Gunung, Bencana, & Mitos di Nusantara Cetak E-mail
(1 vote)

Hidup Bersama Gunung

Gunung, Bencana, & Mitos di NusantaraMasyarakat Indonesia hidup bersama gunung. Hidup bersama gunung dengan memahami bencana dan mitos yang dibawa oleh gunung. Buku Gunung, Bencana dan Mitos di Nusantara (Ombak, 2015) mengajak memahami keadaan itu.

Buku ini merupakan kumpulan makalah pada perhelatan akbar Borobudur Writers and Cultural Festival 2015 yang mengangkat tema gunung, bencana, mitologi dan dampaknya terhadap proses kebudayaan masyarakat di Indonesia. Buku ini terdiri dari tiga bab. Pertama berbicara gunung di Nusantara dan peradaban. Kedua polemik Gunung Padang dan kontroversinya. Ketiga berbicara mitos dan Gunung di Nusantara.

Masyarakat Indonesia akrab dengan gunung dan menghormatinya. Penghormatan ini bisa bermacam-macam maknanya. Bisa berarti ungkapan rasa takut, ucapan terima kasih, atau pemujaan karena menganggap sebagai tempat bersemayamnya para dewa (halaman vii).

Salah satu letusan gunung terdahsyat adalah erupsi Super Volcano Toba. Erupsi ini membuat kemampuan beradaptasi masyarakat sekitar membentuk kearifan lokal. Indyo Pratomo mengatakan keberadaan masyarakat Toba sejak dahulu kala, perkembangan budayanya yang menumbuhkan kearifan lokal yang sangat khas dengan model ‘Rumah Adat Batak’ yang sanggup mengantisipasi bencana tersebut (halaman 21).

Letusan gunung berapi mengakibatkan terkuburnya suatu peradaban. Sugeng Riyanto menggali peradaban yang terkubur di Liangan akibat muntahan vulkanik gunung Sindoro. Berdasarkan penelitiannya meletusnya gunung Sindoro yang akhirnya menyegel “kampung” ritual liangan kuno. Kronologi dan hasil uji laboratorium dan wujud data arkeologi seperti candi dan arca menjadikan situs Liangan dihubungkan dengan Kerajaan Mataram Kuno (halaman 36).

Gunung dalam pembuktian peradaban membawa polemik para ilmuwan. Gunung Padang misalnya membawa polemik beserta kontroversinya. Danny Hilwan Natawidjaja mengungkapan piramid Gunung Padang sebagai bukti peradaban Sundaland dari zaman es. Hal- hal yang bisa dianggap kontroversi adalah implikasi dari hasilnya karena tidak sesuai dengan akumulasi pengetahuan sejarah yang diyakini sekarang. Fakta bahwa Gunung Padang adalah produk budaya berupa bangunan besar dan maju berusia ribuan tahun sebelum masehi sangat tidak cocok dengan sejarah Indonesia yang dianggap baru masuk sejak sekitar 400 Masehi (halaman 71)

Lutfy Yondri menilai, sampai sekarang tidak ada satu ahli pun yang membantah bahwa punden berundak Gunung Padang ini sebagai produk budaya, artinya punden berundak itu memang dibuat atau disusun oleh satu kelompok masyarakat pada masa lalu (halaman 84). Tentunya dalam kegiatan yang demikian pemimpin yang karismatiklah yang dapat disimpulkan dapat menggerakan seluruh anggota masyarakatnya dalam satu kegiatan (halaman 96). Sutikno Bronto menilai akibat proses endogen dan eksogen dalam skala waktu geologi batu kolom Gunung Padang roboh berserakan, yang oleh manusia masa lalu kemudian ditata untuk dijadikan tempat pemujaan atau upacara ritual, sesuai kepercayaan masyarakat pada waktu itu (halaman 124).

Masyarakat masa lalu mempunyai cara untuk menghormati gunung. Cerita itu tercatat dalam upacara, kakawin, syair-syair, cerita rakyat. Ayu Sutarto mengatakan orang Tengger dan gunung-gunung telah menjadi teman hidupnya, menjadi sosok yang dihormati dan dipuja, dan menjadi sumber rezeki (halaman 163). Orang Tengger bersikukuh mempertahankan adat istiadatnya, yakni memberi kurban ke dalam kawah Gunung Bromo sebagi persembahan kepada penghuni gunung tersebut, yang sekarang disebut Yadna Kasada.

Sedangkan Sudibyo menelusuri imajinasi para pujangga yang mencatat gunung dalam naskah Jawa, Sunda, Bima, dan Melayu abad ke 11, 15, dan 19. Kakawin Arjuna Wiwaha menyajikan gunung yang sedang bertapa atau gunung yang tengah diam dengan hiasan kabut, aneka tumbuhan, dan berbagai keindahan serta manfaat untuk kesempurnaan manusia (hal 179). Syair Lampung Karam mencatat tentang kemurkaan Tuhan (halaman 194).

Begitu pula yang dilakukan oleh Hawe Setiawan yang melakukan pembacaan gunung melalui manuskrip Sunda Kuno. Legenda, dongeng, mitos, dan cerita yang menyiratkan adanya hubungan mendalam antara manusia dan bentang alam dituturkan dari satu generasi ke genarasi, dari waktu ke waktu (halaman 204). Cerita Sangkuriang berkaitan dengan timbulnya tiga gunung api di belahan utara Bandung, yakni Gunung Tangkuban Perahu, Burangrang, dan Bukit Tunggul. Juga cerita Gunung Kutu yang berkaitan dengan konflik antara Sunan Rangga Lawe, raja dari Timbanganten yang dituntut rakyatnya untuk membuat danau buat mengatasi kekeringan (halaman 209). (Rianto)

 

 

, Banyak (2015), "Gunung, Bencana, & Mitos di Nusantara", Ombak, 978-6022-583-37-0: 224 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25230095

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit