Bullying Siapa Takut! Cetak E-mail
(1 vote)

Mengatasi Beragam Bentuk Bullying

Bullying Siapa Takut!Menurut Komisi Nasional Perlindungan Anak bullying adalah kekerasan fisik atau psikologis berjangka panjang yang dilakukan seseorang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri. Tindakan ini dilakukan dalam situasi di mana ada hasrat untuk melukai, menakuti, atau membuat orang lain merasa tertekan, trauma, depresi, dan tidak berdaya. Melihat definisi tersebut, bullying bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Dan kenyataan yang teramat pahit ternyata bullying marak terjadi di lingkungan sekolah.

Yang perlu disadari pula bahwa kebanyakan dari pelaku bullying adalah anak-anak “bermasalah” yang sebetulnya mereka sendiri adalah korban bullying dari lingkungan keluarga atau masyarakatnya. Sebagai bentuk balas dendam atau meluapkan ketidakberdayaannya, anak korban bullying di rumah atau di lingkungan akan terpicu untuk berkelompok lalu mem-bully orang lain yang lebih lemah. Oleh karena itu, sebagai upaya pencegahan orangtua dan masyarakat harus menciptakan lingkungan sehat pada setiap anak.

Menghadapi maraknya bullying yang menimpa anak-anak sekolah, sekali lagi peran orangtua sangat dibutuhkan untuk memberikan solusi-solusi menghadapi bullying yang kian beragam bentuk dan medianya. Secara garis besar bentuk bullying dibedakan menjadi tiga, verbal, fisik, dan psikis. Bullying verbal contohnya adalah bullying lewat media sosial. Lewat jejaring sosial, bullying bisa menyebar lebih cepat dan menyasar lebih banyak. Oleh karena itu, orangtua haruslah memberi pengarahan pada anak agar berhati-hati menggunakan media sosial.

Sebagai langkah antisipasi atau mempersempit kemungkinan bullying melalui media sosial, penulis merilis beberapa tips yang penting diperhatikan. Di antaranya adalah menghindari kontak secara terbuka di media sosial, menghindari memasang foto diri, teman, atau pun kejadian yang membuka potensi bullying, memastikan media sosial telah di-logout sebelum ditinggalkan, “berbicara” dengan sopan jangan sampai menyinggung perasaan orang lain, serta cek dulu sebelum kita menerima pertemanan, dll. Tips yang sepertinya biasa namun pada kenyataanya banyak yang kurang memperhatikan, padahal bullying sering terjadi akibat pengabaian akan hal-hal tersebut (hal. 22-23).

Pemerasan atau bentuk gangguan fisik lainnya juga merupakan salah satu bentuk bullying fisik yang sering dialami oleh para siswa, baik oleh temannya sendiri di sekolah, maupun oleh orang lain di luar sekolah. Bila hal itu menimpa anak kita, maka ada beberapa saran yang bisa kita berikan kepadanya. Menghindar salah satunya. Ketika seorang anak merasa tidak nyaman, tertekan, atau melihat sebuah hal yang mencurigakan, maka sarankan untuk segera pergi dari tempat tersebut. Bila itu di jalan berangkat atau pulang sekolah, maka cari jalan lainnya. Menghindar bukan berarti kalah, tapi berarti melindungi diri dari bahaya.

Selain itu adalah meningkatkan kepercayaan dan ketenangan diri. Sebab, ketakutan akan membuat orang mudah ditekan. Anak yang tampak minder, kesepian, tampak lemah, dan anak yang mudah panik dan gugup adalah target emput bullying. Dan salah satu cara untuk meningkatkan rasa percaya diri adalah dengan menguasai ilmu bela diri. Tapi ingat tujuan utama bela diri adalah untuk membela dan melindungi diri, bukan untuk unjuk kekuatan apalagi untuk tujuan kejahatan (hal. 32-34).

Sedangkan, bentuk bullying psikis yang sering menimpa siswa adalah pengucilan. Seseorang yang dikucilkan akan merasa sedih, bingung dan putus asa. Pada akhirnya bisa saja mereka merasa ditinggalkan, tidak punya teman, sendirian, tak berdaya, dan tak berarti. Penyebabnya bisa beragam di antaranya, dianggap tidak wajar, kurang bisa bergaul, dan sebagainya. Sebagai orangtua kita tentu sangat sedih bila ini menimpa anak kita. Ada beberapa langkah yang seharusnya disarankan orangtua pada sang anak. Pertama-tama tentu mencari tahu sumber masalah, karena tidak ada sesuatu yang muncul tanpa penyebab. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Mungkin dari diri anak sendiri, dari rasa iri teman, dari perselisihan antar teman atau kelompok, dari kekurangmampuan anak bergaul, atau dari sikap dan sifat sang anak yang negatif. Setelah tahu sumber penyebabnya, langkah selanjutnya yang harus dilakukan sang anak adalah melawan pengucilan itu dengan menunjukkan kelebihan diri dan banyak bergaul (hal. 41-43).

Masih banyak strategi-strategi jitu lain yang dikupas oleh buku ini. Untuk mengantisipasi dan mengatasi bullying semua pihak harus bersama menciptakan lingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah yang sehat, yang membuat anak merasa dihargai sekaligus terlindungi. (Moh. Romadlon)

 

 

, Fitri Cakrawati (2015), "Bullying Siapa Takut!", Tiga Ananda, 978-6027-690-96-7: - Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
PSIKOLOGI ANAK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24483170

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit