Dani; The Highlander Cetak E-mail
(1 vote)

Mengenal Lebih Dekat Suku Dani Lewat Foto

Dani; The HighlanderTanah Papua sekarang ini mungkin sudah mulai dilirik para wisatawan mancanegara maupun domestik. Mereka ingin mengeksplorasi salah satu pulau terbesar Indonesia tersebut. Buku etnofotografer, Evi Mabel ini menceritakan tentang suku Dani yang bermukim di Lembah Baliem, Wamena. Mabel merupakan gelar yang diberikan kepada Evi karena sudah dianggap keluarga. Dia menjadi pemandu turis --yang sangat mengenal suku Dani. Suku ini terkenal mempunyai jiwa petualang yang tangguh (halaman 2).

Perjalanan ke Wamena dapat ditempuh dengan naik pesawat dari Jayapura menuju bandara di Wamena, Nayak. Bandara Nayak sangat sederhana dan masih konvensional. Wamena merupakan surga dan mutiara di pedalaman pegunungan tengah Papua yang masih banyak keaslian. Kota yang terletak di Lembah Baliem dan dialiri Sungai Baliem serta diapit Pegunungan Jayawijaya di selatannya ini memiliki ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Udaranya segar.

Banyak kebiasaan Wamena yang perlu diketahui. Salah satunya cara memperlakukan babi. Jangan pernah menabrak mati atau memperlakukan binatang ini semena-mena. Taruhannya bisa kehilangan uang. Pemilik akan menghitung ganti rugi besar karena mereka akan mengkalkulasi andai babi itu berkembang biak. Mereka sangat menyayangi ternak yang satu ini hingga diperlakukan seperti anak sendiri. Wamena sendiri berasal dari bahasa suku Dani yang terdiri dari dua kata, “wa” dan “mena”, yang artinya babi jinak.

Kebiasaan lain yang menyedihkan adalah pemotongan jari tangan yang dilakukan orang yang sedang berduka cita karena kepergian anggota keluarga. Maka, ada beberapa orang tua yang kehilangan jari-jari tangan karena sering terjadi perang antardesa. Peperangan dapat disebabkan pencurian babi, penculikan gadis, dan perebutan kekuasaan wilayah. Beruntung, tradisi itu sudah mulai ditinggalkan karena kedatangan agama ke Wamena.

Yang populer adalah tradisi bakar batu atau helikit bakema. Kebiaaan ini dilakukan bila ada perayaan besar seperti menyambut tamu, kelahiran anggota keluarga baru, dan perayaan lainnya. Di Wamena juga dapat ditemukan mumi. Biasanya orang-orang yang dimumikan adalah tokoh penting atau ketua suku yang dihormati dan disegani. Proses pemumian dilakukan secara adat dan mengikuti ritual turun-temurun dari nenek moyang.

Untuk melihat atau memotret ritual suku Dani sungguh sangat mahal. Setiap klik per orang minta dibayar 10 ribu rupiah. Tapi saat Festival Budaya Lembah Baliem, pada awal Agustus, fotografer bisa leluasa memotret tanpa bayar. Dalam festival ini juga dapat dilihat ritual suku Dani. Festival ini menjadi ajang suku Dani mempertontonkan segala kebolehan dalam berperang maupun bercocok tanam.

Yang istimewa dari festival ini dimulai dengan skenario pemicu perang seperti penculikan warga, pembunuhan anak suku, atau penyerbuan ladang yang baru dibuka. Pemicu ini menyebabkan suku lainnya membalas dengan menyerbu balik. Ada slogan yang patut ditiru dari suku Dani setiap menyelenggarakan festival, “Yogotak hubuluk motog hanoro”. Artinya “Harapan akan hari esok yang harus lebih baik,” (halaman 117).

Ada juga tip memotret dalam Festival Budaya Lembah Baliem. Waktu tepat memotret adalah pagi hari. Sediakan sekadar rokok, permen, atau camilan untuk para pengisi acara festival. Jangan berebutan dengan fotografer lain. Harus tetap waspada dengan barang bawaan (halaman 119).

Suku Dani sangat menghargai kekeluargaan dan persahabatan sehingga cukup nyaman untuk berkunjung ke Lembah Baliem, Wamena. Pada buku ini juga dijelaskan cara dan tip berkelana di Wamena. Buku ini boleh dikatakan merupakan dokumentasi pemotretan. Gambar-gambarnya sangat bagus dan terasa hidup. (Winda Maria - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

, Evi Aryati Arbay (2014), "Dani; The Highlander", -, -: 230 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
ETNIK - FOTOGRAFI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25215229

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit