Rudy; Kisah Masa Muda Sang Visioner Cetak E-mail
(1 vote)

Kisah Perjuangan Masa Kecil Presiden RI Ketiga

Rudy; Kisah Masa Muda Sang Visioner"Kamu harus menjadi mata air. Kalau kamu baik, semua yang di sekelilingmu juga akan baik. Kalau kamu kotor, semua yang di sekitarmu akan mati,” (hal. 49) demikian nasihat Alwi Habibie kepada Rudy kecil. Ini menjadi bekal Habibie  terus menjadi mata air yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Rudy kecil tumbuh di tengah keluarga berpendidikan. Alwi Habibie, ayahnya, keturunan Habibie, keluarga terpandang di Gorontalo. Alwi Habibie bersekolah di Hollandsch Inlandsche School dan sekolah menengah pertama Mulo -AMS di Tondano. Kemudian dia melanjutkan ke Middlebare Landbouw School, sekolah pertanian menengah atas Bogor.

Raden Ayu Toeti Saptomarini, ibunya, adalah perempuan Jawa dari keluarga Dr Tjitrowardojo. Keluarga Rudy selalu mengutamakan pendidikan agar bisa menjadi ‘mata air’ bagi sesama. Berbagai pertanyaan disampaikan kepada ayahnya. Namun ayahnya tidak selalu ada waktu. Dia lalu mencari jawab di buku. Setiap pertanyaan yang terjawab akan melahirkan pertanyaan baru (hal. 15).

Buku menjadi cinta pertama Rudy dan membaca adalah hidupnya (hal. 19). Bacaannya mulai dari ilmu pengetahuan, ensiklopedia, Leonardo Da Vinci, Jules Verne, puisi Goethe, filsafat Dostoevsky. Kutu buku membuatnya gagap bicara, tidak lancar berbahasa Indonesia, serta kesulitan bergaul.

Menjelang akhir 1941, pertama kali dia bersentuhan dengan pesawat. Pare-Pare sebagai salah satu kota penting Belanda di Sulawesi Selatan menjadi sasaran pengeboman tentara Jepang. Dia berpikir, “Kapal terbang adalah benda kejam karena membawa bom sehingga bisa mencelakakan dan memisahkan dirinya dengan buku serta mainan di kamarnya (hal. 44).

Saat Alwi Habibie meninggal, perekonomian keluarga terguncang, ditambah kondisi agresi militer. Banyak sekolah Belanda tutup. Satu-satunya usaha agar anak ini tetap bersekolah dengan  pindah  ke Pulau Jawa, Jakarta naik kapal laut. Namun karena tidak betah, keluarga memboyongnya ke Bandung, tempat bertemu keluarga Bestari, ayah Ainun. Akhirnya anak pandai ini mencecap pendidikan Teknik Elektro ITB, sebelum kuliah ke Jerman.

Membaca Rudy seakan mengikuti sejarah Indonesia sebagai negara kepulauan yang mendorongnya menekuni dunia kedirgantaraan. Dia ingin  pulang membuat pesawat untuk Indonesia. “Kita harus punya visi besar untuk pembangunan,” kata Habibie (hal. 160-161).

Tahun 1962, saat Habibie pertama kali kembali ke Indonesia, kondisi Jakarta kacau akibat kondisi sosial politik menjelang peralihan Orde Lama ke Orde Baru. Pendiri IPTN/DI ini terenyuh karena negara bukan sedang membutuhkan pesawat, namun pengentasan dari kemelaratan.

Pembaca dapat menyimak perjuangan dan kerja keras Presiden RI ketiga ini dalam menggapai cita-cita. Tugas seorang terdidik mengabdi untuk bangsa dan negara. Keluarga dan kawan menjadi penyokong utama. (Teguh Afandi - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Gina S. Noer (2015), "Rudy; Kisah Masa Muda Sang Visioner", Bentang Pusataka, 978-6022-911-11-1: 266 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25204326

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit