Tips Membangun Komunitas Belajar di Sekolah Cetak E-mail
(3 votes)

Mendongkrak Hasrat Belajar Siswa Lewat Komunitas Belajar

Tips Membangun Komunitas Belajar di SekolahProses pembelajaran yang berlangsung di sekolah selama ini sangat membosankan. Bagi siswa ruang kelas laksana penjara saja yang mengerangkeng kebebasan berekspresi dan berkreativitas. Guru hanya menyuguhkan segudang teori tanpa mau peduli pada kondisi psikologi mereka. Akibatnya, potensi-potensi anak tidak secara utuh tersentuh. Dampaknya, hanya sedikit dari output lembaga-lembaga pendidikan yang mampu bersaing di level internasional.

Tentu fenomena ini sangat memilukan dan mendorong banyak pihak yang berkecimpung dalam dunia pendidikan untuk melakukan terobosan-terobosan guna menyelesaikan masalah ini. Salah satunya adalah dengan membangun komunitas belajar. Konsep yang dirasa efektif dan solutif inilah yang merupakan pokok pembahasan buku ini.

Sementara menurut Senge (1990), komunitas belajar didefinisikan sebagai sebuah organisasi di mana anggotanya mengembangkan kapasitasnya secara terus menerus untuk mencapai hasil yang diinginkan, mendorong pola pikir yang baru dan luas, serta terus belajar bagaimana belajar bersama-sama. Komunitas belajar meniscayakan adanya hubungan interaktif, dialogis, dan komunikatif antara beberapa orang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan moral (hal. 52-53).

Komunitas belajar dirasa penting, sebab di samping mempercepat proses pematangan keilmuan, ia juga bisa membangkitkan semangat berbagi dan menumbuhkan kesetiakawanan sosial pada anak didik. Selain itu ia akan mendorong keniscayaan terjadinya perubahan-perubahan yang mengedepankan relevansi dengan tuntutan perkembangan terkini.

Menurut Maia Rosyida, komunitas belajar dibangun atas dasar kesadaran untuk membangun kemandirian, kekuatan, dan kemauan kuat tentang peradaban baru melalui jaringan pendidikan. Nilai-nilai yang terkandung dalam komunitas ini adalah demokratis, kemanusiaan, substansial, esensial, dan memahami kebutuhan dengan berasaskan bahwa belajar adalah sebuah kewajiban. (hal. 64).

Untuk memaksimalkan fungsi dan mempercepat tercapainya tujuan di atas, komunitas belajar mesti dibangun secara sistematis, gradual, dan fungsional agar menjadi komunitas belajar yang profesional, yakni sebuah komunitas belajar yang mampu menjadikan belajar sebagai denyut nadi semua anggotanya serta menggerakan perubahan besar dalam cara berpikir, bersikap, bergaul, dan melihat dunia dengan cita-cita tinggi (hal. 82).

Melihat hal itu menjadi wajar bila komunitas belajar profesional diyakini sebagai sebuah wahana efektif bagi keseimbangan pengembangan tiga bentuk kecerdasaan manusia, yakni kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Tentu hal itu masih perlu didukung oleh adanya iklim keterbukaan, tidak adanya dominasi, adanya rotasi kepemimpinan, tidak adanya diskriminasi, serta terbangunnya rasa empati antar anggota komunitas (hal.109-115).

Sementara seorang guru dalam konteks komunitas belajar berfungsi sebagai pendamping, pembimbing, pendorong, serta teman diskusi atas berbagai gagasan dari anak didik. Sehingga guru harus bisa berperan sebagai sosok edukator, organisator,  inovator, inspirator, dinamisator, serta motivator. Seorang guru tidak lagi menjadi sosok sentral yang mendominasi proses pembelajaran. Ia hanya menjadi fasilitator yang mendorong para anak didik untuk lebih aktif, di mana peran guru hanya 30% sedang peran anak 70%. Pendekatan ini dikenal dengan active learning (hal. 166).

Pertanyaanya sekarang, bagaimana membangun komunitas belajar yang profesional di sekolah? Agar program komunitas belajar bisa terbangun dan berjalan harus ada kerjasama antar semua elemen dalam sekolah, wali murid, elemen masyarakat, hingga birokrasi. Kerjasama semua unsur itu bisa diterjemahkan dalam beberapa bentuk nyata, yaitu meliputi memberdayakan dan memaksimalkan kemampuan guru, mengoptimalkan active learning, mengotimalkan fungsi OSIS, membuat klub sesuai bakat dan minat anak, menyusun kompetensi dasar anak didik sebagai barometer keberhasilan, serta menyempatkan untuk mengadakan studi banding ke lembaga kursus atau bimbingan belajar. Selain itu harus didukung oleh lingkungan yang kondusif, perpustakaan yang memadai, berjalannya kegiatan ekstrakurikuler, serta tersedianya pusat pengembangan dan penelitian.

Dengan terbentuknya komunitas belajar dengan sendirinya akan merubah sekolah menjadi lingkungan yang identik dengan kegiatan penelitian, pengembangan, observasi, eksperimentasi, dan prestasi, sehingga menghasilkan karya-karya cemerlang. Sebuah lingkungan yang selalu menyenangkan sekaligus menantang bagi para anak didik. (Moh. Romadlon)

 

 

, Jamal Ma`mur Asmani (2015), "Tips Membangun Komunitas Belajar di Sekolah", DIVA Press, 978-6022-960-73-7: 224 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
DUNIA PENDIDIKAN

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25208591

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit