Pulang Cetak E-mail
(1 vote)

Lika-liku Perjalanan Hidup “Anak Pedalaman” Bukit Barisan

PulangNovel ini menceritakan lika-liku perjalanan hidup seorang anak manusia bernama Bujang yang menjalani nasihat-nasihat ibunya. Namun ada juga darah “preman” dari ayahnya. Bujang merantau yang lama tak pulang.

Anak semata wayang pasangan Midah dan Samad ini tinggal di Bukit Barisan, hutan pedalaman Sumatera. Ibu yang disebut mamak satu-satunya sekolah dan sumber ilmu bagi Bujang. Darinya dia belajar membaca, berhitung, dan ilmu agama. Hidup Bujang tidak berbeda dengan anak-anak Bukit Barisan. Cerita jauh berubah saat bertemu tauke muda, teman sekaligus saudara angkat bapaknya yang mengajak berburu babi hutan. Dari tauke, Bujang mengetahui bahwa bapaknya mantan tukang pukul.

Bujang pun dilibatkan dalam rombongan perburuan. Di usia 15 tahun, dia sudah mahir menangkap babi hutan raksasa dan menyelamatkan nyawa rombongan. Sejak itu, tidak ada ketakutan sedikitpun dalam dirinya. Orang-orang pun menjuluki Bujang ‘si babi hutan’. Bujang dibawa tauke ke kota. Ibu melepasnya dengan menasihati agar tidak menyantap makanan haram. Bujang memulai hidup baru dengan menjadi bagian keluarga Tong, penguasa shadow economy.

Di kota, Bujang diajari berburu, menembak, berkelahi, belajar menjadi ninja bahkan disekolahkan hingga perguruan tinggi. Kini dia menjadi bagian penting bisnis keluarga Tong. Bujang mampu menyelesaikan konflik hebat dengan keluarga Lin. Saat alat pemindai kesehatan dicuri keluarga Lin, Bujang dan tim terbaik keluarga Tong berhasil merebut kembali. Posisinya dalam keluarga Tong, membuat Bujang sulit pulang menjenguk orangtua.

Permasalahan mulai muncul ketika kedua orangtuanya meninggal. Sejak itu, Bujang mulai menemukan tembok penghalang rasa takut dalam dirinya runtuh. Di susul penghianatan Basyir, rekan kerjanya di keluarga Tong. Basyir bersekongkol dengan keluarga Lin untuk mengambil-alih kendali bisnis keluarga Tong. Puncaknya, kematian tauke telak membuat Bujang terpukul. Kebencian dan rasa sakit membuatnya terkungkung dalam rasa takut. Bujang merasakan kehilangan setelah sesuatu itu benar-benar pergi, tidak akan kembali lagi (halaman 241).

Imam, kakak dari ibu Bujang berhasil menyelamatkannya. Saat itu, kondisi Bujang pingsan kehabisan tenaga karena berlari menggendong tauke, sebelum tuannya meninggal. Imam merasa harus menyadarkan keponakannya. Ia mengajak Bujang berkeliling di sekolah agama dan sejenak berhenti di dekat puncak masjid. Berdua memandang matahari terbit. “Akan selalu ada hari-hari menyakitkan dan kita tidak tahu kapan hari itu menghantam. Tapi akan selalu ada hari-hari berikutnya, memulai bab baru bersama matahari terbit" (halaman 345).

Hari itu pikiran Bujang tercerahkan, dan keberaniannya muncul lagi. Akhirnya dia memutuskan mengumpulkan tim terbaik dan menyerang Basyir. Pertarungan tidak imbang karena kubu Basyir terlalu banyak. Sampai datang Salonga, guru tembak Bujang beserta muridnya untuk membantu. Pertarungan akhirnya mengantarkan Bujang pulang kepada Sang Pencipta.

Novel menyampaikan banyak pelajaran berharga tentang kehidupan. Setiap orang harus mendengarkan nasihat orangtua, setia, dan berani menghadapi rasa takut dalam diri sendiri. Selain itu, perjalanan panjang kehidupan manusia pada saatnya akan berhenti. Entah berhenti untuk sekedar pulang ke rumah atau berpulang selamanya untuk menghadap Tuhan. (Siti Nuraini)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL METROPOP

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25204285

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit