The Doctor Cetak E-mail
(1 vote)

Menguak Praktik Kotor para Dokter

The DoctorTugas dokter menyehatkan masyarakat. Namun, faktanya, ada dokter yang memanfaatkan posisinya untuk mengeruk kekayaan, tapi selalu ada yang sosial. Lewat kisah Adib, novel ini menyuguhkan fakta hitam putih, bahkan abu-abunya dunia medis. Dia tergolong dokter idealis. Ketika lulus fakultas kedokteran, bertugas selama dua warsa di pelosok Bengkulu. Banyak pengalaman pengabdian, bahkan mimpi buruk jendela rumah dinasnya digedor dan dihancurkan tengah malam.

Bagi masyarakat, karena mengabdi, seorang dokter bisa diminta bantuan setiap saat. Dalam lelap tidur pun harus segera bangun mengobati pasien. Dia harus nonstop mengabdi. Adib sempat kelabakan dengan gaji pengabdian pemerintah karena tak cukup untuk hidup bulan.

Akhirnya Adib melamar dan diterima di  sebuah rumah sakit swasta Bekasi di UGD. Awal berkerja sempat stres karena suasana penuh ketegangan. Lambat-laun, pekerjaan itu dinikmatinya. Sebagai dokter baru, dia harus menambah pengalaman dari tingkat bawah. Di rumah sakit itu, hati Adib gelisah lahir dan batin. Ternyata, banyak pasien miskin tak dilayani secara baik. Orang melarat diberi obat sekenanya.

Perlakuan tidak semestinya itu membuat batin Adib berontak. Selidik penuh selidik, beberapa dokter memang kolusi dengan perusahaan farmasi. Roni, temannya, menjelaskan bahwa dokter ibaratnya bintang iklan. Dia dibayar perusahaan yang sedang mempromosikan produknya. Bagi perusahaan farmasi, dokterlah bintang iklannya (hlm 91-93).

Waktu berjalan. Nasib tragis Adib bermula ketika ada pasien perempuan bernama Linda  sore hari. Hasil diagnosisnya dia harus lekas dioperasi. Sebagai petugas jaga, Adib menghubungi keluarga pasien untuk minta persetujuan. Istilah medisnya, informed consent. Sampai batas jaga Adib selesai, belum ada tanggapan. Tugas dialihkan ke dokter Dita yang jaga selanjutnya. Operasi akan dilakukan dokter Alvin. Paginya, Adib mendengar informasi pasien meninggal. Saat rapat komite medik, Adib dituduh tak becus karena tidak berhasil memperoleh persetujuan keluarga. Kesenioran dokter Alvin membuat mulutnya dipercaya. Di sisi lain, dokter Dita menuduh Adib meninggalkan UGD sebelum waktunya. Adib dipecat tanpa pesangon.

Tak larut dalam kesedihan, akhirnya Adib pindah ke Tangerang untuk mengais nafkah di klinik 24 jam. Gajinya tak seberapa. Lambat laun, dia tahu ada perilaku aborsi di klinik itu yang minimal bisa mendapat sejuta rupiah untuk sekali operasi. Meskipun terpuruk secara ekonomi, Adib tak mau jalan pintas. Dia prihatin ada klinik demikian Adib juga menemui fakta LSM abal-abal yang mengaku membela pasien. Biasanya pasien yang tak sembuh diobati menjadi lahan LSM  untuk memeras dokter malpraktik.

Di tengah silang sengkarut urusan klinik, Adib menyimak proses hukum kematian Linda. Hasil sidang MKDI menyebut tak ada kelalaian Adib. Setelah proses penyidikan melelahkan, polisi menggunakan KUHP Pasal 359 menetapkan dokter Alvin sebagai tersangka (hlm 198-201).

Novel ini bisa jadi kaca benggala jagat kedokteran. Tak dimungkiri, banyak dokter yang bernasib serupa Adib yang dijadikan kambing hitam seniornya. Dia dikhianati teman sejawatnya dan menghadapi serangan organisasi pemeras. Bahkan dia pun “terpaksa” mengkhianati sumpah dokter agar melayani pasien segala golongan, semiskin apa pun. (Bety Widyastuti - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Rahadi W. Pandoyo (2015), "The Doctor", Mazola, 978-6022-557-78-4: 291 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25204146

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit