Dokter Rakyat Cetak E-mail
(1 vote)

Bukan Sekadar Mengobati Pasien

Dokter RakyatBuku berjudul Dokter Rakyat ini berisi berbagai pengalaman seorang dokter yang mengabdi selama satu tahun di daerah terpencil di Pulau Flores. Melihat garis besar isi buku, kita tentu ingin mengetahui hal-hal menarik apa saja yang ditemui dan dialami sang dokter selama bertugas di sana.

Kisah ini berawal dari dr. Andre Setiawan, penulis buku ini, yang memutuskan untuk mengikuti program dari pemerintah sebagai dokter PTT (Pegawai Tidak Tetap). Walaupun bukan merupakan program wajib bagi para dokter muda, Ia bersama istrinya yang juga seorang dokter tetap memutuskan untuk mengikuti program ini. Setelah mengirim berkas pendaftaran, ternyata mereka berdua diterima untuk melakukan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bajawa, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Daerah di Pulau Flores memang dikenal daerah terpencil namun di sana terdapat destinasi wisata yang menarik. Maka, disamping menjalani rutinitas sebagai dokter, penulis tidak melewatkan kesempatan mengeksplor tempat wisata di Pulau Flores. Tempat pertama yang dikunjungi adalah Rumah Retret Mataloko. Suasana daerah Mataloko yang berkabut dan gaya arsitektur bangunan yang bergaya Eropa membuat pengunjung seperti berada di Eropa. Penataan taman di sekitar bangunan semakin memperkuat suasana Eropa tersebut (halaman 45).

Selanjutnya terdapat Kampung Adat Bena. Di sebelah kiri kampung tersebut terdapat tepian jurang. Ada sebuah mitos menarik. Di tepi jurang tersebut ada sebuah batu besar yang berdiri diatas sebuah batu lain yang berukuran lebih kecil. Namun batu besar tersebut seperti menempel dengan batu yang lebih kecil dibawahnya sehingga tidak jatuh walaupun posisinya nyaris miring. Tidak hanya itu, batu ini juga dipercaya sebagai indikator keselamatan desa. Dahulu katanya batu itu pernah hilang dan ditemukan jatuh di jurang. Keesokan harinya ada anggota tetua adat desa yang meninggal. Beberapa hari kemudian, setelah kondisi desa membaik, batu itu kembali ke tempatnya semula. Sungguh hal mistis (halaman 49). Selain kedua tempat wisata tersebut masih ada tempat pemandian air panas Soa serta Taman Laut 17 Pulau Riung yang diibaratkan penulis seperti surga yang tersembunyi.

Selama mengabdi di sana, penulis bersama istrinya menempati rumah dinas yang sudah lama tidak ditempati. Suasana pengap, debu tebal, hingga sarang semut mengisi ruangan rumah. Belum sampai disitu, di rumah tersebut juga diisukan pernah ada pasien yang meninggal, sehingga kesan mistis dan horror menyelimuti suasana rumah. Hingga akhirnya terdengar suara ketukan dibelakang lemari. Di dekat lemari tersebut ada ruangan tersembunyi yang terlihat angker. Sang dokter pun memberanikan diri untuk mengetahui sesuatu di ruangan tersebut. Ia melihat sesuatu yang menyebabkan adanya suara ketukan dibelakang lemari (halaman 73-75). Apakah itu ? benarkah hantu ?

Pengalaman aneh juga dialami penulis. Ia menemukan seorang penduduk yang menderita penyakit voyeurism, yaitu suatu penyimpangan seksual dimana seseorang mendapat kepuasan seksual dengan mengintip orang lain yang tidak berpakaian atau sedang melakukan hubungan seksual. Ia dan istrinya sempat menjadi korban karena pelaku pernah mengintip mereka ketika tidur. (halaman 116-117).

Namun diantara kisah-kisah menarik tersebut terdapat beberapa kisah yang terlihat biasa saja. Hal itu cukup menurunkan ekspektasi di awal yang diharapkan selalu ada hal baru dan seru pada setiap bab cerita. Walaupun begitu, buku ini mampu dengan jelas menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat beserta keunikan yang ada di sana. Tempat wisata yang diceritakan penulis juga dapat menambah referensi destinasi wisata bagi pembaca.

Buku ini juga dilengkapi gambar sketsa ilustrasi yang dibuat sendiri oleh penulis, sehingga memudahkan pembaca memahami isi buku. Pada akhirnya buku ini cukup menginspirasi terutama untuk para dokter muda agar mau mengabdi di daerah terpencil karena tentu banyak hal baru dan menarik yang tidak ada di daerah perkotaan, dan hanya dapat ditemukan di desa-desa. (Raimundus Brian Prasetyawan)

 

 

, dr. Andre Setiawan (2015), "Dokter Rakyat", Penerbit Buku Kompas, 978-979-709-920-6: 186 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
MEMOAR

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24480977

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit