Jaman Edan & Kasunyatan Cetak E-mail
(4 votes)

Bersikap Arif Menghadapi Pesatnya Zaman

Jaman Edan & KasunyatanJaman edan, nek ora edan ora keduman. Sebagian orang Jawa mungkin telah akrab dengan ungkapan yang terkadang menjadi banyolan dalam sebuah obrolan. Ungkapan yang memiliki arti "zaman edan, kalau tidak ikut edan, maka tidak kebagian" ini menggambarkan sebuah realitas zaman yang benar-benar sudah parah tingkat kerusakannya. Bukan sekadar rusak secara fisik, tetapi juga rusak nonfisik (mental) yang mendominasi mayoritas orang-orang yang hidup di zaman itu.

Istilah jaman edan yang begitu populer, khususnya di kalangan masyarakat Jawa, dikutip dari Serat Kalatida, salah satu karya sastra pujangga besar Jawa bernama Ranggawarsita yang lahir di Surakarta, 15 maret 1802. Pujangga yang hidup di Kasunanan Surakarta ini tutup usia pada 24 Desember 1873. Dulu, ia diangkat sebagai pujangga Kasunanan Surakarta oleh Pakubuwana VII pada 14 September 1845 (hal. 12).

Jaman edan sebenarnya ada di sepanjang zaman peradaban manusia. Ketika mayoritas manusia sudah gila perilakunya, maka pada saat itu sudah layak disebut jaman edan. Namun, istilah jaman edan yang dipahami selama ini rupanya sudah salah kaprah. Yang gila sebenarnya bukan zamannya, melainkan manusia-manusia yang hidup pada zaman tersebut.

Penyimpangan perilaku manusia terjadi akibat mental buruk dari mayoritas manusia yang hidup di zaman edan. Mental yang kurang sehat mengakibatkan perilaku tidak sehat, yang lazim disebut penyimpangan perilaku. Kalau pada zaman normal, orang jujur mendapat pujian bahkan menjadi teladan, tapi di zaman edan, orang jujur malah dicaci maki bahkan dimusuhi.

Penyimpangan perilaku  tersebut merambah segala bidang, mulai dari politik, ekonomi, pendidikan, hiburan, dan lain sebagainya. Dalam dunia politik, kita terbiasa disuguhi pentas yang sangat tidak pantas. Misalnya, demi meraih kekuasaan, seorang politisi nekat bermain culas dan keji dengan memfitnah lawan politiknya, melakukan money politic, belum lagi praktik korupsi yang semakin hari semakin merajalela.

Perilaku gila dalam bidang ekonomi juga tak kalah dahsyat. Penimbunan stok barang di gudang agar memperoleh keuntungan besar dengan mempermainkan harga, merupakan contoh klasik. Melakukan impor komoditas tertentu yang sebenarnya bisa diperoleh di dalam negeri juga merupakan modus penyimpangan perilaku ekonom. Ya, seperti itulah, perilaku orang-orang yang mentalnya tidak stabil (gila) melahirkan sebuah zaman yang disebut zaman edan (hal. 14-16).

Pada setiap zaman, pasti ada manusia yang melanggar aturan yang berlaku di zaman tersebut. Namun, pada suatu zaman, manusia yang gemar melanggar aturan dan hukum, jumlahnya akan lebih besar daripada yang menaati. Kondisi semacam inilah yang menengarai adanya zaman edan. Manusia gemar melenceng dari aturan, melanggar etika, kurang menerapkan tata krama, bahkan secara vulgar menunjukkan sikap norak—menandai bahwa zaman edan memang benar-benar telah datang.

Edan panguwasa adalah julukan bagi mereka yang tergila-gila pada kekuasaan. Dalam bayangan orang yang gila kekuasaan, dirinya adalah penguasa atas semua yang ada di muka bumi. Pemikiran abnormal semacam ini menyebabkan ia melakukan berbagai perbuatan menyimpang, pemikirannya melayang di awang-awang, kedua kakinya serasa tak berpijak pada bumi, sehingga kasunyatan (kenyataan) yang ada di depan mata justru dianggap fatamorgana (hal. 51).

Dalam tatanan masyarakat Jawa, dikenal istilah edan kalungguhan. Artinya, orang-orang yang gila pada kedudukan atau jabatan. Saking tergila-gilanya, ia mau melakukan apa saja demi mendapatkan kedudukan ataupun pekerjaan yang menunjukkan dirinya berstatus sosial tinggi. Bagi orang-orang kaya, mendapatkan kedudukan tinggi tidak lagi untuk meraup penghasilan, melainkan untuk menaikkan derajat sosialnya. Menurut mereka, status sosial akan naik jika memiliki jabatan tertentu, meskipun secara materi sangat tidak menguntungkan (hal. 75).

Jika ditelisik, sebenarnya zaman edan mempunyai sisi negatif dan poisitif. Sisi negatifnya, jelas-jelas merugikan manusia itu sendiri. Namun sisi positifnya dapat membuat manusia lebih mampu meningkatkan ketahanan diri dalam menghadapi pesatnya zaman. Buku bergenre budaya Jawa ini mencoba mengurutkan jalin-jemalin antar Serat Kalatida karya pujangga Ranggawarsita mengenai jaman edan dengan realitas zaman yang tengah kita hadapi. Cara agar kita bisa lebih bersikap arif menghadapi tantangan zaman, juga menjadi ulasan buku ini. (Sam Edy Y).

***

 

, Gesta Bayuadhy (2014), "Jaman Edan & Kasunyatan", DIVA Press, 978-6022-556-68-8: 259 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & BUDAYA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25203394

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit