Potret Pendidikan Kita Cetak E-mail
(1 vote)
Gambaran Pendidikan Indonesia Hari ini
 
Potret Pendidikan KitaBarangkali pendidikan nasional hari ini seperti benang kusut yang sulit diurai untuk menemukan simpul perbaikan. Buku Potret Pendidikan Kita mengajak pembaca melihat sengkarut isu-isu dan persoalan pendidikan.
 
Buku dibuka dengan mengurai persoalan Ujian Nasional (UN) yang saat ini memang sudah tak menjadi penentu tunggal kelulusan dan evaluasi. Namun karena belum dihapus, UN masih meninggalkan polemik dan disorientasi tujuan pendidikan. Esai Adilkah UN, Adilkah Kita mencoba mengajukan sistem evaluasi yang menggunakan pendekatan peformance assessment (hal. 33-35).
 
UN hanyalah salah satu instrumen evaluasi. Asesmen lebih luas dari sekadar evaluasi dibutuhkan untuk melihat sekaligus menguji kompetensi murid dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengatasi masalah sekitar mereka.
 
Performance assessment dapat dilakukan dengan memberi berbagai tugas eksperimental, portofolio, dan menulis. Sementara UN memukul rata kemampuan setiap murid. Peformance asessment justru melihat bahwa setiap individu unik, sehingga perlu evaluasi pembelajaran secara pribadi yang tidak hanya melihat kekurangan, tetapi juga kelebihan, potensi, dan minat siswa. Performance assessment memahami keberagaman (inklusif) setiap anak.
 
Pendidikan inklusif, selalu bersandarkan pada asas keunikan, keberagaman, dan keadilan dengan adanya akses yang sama untuk semua dalam pendidikan. Sayang, cara pandang pendidikan masih mengabaikan keberagaman.
 
Praksis pendidikan dengan kesadaran inklusif masih sebatas wacana besar, minim kemauan politik yang sungguh-sungguh. Esai Pendidikan Inklusi: Antara Cita dan Fakta menyoroti proses pelaksanaan pendidikan inklusi. Anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti autis, downsyndrome, dan tunanetra masih sulit mendapat sekolah inklusi. Banyak sekolah reguler yang menolak mereka (hal. 71-72).
 
Pada bab lain, buku mengulas nasib perpustakaan yang terbengkalai karena minim buku, fasilitas, dan pendanaan. Ini ditambah minat baca para pelajar dan masyarakat yang rendah. Untuk mengatasinya bisa ditempuh model digitalisasi perpustakaan.
 
Kekerasan guru juga menjadi sorotan. Banyak kasus kekerasan atau bullying secara verbal, fisik, maupun simbolis yang dilakukan guru. Ada semacam mitos yang menganggap kekerasan bisa menjadikan seorang guru terlihat berwibawa. Seolah hanya dengan kekerasan, murid mau mendengarkan, takut, dan menaruh hormat (hal. 170-173).
 
Tulisan-tulisan buku ini menggambarkan wajah pendidikan nasional terkait politik pendidikan, budaya, dan konflik di sekolah. Ini termasuk juga persoalan guru dan inspirasi pembelajaran. Sebagai sebuah tulisan bunga rampai, Potret Pendidikan Kita seperti almanak yang mencatat berbagai isu menarik sekaligus masalah dalam pendidikan. (Muhammad Khambali)
 
 
 
 
, Ahmad Baedowi, dkk (2015), "Potret Pendidikan Kita", Alvabet, 978-6029-193-63-3: 346 Halaman. 
Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
DUNIA PENDIDIKAN

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25204155

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit