.

Dinding-dinding papannya terlihat kusam dalam gelap. Bau melati menyeruak, mengelindap, dan semerbak. Lalu berputar-putar ke atas bubungan sebelum angin membawanya terbang, menarik kunang-kunang kecil datang (halaman 9).

Kata-kata yang berasal dari bahasa daerah memperkaya perbendaharaan seperti: limas, kajut, bujang, ebak, yang dapat ditemui beberapa kali. Sedangkan latar lokalitas yang kental dapat ditemukan pada cerpen Tem Ketetem yang menceritakan kepercayaan masyarakat Muara Enim, Sumsel. Ada yang tidak boleh dilanggar.

Di balik purnama yang bersinar pucat, tersimpan dendam seorang gadis jelita. Dendam bermula ketika seorang gadis jelita meninggal setelah diperkosa para bujang yang sakit hati karena cintanya ditolak. Sang gadis ditemukan tak bernyawa Gelung, ayahnya.

Kemudian, orang-orang mendengar bisikan lelaki renta itu di kuping mayat perawannya, “Kau harus lumat bujang durjana itu, Tem,” (halaman 24). Sejak itu, setiap  malam purnama pucat, para bujang dilarang tidur semalam suntuk agar tak terkena bala bencana: meninggal keesokan harinya dengan bola mata tercungkil. Mereka harus mengucapkan mantra penolak bala.

Pengalaman menulis salah satunya dapat dilihat dari kekayaan kosakata dan majas yang digunakan. Pembaca dapat menemukan penggunaan majas eufimisme dalam beberapa cerpen. Kata-kata seperti penjual senyum, burung origami, boneka air mata hantu, alu, dan lesung sengaja digunakan untuk memperhalus kata-kata kasar ataupun yang dianggap tabu.

Kemerdekaan imajinasi yang tak terbatas tecermin dalam interpretasi suatu kejadian atau dongeng yang sudah mengakar. Gadis Buruk Rupa dalam Cermin merupakan interpretasi lain dari dongeng Putri Salju. Cerpen tersebut berhasil menjadi barang baru dengan atmosfer misteri yang pekat. Sedangkan interpretasi lain dari suatu peristiwa dapat dibaca di antaranya dalam cerpen Kastil Walpole dan Tamu Ketiga Lord Byron.

Buku  ini juga mengeksplorasi sisi lain perempuan yang lebih misterius. Bukan hanya sensualitasnya tetapi lebih dalam dari itu, hatinya. Tem Ketetem, Boneka Air Mata Hantu, dan Sepotong Kutu, Kursi Rotan, dan Kenangan yang Tumbuh di Atasnya adalah cerpen-cerpen yang berkisah tentang hati dan harga diri perempuan.

Intinya tentang betapa terkoyak hati perempuan ketika kehormatan itu dicabik-cabik tanpa ada pertanggungjawaban. (Salma Madani - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Guntur Alam (2015), "Magi Perempuan dan Malam Kunang-Kunang", Gramedia, 978-6020-319-39-1: 176 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KUMPULAN CERITA PENDEK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447797

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit