Inspiration for Women; Rahasia Kesuksesan Para Pendekar Wanita Dunia Cetak E-mail
(2 votes)

Kartini Pejuang Kemerdekaan Kaum Wanita

Inspiration for Women; Rahasia Kesuksesan Para Pendekar Wanita DuniaRaden Adjeng Kartini atau biasa disingkat R.A. Kartini adalah cermin pejuang kaum wanita yang begitu gigih melawan kultur masyarakat yang menomorduakan kaum wanita dan menganggap bahwa wanita tak perlu mengenyam pendidikan tinggi. Karena kultur yang berkembang saat itu menganggap bahwa wanita toh pada akhirnya akan kembali ke dapur dan melayani kaum pria di rumah.

Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879 dan meninggal di Rembang pada 17 September 1904. Ia dibesarkan di lingkungan keluarga bangsawan dan termasuk sosok yang memiliki kemauan keras dan prinsip hidup yang kuat. Ia tak mau tunduk pada kolonial Belanda. Ia memiliki cita-cita besar membebaskan kaum wanita pribumi dari kungkungan budaya patriarki. Di mana sosok pria saat itu seolah-olah lebih superior sedangkan kaum wanita selalu inferior.

Cita-cita Kartini akan kebebasan kaum wanita dari ketimpangan budaya sangat tampak dalam surat-suratnya yang ia tujukan pada Rosa Abendanon, salah seorang temannya di Belanda. Ia melihat ketimpangan yang begitu nyata antara pria dan wanita. Karena itulah, cita-cita utamanya adalah menghapus diskriminasi tersebut menuju kesetaraan, kebebasan, dan penghormatan atas hak-hak kaumnya. Surat-surat Kartini lantas menjadi antologi yang disusun oleh J.H. Abendanon yang kemudian diterjemahkan oleh Armijn Pane menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang (1951).

Bagi Kartini, pendidikan adalah sebuah media untuk mengangkat harkat dan martabat wanita. Melalui pendidikan, proses penumbuhan kreativitas dan penggalian potensi dapat digalakkan. Dengan terkuaknya potensi wanita dan kemudian termanifestasikan dalam bentuk keterampilan, maka wanita akan bisa hidup mandiri dan terlepas dari pengekoran terhadap kaum pria.

Sebuah ujian datang menghadang kehidupan Kartini. Di saat ia tengah begitu bersemangat menanamkan idealisme untuk pembebasan sesama kaumnya, ternyata ia sendiri malah dijodohkan dan dinikahkan dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Joyodiningrat pada tanggal 12 November 1903. Kendati telah menikah, namun semangatnya untuk memperjuangkan hak-hak serta martabat kaumnya tidak pernah pupus (halaman 147-149).

 

Mendirikan Sekolah Khusus Wanita

Ketika sang suami melihat begitu kokoh komitmen yang dipegang oleh Kartini, ia pun berusaha memahami istrinya dan memberikan keleluasaan serta kebebasan. Terbukti, Kartini akhirnya mendapat dukungan sang suami saat akan mendirikan sekolah khusus kaum wanita pribumi yang berlokasi di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang.

Perjuangan dan kegigihan Kartini membela kaumnya tidak berhenti sampai di situ. Terbukti dengan didirikannya sekolah wanita bernama Sekolah Kartini oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun 1912, menyusul kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon, serta daerah-daerah lainnya. Sekolah tersebut didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh politik etis.

Berkat jasa-jasanya, Kartini lantas dikukuhkan sebagai pahlawan kemerdekaan nasional dan hari lahirnya, tanggal 21 April, diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Mengenang Kartini dan menjadikannya sebagai sosok yang inspiratif sama artinya dengan kesiapan kita untuk melanjutkan risalah perjuangannya dalam memerdekakan kaum wanita, salah satunya melalui jalur pendidikan (halaman 150-152).

Selain sosok Kartini yang sangat inspiratif bagi kaum wanita, masih ada sederet tokoh wanita yang berpengaruh dalam perjalanan sejarah dunia yang dipaparkan dalam buku berjudul “Inspiration for Women” ini. Misalnya, Dewi Sartika (tokoh pendidikan nasional di negeri ini), Margaret Thatcher (perdana menteri wanita Inggris yang begitu gencar melawan rezim Uni Soviet tahun 1976), dan lain sebagainya. (Sam Edy Y)

***

 

 

, Robert Junaidi (2015), "Inspiration for Women; Rahasia Kesuksesan Para Pendekar Wanita Dunia", DIVA Press, 978-6027-695-83-2: 192 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Resensi Genre Terkait
MOTIVASI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
SCHOOL for the NEXT LEADERS
Sponsor
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 24483117

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit