A Cup of Green Tea Cetak E-mail
(1 vote)

Belajar dari Berbagai Prinsip Hidup Warga Jepang

A Cup of Green TeaSelain berteknologi tinggi, Jepang memiliki warga yang berdisiplin tinggi, tekun, dan pantang menyerah. Buku A Cup of Green Tea menceritakan kebiasaan warga negeri Sakura disertai kutipan-kutipan menarik dan inspiratif. Buku ini merupakan catatan dan refleksi berbagai kejadian sehari-hari.

Penduduk Jepang tidak tergiur mengambil milik orang lain. Mereka percaya bahwa sesuatu yang bukan miliknya pasti punya orang lain. Jika mengambil milik orang lain, mereka percaya suatu hari akan kehilangan juga dan jumlahnya bisa lebih besar (halaman 7-14).

Prinsip dan kepercayaan tersebut begitu melekat sehingga terimplementasi dalam perilaku sehari-hari. Prinsip itu pun berpadu dengan budaya malu melakukan sesuatu yang salah, melanggar peraturan, dan bertentangan dengan hati nurani.

Dalam beberapa bagian lain diceritakan penting dan manfaatnya menuntut ilmu seumur hidup. Mereka percaya bahwa belajar terutama belajar bahasa asing dapat menunda kepikunan. Mereka tidak ingin hidupnya menjadi beban orang lain (halaman 26).

Orang-orang tua di Jepang belajar dalam berbagai cara seperti membentuk kelompok, Daily Care Service Center yang disingkat Deisentaa, sampai Kotobuki Daigaku (Universitas untuk lansia). Deisentaa lebih mirip taman kanak-kanak para lansia. Ini ada yang sepenuhnya milik pemerintah, tapi banyak juga dijalankan swasta bekerja sama dengan organisasi nirlaba.

Sementara Kotobuki Daigaku yang berada di kota Nara seperti layaknya perguruan tinggi mempunyai beberapa jurusan. Di antaranya, gardening, kaligrafi, melukis, paduan suara, seni keramik, dan lain-lain. Yang menarik “mahasiswa” di Kotobuki Daigaku minimal usia 62. Mereka “kuliah” selama 4 tahun (halaman 35-39).

Penduduk “ras kuning” juga sangat bersih. Menjaga kebersihan diajarkan mulai dari rumah, sekolah, tempat kerja, dan lingkungan. Di sekolah sampai perguruan tinggi para siswa/mahasiswa dilibatkan dalam menjaga kebersihan. Sekolah yang bersih dan sehat dapat membantu para siswa dan guru melaksanakan proses belajar mengajar dengan hasil lebih optimal (halaman 85-89).

Budaya kerja sama masyarakat Jepang banyak diakui dunia. “Seorang profesor Jepang akan kalah dengan seorang profesor Amerika, namun sepuluh profesor Amerika tidak bisa mengalahkan sepuluh profesor Jepang.” Begitulah bunyi anekdot yang menjelaskan tentang budaya team work Jepang dalam menyelesaikan pekerjaan. Lihat saja dalam Undokaiatau festival olah raga. Undokai tidak hanya diadakan di sekolah-sekolah, tetapi juga di instansi pemerintah dan swasta (halaman 90-93).

Orang Jepang cenderung menghindari perbedaan pendapat atau berkonfrontasi secara terbuka. Mereka lebih mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan suatu masalah guna mendapat keputusan terbaik.

A Cup of Green Tea dipilih sebagai judul karena seringkali ketika penulis membuat catatan-catatannya ditemani secangkir teh hijau. Selain rasanya yang menyegarkan, teh hijau pun banyak mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh. Sesuai dengan rasa dan manfaat teh hijau pula, buku ini pun membuat pembaca merasa segar, tercerahkan, dan mendapat manfaat. (Nita Triana - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Ade Tuti Turistiati (2015), "A Cup of Green Tea", Pena Nusantara978-6021-277-45-4: 170 Halaman.

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & BUDAYA - JEPANG

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25200624

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit