Learning From Butterflies Cetak E-mail
(3 votes)

Belajar Cinta di Singapura

Learning From ButterfliesOlga adalah mahasiswi fashion di Lasalle, kampus seni ternama di Singapura. Ia tinggal satu apartemen dengan kawan dari almamater yang sama, Enggar. Mereka berdua sama-sama berwatak ceria dan gaul. Setiap hari, Olga aktif stalking di blog Juandra karena terpikat dengan tampilan, postingan dan foto-foto editan karya cowok itu. Juandra sendiri merupakan anak mathematical science yang kuliah di kampus bergengsi NTU.

Juandra adalah anak genius yang pernah menang olimpiade matematika dengan IQ 140. Sifatnya tak seperti para genius pada umumnya, ia cerewet, gaul dan suka bersenang-senang. Tak heran, tiap ada kesempatan bersama Olga, Juandra bisa menyulut pertengkaran dengan gadis itu. Perkenalan mereka sebenarnya diawali oleh sahabat Juandra, Salman, yang menyukai Enggar. Salman mengorek informasi tentang Enggar dari Olga. Beberapa kali mereka berempat juga bertemu dalam acara yang diadakan PPI (hal. 81).

Sifat Juandra yang ceplas-ceplos itu adalah ekspresi akibat tak bisa melawan kehendak sang ayah, yang selalu mengekang anak-anaknya dan menomorsatukan nilai-nilai akademik. Riwayat keluarga lulusan kampus ternama dunia menjadikan ayahnya begitu mengagungkan kecerdasan. Apalagi dirinya seorang Profesor di kampus terfavorit negeri ini. Sang ibu hanya bisa membela kedua anaknya. Sementara Juandra begitu kagum pada adiknya, Junika, yang punya keberanian untuk menentukan pilihannya sendiri.

Dalam masalah cinta, Olga dan Juandra sama-sama terkendala oleh sang mantan. Olga sering sekali diteror oleh Alam, mantannya ketika SMA. Cowok itu memaksa Olga untuk kembali menerima dirinya. Sementara Juandra masih diharapkan oleh Mariska, mantan yang diputuskan dengan alasan LDR (hal. 129).

Perlahan tapi pasti, Juandra dan Olga menyadari bahwa mereka saling suka. Apalagi anak-anak PPI suka berolok-olok bahwa mereka berdua sangat cocok jika jadi pasangan. Namun Juandra tak juga memiliki keberanian menyatakan perasaannya. Bahkan, ia menyuruh seorang temannya untuk membelikan sekotak egg tart, makanan kesukaan Olga. Sampai ketika mereka harus pulang ke Tanah Air karena urusan keluarga dan tiba masa liburan, Olga yang lebih dulu membeberkan isi hatinya pada Juandra.

“Pipi Juandra memerah. Belum pernah ia mendapatkan pujian yang semanis ini dari cewek mana pun. Mariska hanya memuji kemampuan matematikanya, tetapi tidak pernah dengan suara selembut Olga sekarang.” (hal. 198)

Baik Juandra maupun Olga sama-sama belajar banyak hal di pulau Singapura. Tak hanya menjadi dewasa dengan tinggal jauh dari rumah, mereka juga belajar bagaimana mencintai seseorang dengan tulus apa adanya, tak berdasarkan kecerdasan atau hal-hal given lainnya.

Ide cerita novel ini sebenarnya menarik, sayang penggarapannya berlebihan. Novel ini terlalu banyak berisi percakapan sehari-hari, banyak memuat hal-hal kurang penting serta dialog yang mubazir. Penggunaan bahasa Inggris yang begitu banyak dalam dialog maupun narasi juga membuat pembaca cepat lelah―untuk menerjemahkan dan mengikuti percakapan tokoh-tokohnya. Penulis sering pula menjejalkan berbagai informasi dalam kalimat-kalimat panjang yang membuat pembaca semakin ngos-ngosan.

Mayoritas tokoh yang digambarkan berasal dari kelas sosial atas juga menjadikan novel ini terkesan begitu melangit dan tak terjangkau pembaca kalangan menengah ke bawah. Namun buku ini sarat informasi mengenai kehidupan mahasiswa luar negeri, khususnya Singapura. Penulis sendiri adalah mahasiswa yang sedang menjalani kuliah di Curtin University, Singapura. Diperkaya juga dengan nama-nama kampus favorit di beberapa negara yang bisa jadi referensi bagi siapa saja yang berminat berkuliah di luar negeri. (Athi’ Suqya Rohmah)

 

 

, Karina Nurherbyanti (2015), "Learning From Butterflies", Ping!!!, 978-6022-558-35-4: 244 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25208658

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit