Anak-anak Pangaro Cetak E-mail
(1 vote)
Kisah Perjuangan Anak-anak Pedalaman Sumenep
 
Mengambil tema tentang kerusakan alam akibat bencana dan olah tangan manusia, novel ini memotret kehidupan di pedalaman tanah Giliraja, Madura. Seperti halnya kisah anak-anak Laskar Pelangi, novel ini juga menyajikan kisah yang inspiratif bagi pembaca. Pangaro dapat diartikan sebuah keberuntungan. Anak-anak yang beruntung.

Novel ini menceritakan sekelompok remaja yang sama-sama merasa terusik dan terpanggil hatinya untuk kembali membangun kampung halaman mereka. Ummi, Rahayu, Zainal, Maslahah, Untung, dan Haryadi adalah murid-murid di sebuah Madrasah Aliyah. Mereka merasa gelisah ketika melihat seisi tanah Pulau Raja itu sedang sekarat. Kampung halaman mereka semakin rusak, dari mulai kerusakan alam hingga semakin maraknya kebodohon, maksiat, dan juga kemiskinan.

Tak ubahnya seperti sepasukan laskar yang dirahmati Sang Pencipta, mereka menyeruak riuh di tengah lecutan alam dan carut-marutnya kondisi sosial masyarakat. Meski nyawa menjadi taruhannya, pijar semangat dalam dada tak akan padam. Mereka percaya seratus persen bahwa memiliki kemauan yang kuat akan mendapatkan dukungan dari banyak pihak. (halaman 75).

Hal pertama yang ingin mereka lakukan adalah membuat program penyediaan air bersih, sebab di musim kemarau sangat sulit untuk mendapatkannya. Penduduk pulau membutuhkan air bersih. Air sumur sudah terkontaminasi keringat atau kotoran timba yang tak sempat dibersihkan. Kalau tetap dibiarkan, maka kemungkinan penyakit diare akan ke wabah. Setelahnya melakukan reboisasi alias penghijauan kembali pada hutan Giliraja, dan kemudian mengajak seluruh penduduk untuk kembali dekat kepada Tuhan.

Namun, perjuangan mereka tidaklah mudah. Ada hal yang sangat membuat mereka cemas, ada sekelompok orang yang tak menyukai kehadiran mereka untuk merubah kampung itu. Mereka harus menghadapi sekelompok orang yang bernama Grup Pettheng, perampok dan pembunuh. Kelompok itu akan menculik dan membunuh orang yang tak mereka sukai. Konon, para kelompok itu tak mempan pelor. Mempunyai ilmu kebal pada senjata tajam. (halaman 162).

Zainal sebagai ketua tiba-tiba menghilang. Dan semua orang yakin, ia telah di tangkap kelompok Pettheng. Anak-anak yang lain pun menjadi semakin cemas dan ketakutan kalau Zainal telah mati terbunuh di tangan para perampok. Tetapi, semangat untuk kembali membangun kampung halaman tak pernah surut, hingga mereka meyakinkan diri untuk terus melanjutkan perjuangan.

Tak dinyana, Zainal berhasil selamat. Bahkan, ia berhasil mengajak pemimpin perampok itu untuk bertobat dan tidak lagi menganggu ketentraman kampung. Walaupun bagi Zainal, tidak mudah mengajak seorang perampok untuk kembali kepada jalan yang benar. Salah-salah bicara, maka nyawa taruhannya.

Kalau ketuanya sudah bertobat, kemungkinan anak buahnya juga akan ikut bertobat dan berbuat demikian. Zainal sangat berharap itu terjadi, sehingga di pulau yang sudah kerontang itu tidak ada lagi keresahan dan kehilangan nyawa yang sia-sia. (halaman 193).

Setelah semua orang pada satu tujuan, saatnya bagi warga kampung Giliraja untuk membingkai asa di bumi pesisir melalui pertaubatan dan berlaku arif pada alam demi melihat Pulau Raja menemukan kehidupan damainya kembali. Kehidupan yang pangaro, layaknya semangat penghuni pulau yang merindukan keteduhan di tanah kelahiran.

Dengan melahap isi buku ini, kita di harapkan lebih peduli pada lingkungan sekitar. Mengambil hasil alam namun tidak lupa untuk merawatnya. Sebab, alam akan memberi keberkahan yang berlimpah, jika kita bersyukur dan tidak merusaknya. (Muhammad Saleh)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL REMAJA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25236848

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit