No Easy Day; The Autobiography of a Navy SEAL Cetak E-mail
(2 votes)

Teka-teki Kematian Bin Laden dan Kehebatan SEAL

No Easy Day; The Autobiography of a Navy SEALOperasi militer bersandi Neptune Spears dilancarkan Amerika Serikat (AS) tiga tahun lalu guna menangkap pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden. Aksi ini mengandung risiko besar nyawa pasukan elite Angkatan Laut AS, SEAL. Ada juga pertaruhan hubungan baik AS-Pakistan. Operasi rahasia dilancarkan di Kota Abbottabad, Pakistan.

Pasukan SEAL dari DEVGRU atau Grup Pengembangan Perang Khusus Angkatan Laut (dibentuk 1980) diterbangkan dari pangkalan AS di Afganistan, Jalalabad, dekat perbatasan dengan Pakistan. Dua helikopter jenis Black Hawk MH-60 dan Chinook CH-47 mengangkut pasukan tersebut. Black Hawk, tempat Mark Owen, penulis buku ini, diberi nama sandi Chalk One. Mereka terbang memutar dan mendekati kompleks perumahan Osama dari tenggara. Sayang, heli Black Hawk ini gagal mendarat di halaman dalam karena ekornya menyangkut dinding pagar. Dia harus crash landing di halaman luar. Tak ada prajurit terluka.

Rumah besar Osama dalam keadaan gelap. Lewat teropong malam model terbaru, SEAL masuk bagian depan rumah. Will, satu-satunya anggota yang fasih berbahasa Arab, berteriak, “Ahmed al-Kuweiti, Ahmed al-Kuweiti, keluar!” Owen memecahkan kaca pintu dan menghamburkan peluru dari senapan berperedamnya.

Al-Kuweiti tidak menyerah begitu saja. Dia membalas menembakkan senapan AK-47 sebelum tewas. Di ruangan itu istri al-Kuweiti, Mariam, berteriak-teriak (halaman 222). Grup penyerang lain melihat kelebat bayangan pria. Seorang penyerang berbisik, “Khalid, Khalid.” Khalid, putra Osama, melakukan kesalahan. Dia melongok ke arah pembisik dan langsung ditembak mati (halaman 232).

Seorang perempuan CIA, Jen, ikut dalam Operasi Neptune Spears. Osama tinggal di lantai tiga. Pasukan menyerbu (halaman 235). Seorang pria tertembak. Owen memotret pria berbadan jangkung tersebut. Penyerbu meyakini dialah Osama bin Laden. Operasi ini dipantau langsung Presiden Obama di Washington.

Will yang fasih berbahasa Arab menanyai seorang dari dua istri Osama di kamar tersebut tentang siapa si korban. “Sheikh,” jawab si istri. “Sheikh siapa?” Lalu perempuan itu bungkam. Will menanyai seorang bocah perempuan yang menangis. “Osama bin Laden,” jawab si kecil. “Kamu yakin?” tanya Will. “Ya.” (halaman 245).

Will kembali menanyai salah seorang istri Osama minta berterus terang. “Osama,” jawabnya. “Osama siapa?” desak Will. “Osama bin Laden” (halaman 246). Anggota tim lain, Jay, menyampaikan identitas korban kepada komandan operasi, Admiral McRaven, yang menunggu di Jalalabad. “Demi Tuhan dan negara, saya mengonfirmasi dia Geronimo (nama sandi Osama bin Laden dalam operasi ini),” lapornya (halaman 247).

Operasi ini telah melewati waktu 10 menit. Guna menghilangkan jejak, terutama peralatan komunikasi di heli Chalk One, mereka harus meledakkan heli itu. Will menggiring para perempuan dan anak-anak ke tempat aman agar tidak terluka. Tim peledak buru-buru memasang peralatannya ke heli nahas itu. Mereka berlarian menuju ke heli Chalk Two. Will orang terakhir yang berlari dari rumah Osama.

Polemik tentang siapa eksekutor pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, mengemuka belum lama ini. Mark Owen disebut yang menewaskan Osama. Tapi di buku tidak secara jelas disebutkan siapa sejatinya penembak Osama. Mark Owen adalah nama samaran demi keamanan diri maupun rahasia institusi SEAL-nya. Buku ini ditulis dengan gaya novel.

Dalam pesan awalnya, Mark Owen berterus terang bahwa bukunya berisi kejadian nyata, namun semua nama, waktu, dan tempat yang sensitif disamarkan. Pesana utama buku ini adalah memperlihatkan kehebatan pasukan SEAL. Tidak ada hari yang mudah, kecuali kemarin. “The only easy day was yesterday”. Itulah filosofi SEAL. Jadi, memang no easy day. Tak ada hari yang mudah bagi mereka. (Adji Subela - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

 

, Mark Owen and , Kevin Maurer (2014), "No Easy Day; The Autobiography of a Navy SEAL", New American Library, -: 316 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
OTOBIOGRAFI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25236819

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit