Suramadu; Kisah Kau-Aku Cetak E-mail
(1 vote)

Solilokui Seorang Penyair

Suramadu; Kisah Kau-AkuSeorang penyair bukan sekedar dituntut mampu meracik kata menjadi kalimat yang indah dan memiliki nilai estetik. Seorang penyair harus mampu menyihir pembaca melalui media bahasa. Media bahasa yang digunakan penyair serupa jembatan untuk mengubah pola pikir dan pola sikap pembaca. Seorang penyair dituntut mampu memilih diksi yang sesuai untuk menyampaikan amanat kepada pembaca.

BH Riyanto mencoba mengekpresikan kegelisahan batinnya melalui antologi puisi Suramadu; Kisah Kau-Aku. Sebagai seorang penyair, merupakan hal yang wajar ketika BH Riyanto menuangkan pengalamannya melalui kumpulan puisi. Ini sah-sah saja. Bahkan, segala fakta kemanusiaan yang diabadikan dalam sebuah karya sastra akan memiliki nafas panjang untuk dijadikan renungan hidup.

Apa yang ditulis BH Riyanto serupa aktivitas seni yang perlu diapresiasi. Rasa gelisah yang dialami penyair ini mendominasi pesan yang terkandung dalam antologi puisi ini. Salah satunya tertuang dalam puisi berjudul Tirai Kau-Aku. Secara lugas, penulis menyampaikan kegelisahan terkait beban batinnya yang tak kunjung usai: Belum juga sirna galau hati/ apakah lagi turut ‘kan menyibak/ kristal beku/ tirai kau-aku// kapan derita ini ‘kan berakhir?// Agin kencang berlalu, bukan apa/ walau kadang kutitipkan rasa/ tetap tiada harap mendekap// (hal. 1).

Entah, apakah ini merupakan pengalaman individu penulis atau pengalaman orang lain yang diekpresikan ke dalam media bahasa. Pengalaman ini bisa berupa pengalaman sepintas atau merupakan sekumpulan pengalaman yang tak mampu dibendung dalam perasaan. Menurut Sumardjo dan Saini (1991:10), pengalaman manusia merupakan akumulasi yang utuh karena meliputi kegiatan pikiran, nalar, kegiatan perasaan, dan khayal. Kenyataan adalah sesuatu yang dapat merangsang atau menyentuh kesadaran manusia, baik yang ada dalam dirinya, maupun yang ada di luar dirinya.

Hal yang lebih lugas termaktub dalam judul puisi Sajak Gerimis. Di sini, penulis masih meluapkan kondisi batinnya yang labil. Penyair senantiasa ‘memotret’ rasa gelisah karena merasa kehilangan. Perasaannya semakin terasa sakit ketika ia mengingat tentang masa lalunya. Sisa-sisa gerimis/ mengetuk petang yang gelisah// aku juga menyapa dingin angin/ makin kaku sukma/ lantaran rasa kehilangan/ yang menghantu// tambah lagi masa lalu/ dikenang jadi sembilu/ selalu saja mengiris/ di runcing gerimis// (hal. 7).

Si penyair seperti mengalami gelisah yang tak berkesudahan. Pada puisi berikutnya, sesuatu yang dirasakan si penyair semakin mendera batinnya. Bahkan, ia semakin merasakan luka yang membuat dirinya semakin menderita. Ini terungkap dalam puisi berjudul Perih Rindu. Hingga kapankah perih rindu ini kuperam/ ; kepadamu/ lewati malam demi malam yang paling batu/ menghujamkan luka-luka yang gulita// (hal. 18).

Ketika dunia politik membentuk karakter manusia menjadi ‘kasar’ dan ‘bringas’, karya sastra lahir sebagai penyeimbang. Dalam larik di atas, penyair menuangkan kegelisahan batinnya dengan bahasa yang lembut dan halus. Betapa banyak karya sastra yang mampu mengubah kepribadian penulis dan penikmat karya sastra. Diakui Faruk dalam Pengantar Sosiologi Sastra (1994: 83), karya Huxley, Farrar, dan Arnold merupakan karya-karya yang membangun citra kesusastraan dan membangun pikiran-pikiran yang anggun, mendalam, halus, mulia, dan menghasilkan budaya yang memanusiawikan.

Melalui buku ini, BH Riyanto seakan melukiskan kegelisahan tak berujung. Hingga akhir puisinya, ia menulis Lautan Kerinduan. Puisi ini bukan sekedar melukis perasaan rindu sang penyair, tetapi perasaan sedih yang dialaminya. Kini/ aku di pantai ini/ sendiri// kembali memunguti sisa kenangan bersamamu// tapi kau telah tiada/ menghilang di antara berpuluh-puluh purnama// (hal. 52).

Melalui puisi, penyair mengekpresikan fakta kemanusiaan untuk dijadikan bahan renungan. Perjalanan hidup tidak selalu beriringan dengan keinginan dirinya. Perlu ada kesadaran batin yang akan menjadikan manusia menjadi lebih bijaksana. Maka, pembaca perlu belajar melalui puisi tentang derita yang dialami penyair. Terlebih, cinta tak selamanya menyajikan sebuah kebahagiaan, tetapi juga derita yang berkepanjangan.

*Suhairi Rachmad adalah Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surabaya

 

 

, BH Riyanto (2015), "Suramadu; Kisah Kau-Aku", Revka Petra Media, 978-6021-162-94-1: 56 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KUMPULAN PUISI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25204311

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit