Hari-hari terakhir Che Guevara Cetak E-mail
(1 vote)

Petualangan Hidup sang Revolusioner

Hari-hari terakhir Che GuevaraHellen Keller, gadis menakjubkan yang dengan segala keterbatasan fisiknya dapat menjadi dosen, pernah menulis, “Life is either a great adventure, or nothing”. Mungkin tidak berlebihan jika kalimat tersebut disematkan pada sosok Ernesto Che Guevara, seorang pejuang melawan tirani.

Che (julukan populernya) dikenal sebagai sosok pejuang revolusi yang bersama karibnya, Fidel Castro, mencetuskan revolusi Kuba. Gerakannya membuat rezim tiran pada masa itu, Fulgencio Batista, terjungkal.

Tak hanya untuk Kuba, Che juga melakukan hal sama terhadap rezim tiran Bolivia. Itulah Che, hidupnya dipenuhi petualangan menegakkan demokrasi dari rezim tiran yang satu ke berikutnya. Bahkan, jauh sebelum memutuskan berjuang melawan para tiran, Che telah berpetualang bersama temannya Alberto Granada berkeliling Amerika Selatan naik motor.

Petualangan ini diabadikan menjadi sebuah film The Motorcycle Diaries besutan sutradara Walter Salles. Adegan yang mengharukan dalam film tersebut saat Che bersama kawannya menjadi relawan merawat penyandang kusta di San Pablo, Peru.

Petualangan demi petualangan dilalui Che, namun tidak untuk bersenang-senang seperti yang kebanyakan orang. Tujuannya memperjuangkan demokrasi sejati di berbagai negara. Buku Hari-hari terakhir Che Guevara merupakan catatan hariannya semasa bergerilya melawan rezim tiran di Bolivia.

Pedalaman Bolivia menjadi saksi perjuangannya bersama para sahabatnya. Che terus bergerak menembus berbagai rintangan dan alam berat di pegunungan yang bisa mencapai 2.000 meter. Dia melakukannya juga dalam kondisi sakit asma.

Che menulis, “Jalan yang ditempuh semakin sempit seperti sebuah fiasco (botol anggur). Miguel dan Urbano butuh waktu 57 menit untuk kembali hari ini. Mereka bergerak begitu lambat. Tidak ada kabar. Pacho makin baik kondisinya, aku justru sebaliknya. Siang malam terasa begitu berat. Seolah tidak ada tanda-tanda sehat. Aku telah mencoba menyuntik langsung ke saluran nadi dengan novocaine, tetapi tak banyak membantu,” (hal 228). Tidak sedikit sebuah buku catatan harian (diary) yang awalnya ditulis dengan “iseng”, lantas di kemudian hari menjadi sebuah bacaan yang digemari bahkan begitu berpengaruh pada masyarakat.

Misalnya di Indonesia, ada Catatan Harian Seorang Demonstran yang ditulis oleh Soe Hok Gie, ada pula Pergolakan Pemikiran Islam; catatan harian Ahmad Wahib. Kedua buku tersebut begitu digemari oleh para aktivis pergerakan mahasiswa.

Juga ada buku harian Anne Frank (The Diary of Anne Frank) yang mengisahkan ketegangan dan kepiluan hidupnya dalam persembunyian di Belanda saat kependudukan Nazi. Demikian juga buku ini yang mengajarkan tetap memperjuangkan yang kita yakini. Hidup memang layak untuk diperjuangkan. Karena itulah, Che selalu dikenang. Pria kelahiran Argentina 14 Juni 1928 ini bahkan dijadikan pahlawan Kuba.

Ia juga menjadi panutan perjuangan para aktivis dan ikon kaum muda. Banyak kaum muda berkaos Che dengan baret. Sayang, tidak semua pemakainya memahami arti kaosnya. Pada akhirnya, petualangan Che harus berakhir. Pada 9 Oktober 1967, dia tewas dibunuh. Namun, kisah hidupnya tetap menginspirasi banyak orang. Buku ini salah satu warisan berharga dari kehidupannya. (Tufail Muhammad - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Robert Scheer (2014), "Hari-hari terakhir Che Guevara", Pustaka Narasi, 978-979-1683-45-6 : 280 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MEMOAR

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447759

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit