This Star Won`t Go Out Cetak E-mail
(2 votes)

16 Tahun Hidup Esther yang Sangat Menginspirasi

This Star Won`t Go OutMenulis bisa menjadi terapi jiwa dan sarana mengabadikan kehidupan, termasuk kisah diri. Pengarang besar Pramoedya Ananta Toer mengatakan, “Karena kau menulis, suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.” Buku ini merupakan memoar seorang gadis Esther Grace Earl berisi catatan-catatan harian diri, orangtuanya: Wayne dan Lori Earl, keluarga, serta sahabat-sahabat.

Esther lahir pada 3 Agustus 1994 di Massachusetts, Amerika Serikat. Pada tahun 2006, saat berusia 12 dan tinggal di Perancis bersama keluarganya, dia didiagnosis menderita kanker tiroid metastatik papiler. Ini tipe kanker tiroid paling sering dialami anak-anak (halaman 19).

Yang menarik, Esther adalah gadis yang suka menuliskan pikiran dan perasaannya dalam catatan atau surat panjang untuk anggota keluarga (halaman 26-36). Begitu juga dengan kedua orangtuanya. Saat Esther hampir meninggal dalam perawatan yang cukup lama di rumah sakit, pada Oktober 2008, Wayne dan Lori memulai situs web CaringBridge untuk menyampaikan kabar terbaru kondisi Esther kepada keluarga, teman, maupun simpatisan (halaman 42).

Esther sendiri memiliki sekitar 10-15 blog tempat menulis catatan-catatan hariannya (halaman 89). Baginya, blog tak ubahnya buku harian publik (halaman 92). Keterbatasan gerak dan aktivitas karena penyakitnya, membuatnya memiliki banyak waktu untuk menulis dan berinteraksi di dunia maya.

Berawal dari kecintaan yang sama terhadap novel Harry Potter, Esther bertemu sahabat-sahabat dunia mayanya yang kemudian “kopi darat.” Dari aktivitas grup chat di Skype setiap malam, lahirlah Catitude terdiri dari 25 orang. Mereka sama-sama kecanduan internet, penggemar John Green, dan semua mengenal Esther (halaman 127).

Ketika penyakit kanker Esther diketahui, persahabatan mereka yang berada di dalam Catitude semakin erat. Walau dipisahkan jarak, mereka berkesempatan bertemu dan berkumpul dalam acara akhir pekan Make-a-Wish, yang sudah direncanakan selama dua tahun untuk Esther (halaman 173).

Make-a-Wish merupakan yayasan yang mengabulkan keinginan anak pengidap penyakit mematikan di Amerika (halaman 46). Dalam acara itu, Esther berkesempatan bertemu penulis favorit, sekaligus temannya, John Green. Seperti diakui John Green, Estherlah yang telah menginspirasi menulis novel The Fault in Our Stars (halaman 8).

Perhatian juga datang dari teman masa kecilnya, Alexa Lowey. Dia mengirim paket berisi gelang warna hijau jeruk limau bertuliskan kalimat sederhana: Bintang ini tidak akan padam. Itu harapan untuk Esther (halaman 173).

Sifat Esther yang hangat, penyayang, penuh cinta, dan pantang menyerah, tergambar dari tulisantulisan tentang diri, penyakit, dan keluarganya. Bayangan perpisahan yang bisa datang sewaktu-waktu membuat keluarga ini begitu menghargai setiap kebersamaan. Berkumpul bersama untuk makan dengan seluruh anggota keluarga adalah perayaan kehidupan. Lori berpesan, berterima kasihlah kepada Tuhan atas kehadiran keluarga dan teman-teman. Tataplah mata seseorang dan katakan langsung bahwa kau mencintainya hari ini (halaman 155).

Tanggal 25 Agustus 2010, Esther meninggal dunia pada usia 16. Seluruh keluarga mendampingi (halaman 229-230). Dia mendonorkan dua kornea matanya (halaman 257). Gadis ini juga menginspirasi keluarganya untuk mendirikan yayasan. Mereka berkomitmen membantu secara finansial keluarga-keluarga dengan anak penderita kanker. Yayasan diberi nama This Star Won’t Go Out (halaman 281). Berikut salah satu kata-kata Esther yang dikenang banyak orang, “Berbahagialah, jika kau tidak bisa bahagia. Lakukanlah sesuatu yang membuatmu bahagia. Atau, tidak lakukan apa pun dengan orang-orang yang membuatmu bahagia (halaman 268). Bagian akhir buku memuat fiksi orisinal tulisan Esther tahun 2007-2010 (halaman 285-316). (Yulina Trihaningsih - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

, Esther Grace Earl, dkk (2015), "This Star Won`t Go Out", Noura Books, 978-6020-989-15-0: 336 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
NOVEL SPIRITUAL

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24483087

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit