The Smiling General Cetak E-mail
(2 votes)

Melacak Jejak Kesuksesan Pak Harto

The Smiling GeneralHidup seperti dua sisi mata uang. Sisi satu dan lainnya berbeda tapi melekat dalam satu bentuk. Begitu juga di sepanjang kehidupan Pak Harto, ada sifat baik dan sifat buruk yang melekat. Ada sejumlah kesuksesan dan prestasi di balik sejumlah kegagalan dan kekurangan yang mengiringi masa jabatannya. Sayang prestasi-prestasi gemilang itu sekarang terasa tenggelam dan terlupakan. Padahal, baik kelebihan ataupun kekurangan beliau selaku Presiden adalah pelajaran berharga bagi para generasi penerus, terlebih bagi para pemangku kebijakan.

Berangkat dari kesadaran akan hal itu, penulis merasa perlu untuk menghadirkan buku ini, yakni buku yang mencoba melacak dan mengabadikan jejak keberhasilan-keberhasilan yang diraih dan dirasakan bangsa Indonesia di bawah rezim Pak Harto. Kupasan ini juga menjadi penting sebab era reformasi yang telah berhasil “menggulingkan” Orde Baru dan diharapkan akan memberi perubahan yang lebih baik, ternyata tdak berjalan sesuai harapan. Bahkan, korupsi sebagai salah satu borok Orde Baru, malah kian terlihat akut di masa reformasi. Belum lagi beragam permasalahan lain, seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, keamanan, kesejahteraan, masih serupa benang kusut yang tak kunjung terurai.

Oleh karena itu, tidak ada jeleknya bila kita bersama sedikit menengok ke belakang, mengingat kembali jasa dan prestasi yang diukir Orde Baru di bawah kepemimpinan Pak Harto. Kesuksesan-kesuksesan itu menebar dalam beragam bidang, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, politik luar negeri, bidang keamanan dan ketahanan NKRI, sampai bidang sosial dan komunikasi. Kesuksesan dalam bidang ekonomi misalnya dapat dilihat dari beberapa capaian-capaian, yang antara lain berupa peningkatan kesejahteraan rakyat secara signifikan, panjang usia harapan hidup meningkat dari 56 tahun menjadi 71 tahun sepanjang tahun 1966-1991, dan juga perbaikan sosial-ekonomi meningkat secara signifikan. Dampaknya, pertumbuhan ekonomi pun meningkat tajam dari -2,25% (1963) menjadi 12 % (1969).

Selain itu, Pak Harto juga sukses mengelola hutang luar negeri. Ini karena ia sangat berhati-hati menggunakan pinjaman luar negeri. Ia hanya mempergunakan untuk mendanai pembangunan produktif. Selama 32 tahun masa jabatanya, beliau hanya mencatatkan hutang sebesar sekitar 46,88 triliun rupiah pertahun. Jumlah ini lebih kecil jika dibandingkan 10 tahun era reformasi yang mencatat hutang sebesar 111,4 triliun rupiah per tahun. Beliau juga berkomitmen mewujudkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa. Komitmen ini tercermin dalam pengembangan industri-industri strategis berbasis high tech. (hal. 37-40).

Pak Harto juga berhasil mengendalikan inflasi. Ingat, saat pertama beliau jadi Presiden, Indonesia sedang mengalami masalah ekonomi akut. Laju inflasi meningkat tajam, harga bahan pokok naik secara signifikan, banyak rakyat kelaparan, ditambah suhu perpolitikan yang memanas. Dengan berbagai kebijakan, seperti derelegulasi dan debirokratisasi, pembukaan kran penanaman modal asing, dan sanering rupiah (mengurangi jumlah uang beredar), akhirnya beliau mampu menyelamatkan Indonesia dari ambang kehancuran. Selain itu ia juga berhasil mewujudkan swasembada beras, mensejahterakan petani, memberikan harga bahan pokok yang terjangkau bagi semua rakyat, dll (hal. 46).

Sementara keberhasilan yang tak kalah cemerlangnya adalah dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Dalam bidang pendidikan, Pak Harto terbilang sukses dalam memeratakan sekolah-sekolah di berbagai daerah lewat program SD Inpres, dan sukses memberantas buta huruf lewat program Kelompok Belajar. Dalam bidang kesehatan, di antara kesuksesan beliau adalah berhasil mengendalikan jumlah penduduk lewat program keluarga berencana. PBB pun menganugerahi Pak Harto piagam UN Population Award (hal. 62). Perhatian Pak Harto akan kesehatan masyarakat secara umum mendorongnya untuk memprakarsai berdirinya Posyandu dan Puskesmas di seluruh wilayah negeri (hal. 66).

Pak Harto juga sukses dalam menerapkan kebijakan terkait politik luar negeri, yakni politik Bebas Aktif. Dampaknya Indonesia pada masa itu sangat dihormati dan dihargai oleh negara-negara ASEAN, bahkan oleh dunia internasional. Selain berperan aktif di ASEAN ia juga aktif di gerakan Non-Blok. Keikutsertaan dalam gerakan ini mengartikan bahwa Indonesia tidak berpihak pada salah satu negara yang bertikai, tetapi menitik beratkan perdamaian (hal. 70).

Ulasan buku ini tidak sedang mengajak pembaca untuk sekedar melawan lupa. Lebih dari itu adalah mengajak untuk bersikap bijak dengan menjadikan sejarah sebagai batu pijakan guna melesat menuju masa depan yang lebih baik, yang lebih makmur dan sejahtera. (Moh. Romadlon)

 

 

, Wirianto Sumartono (2015), "The Smiling General", Palapa, 978-6022-557-95-1: 152 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25200609

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit