693 KM; Jejak Gerilya Sudirman Cetak E-mail
(3 votes)
Meneladani Kepahlawanan Bapak TNI Sudirman
 

693 KM; Jejak Gerilya SudirmanPanglima Besar Sudirman adalah Bapak Tentara Nasional Indonesia. Novel sejarah ini menghidupkan kembali semangat kepahlawanan Sudirman untuk dipetik nilai-nilainya oleh bangsa.

Sudirman yang lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916 terkenal sebagai ahli perang gerilya ketika menghadapi agresi militer Belanda II pada 1948 untuk menguasai kembali Indonesia. Pada peristiwa ini tentara Sudirman yang bersenjatakan seadanya harus menghadapi pasukan Belanda yang dipimpin Jenderal Simon Spoor dengan persenjataan canggih, termasuk pesawat tempur Kittyhawk P40.

Melihat ketimpangan ini, Sudirman sebagai Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat (TKR), memilih perang gerilya dengan membentuk wehrkreise (kantong perlawanan) di pegunungan terdekat daerah musuh untuk menyusup. Dia menghindari pertempuran langsung. Taktik  memukul musuh lalu menghilang (hlm. 76).

Dalam menjalankan siasat gerilya inilah, heroisme Sudirman begitu mengemuka. Dalam kondisi sakit koch (sakit paru-paru), Sudirman harus bergerilya sejauh 693 km untuk memimpin tentara. Dia meninggalkan istri Alfiah, naik  turun gunung ditandu. Bahkan sang Jenderal kadang harus merangkak merambati tebing terjal. Rute yang ditempuh:  Yogyakarta, Wonogiri, Ponorogo, Trenggalek, Kediri, Nganjuk, Madiun, Ngawi, dan Pacitan.

Sudirman rela menjual perhiasan istrinya karena pasukan kehabisan perbekalan. Sudirman sering mengalah memberikan jatah makanan kepada prajurit karena stok terbatas. Berkali-kali dia menyamar menjadi guru, tabib, untuk mengelabui musuh. Setiap detik nyawa Sudirman terancam karena pesawat tempur Belanda membombardir membabi-buta ke mana saja untuk melenyapkannya. Namun, sifat Sudirman yang merakyat membuat Belanda sulit mencium keberadaannya (hlm. 279).

Ironisnya, Sudirman tidak hanya berhadapan dengan Belanda. Ia juga harus menghadapi bangsanya sendiri yang berkhianat. Beberapa rencana penyerangan Sudirman gagal karena dibocorkan pengkhianat.

Sudirman selalu teguh pada pendirian karena bertekad mengusir Belanda dari Bumi Pertiwi. Dia tak segan berbeda pendapat dengan para pemimpin sipil seperti Sukarno, Hatta, dan Syahrir. Sudirman menentang Perjanjian Roem-Royen karena hanyalah siasat Belanda untuk menyusun kekuatan menyerang kembali Indonesia. Terbukti Belanda telah mengkhianati Perjanjian Linggarjati dan Perjanjian Renville dengan melakukan Agresi II. Sudirman menentang Perjanjian Roem-Royen yang salah satu isinya mengharuskan TKR menghentikan semua aktivitas gerilya. Menurut Sudirman, para pemimpin sipil telah melemahkan perjuangan tentara. Mereka tidak percaya pada kekuatan militer sendiri (hlm. 291).

Perjuangan Sudirman membuahkan hasil. Belanda akhirnya angkat kaki dari Indonesia. Kendati pernah berbeda pendapat, Sudirman mengakui keberhasilan itu juga berkat perjuangan diplomasi para pemimpin sipil yang membuat Belanda kehilangan muka di forum internasional karena agresi. Di sinilah jiwa besar Sudirman kembali terlihat.

Novel yang terdiri atas 29 bab ini seperti membangunkan pembaca untuk menyadari bahwa  Indonesia sangat kekurangan sosok seperti Sudirman. Para pemimpin hanya berebut kejuasaan, mengejar jabatan, dan berbagai kepentingan lainnya. (Muhamad Ilyasa - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Ayi Jufridar (2015), "693 KM; Jejak Gerilya Sudirman", Noura Books, 978-6021-306-07-9: 316 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29379147

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit