Dulu Aku Miskin, Kini Aku Kaya! Cetak E-mail
(1 vote)

Merintis Kesuksesan Memerlukan Proses Panjang

Dulu Aku Miskin, Kini Aku Kaya!Kekurangan yang dialami selalu bisa diperbaiki asalkan ada kemauan dan upaya keras sehingga kesejahteraan hidup didapatkan. Itulah spirit yang digelorakan buku ini lewat kisah nyata orang-orang yang merasakan kegetiran dalam kemelaratan, namun tetap optimistis memandang hidup. Mereka berjuang keras memperbaiki kondisi keluarga demi mewujudkan taraf hidup yang layak.

Kisah pertama menceritakan tentang Farrah Gray. Pemuda imigran Amerika asal Afrika ini berhasrat hidup berkecukupan mengingat kondisi kaum minoritas di AS identik dengan kemiskinan. Ibunya yang harus membanting tulang setelah bercerai melecutnya mengubah nasib hidup keluarga. Meskipun masih belia, pikirannya cepat dewasa. Farrah berdagang berbagai barang hasil kreatifitasnya saat berumur 6 tahun.

Misalnya, dia berjualan ganjalan pintu dari batu yang diperindah dengan lukisannya. Saat bermain-main dengan lotion ibunya, dia terinspirasi untuk berjualan pelembab kulit.

Tanpa modal besar, dia yakin usahanya sukses. Apalagi dia supel, sehingga bisa membangun relasi dengan banyak orang. Buah keuletannya mulai tampak saat berusia 14 tahun karena berhasil meraup pendapatan sekitar 1,5 juta dollar AS dari produk sirupnya yang laris manis di pasaran. Kini dia mulai merasakan hasil jerih payahnya. Farrah Gray yang lahir tahun 1984 menjadi motivator anak-anak muda berwirausaha. Dia berbicara di mana-mana, termasuk televisi, yang sekali tampil dibayar 10 ribu dolar. Dia telah membuktikan kepada dunia bahwa keturunan Afrika-Amerika bisa menjadi pengusaha, bukan sekadar bermain basket atau menyanyi rap (hlm. 18-22).

Farrah Gray adalah orang kreatif. Hal itu juga kunci keberhasilan Harland David Sanders (1890-1980) dengan Kentucky Fried Chicken (KFC). Saat kecil dia harus membantu ibunya mengurusi keluarga sepeninggal ayahnya. Demi bisa fokus mencari uang, Sanders keluar dari sekolah saat berumur 10. Berbagai pekerjaan dilakoninya. Perubahan nasib terjadi ketika dia kreatif merumuskan resep ayam goreng yang dimasak dalam waktu hanya 9 menit.

Karena ditolak ketika resepnya ditawarkan ke berbagai restoran, dia membuka restoran kecil. Lambat laun, banyak yang tertarik. Dia pun mengembangkan sistem waralaba dan sampai kini KFC telah menyebar ke berbagai negara.

Buku ini juga mengisahkan Li Ka Shing, kelahiran tahun 1928 di Hong Kong. Sebagai anak tertua, dia harus membiayai kebutuhan hidup ibu dan adik-adiknya sejak ayahnya meninggal. Ia terpaksa bekerja sebagai buruh sebuah perusahaan saat berusia 15 tahun. Dia juga menjual peralatan logam secara keliling. Beberapa tahun kemudian, Li memutuskan berwirausaha dengan membuat bunga plastik.

Berkat kejelian mengamati tren dan ketangguhan mental, usahanya mendulang keuntungan signifikan. Bahkan, bunga plastik yang diproduksinya diekspor. Setelah itu, Li terdorong mengembangkan berbagai bisnis dari real estate sampai telekomunikasi. Dia dinobatkan sebagai salah satu dari 10 orang terkaya dunia oleh majalah Forbes pada tahun 2007 (hlm. 49-52).

Kesejahteraan hidup berkat kejelian membaca tren juga dialami Andrie Wongso. Awal tahun 1980-an, dia mendesain kartu ucapan yang diberi merek Harvest. Kartu itu disukai banyak orang karena berisi kata-kata inspiratif. Dalam waktu setengah tahun saja sudah terjual 10 juta lembar. Sampai tahun 1990-an, kartu tersebut masih laris (hlm. 133-140). Buku juga menyajikan kisah Lakshmi Mittal, Lee Myung Bak, Oprah Winfrey, Andi F Noya, Anne Ahira, Merry Riana, Iwan Setyawan, JK Rowling, Charles Chaplin, dan Tukul Arwana. Mereka menjadi kaya bukan karena warisan. (Armawati - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Cahyani T.S. (2015), "Dulu Aku Miskin, Kini Aku Kaya!", Laksana, 978-6022-791-88-1: 184 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25204213

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit