Leading From The Heart Cetak E-mail
(1 vote)

Mencetak Pemimpin yang Memiliki Kecerdasan Hati

Leading From The HeartKorupsi adalah salah satu permasalah serius bangsa Indonesia yang belum segera terselesaikan. Meski banyak upaya dan bentuk pencegahan dan pemberantasan dilakukan pemerintah bersama masyakarat untuk menekan angka korupsi tapi dari waktu ke waktu jumlahnya terus meningkat. Melihat hal itu, sungguh hari ini bangsa Indonesia sedang sakit sehingga lebih membutuhkan hati daripada akal, memerlukan kebijaksanaan daripada pengetahuan. Bangsa ini sangat membutuhkan kehadiran para pejabat atau pemimpin sejati di segala level. Pemimpin yang bukan saja mengandalkan kecerdasan otak tapi juga kecerdasan hati. Yang mewarisi kebijaksanaan dan kearifan seorang Sufi. Yang tumbuh di atas prasangka rasial dan agama. Karena hanya merekalah yang mampu memandang jabatan sebagai amanat, yang tidak hanya meyelesaikan masalah dengan cermat tapi juga penuh bijak.  

Oleh karena akar permasalahannya berada di tataran kepemimpinan, langkah pembenaran pun harus dilakukan di tingkat yang sama. Lewat buku ini, penulis mencoba menyentuh hati dan pikiran pembaca tentang betapa pentingnya kehadiran seorang pemimpin sejati, pemimpin yang memiliki kearifan Sufi. Penulis mengajak semua untuk menyadari bahwa sekarang ini dibutuhkan lebih daripada sekedar kecerdasan atau pengetahuan; kita memerlukan kebijakan dan kebajikan dalam kepemimpinan.

Dulu, kearifan Sufi dan kepemimpinan hidup laksana saudara kembar. Mereka laksana dua hati saling mengasihi, yang diciptakan untuk saling mengisi. Seiring waktu, mereka menjelma seperti saudara tiri, saling menghindari. Mengganti fokus dari spritualitas ke materialisme merupakan titik tolak perpisahan mereka. Dampaknya, kehidupan hari ini, dari segi pengetahuan dan teknologi melesat cepat tapi dari segi moral-kemanusian mengalami kemerosotan yang tak kalah cepat. Sehingga, teknologi dipuja-puja sementara moral diabaikan.

Maka zaman ini sangat membutuhkan sinegi antara kepemimpinan dan kearifan Sufi. Para Sufi atau orang bijak adalah makhluk tercerahkan yang mampu menjalin ikatan dengan Yang Maha Kuasa secara langsung. Ciri utama Sufi sejati adalah dia merasa miskin saat makmur, dia rendah hati saat berkuasa, dan suka bersembunyi. Bagi para Sufi kekayaan, kekuasaan, dan kedudukan duniawi tidak berarti. Kekayaan seorang Sufi terletak dalam hatinya. Raganya miskin, tapi hatinya kaya. Dan begitulah seharusnya seorang pemimpin. (hal. 21).

Untuk menjadi pemimpin sejati, para pemimpin di semua tataran dapat belajar dari kearifan Sufi, sebab kepemimpinan sejati terletak dalam kearifan, kesederhanaan, dan kerendahan hati. Arogansi, egoisme, serta pencitraan tidak punya tempat di sini. Sehingga menurut Lao Tzu, pemimpin sejati adalah orang yang menanggung sendiri penghinaan rakyat demi mengatur mereka.

Seorang pemimpin berhati Sufi adalah seorang yang terbuka bagi sebuah perbedaan. Baginya kemajemukan bukan kelemahan, melainkan kekuatan. Sinergi sejati berasal dari perbedaan, bukan keseragaman. Hidup di masyarakat majemuk akan memberikan kebijaksanaan, nilai-nilai, sikap saling menghormati dibanding hidup di negeri dengan satu agama resmi. Oleh karena itu pendekatan sekuler seorang pemimpin sangat penting untuk mengalahkan prasangka. (hal. 40).

Semua kebijakan dan tindakan yang diambil pemimpin sejati berorientasi pada ukhrawi bukan duniawi. Hal itu karena ia betul-betul mengenali dirinya sendiri. Mengenali dari mana dirinya berasal dan kemana akan kembali. Mengenal bahwa dirinya hanya seorang hamba yang harus menunaikan tugas dari Tuhannya. Pola kemimpinan mereka pun dari dalam ke luar, bukan sebaliknya. Mereka beralih jalur dari kepala ke hati. Lebih mempercayai kata hati daripada pendapat akal, sebab akal hanya memberi kecerdasan sedangkan hati memberi kebijaksanaan (hal. 70)

Sementara, ketika seorang telah menjadi pemimpin berhati Sufi akan mampu memulihkan hati yang terluka dan menenangkan jiwa yang gelisah. Ia memiliki kepekaan atau sentuhan yang menyembuhkan. Dan ini merupakan prasyarat tak terelakkan bagi kesuksesan pemimpin era baru. Prasyarat lainya adalah kedermawanan. Para pemimpin sejati adalah pelayan bukan bos. Mereka pemberi bukan penerima. Bagi mereka memimpin bararti melayani, bukan menguasai. Mereka sangat menghargai yang dipimpin. Mereka baik dan dermawan. (hal. 103-142)

Sehebat apa pun seorang pemimpin sejati tentu tidak akan bisa menyelesaikan semua amanahnya dengan baik. Mereka butuh dukungan seluruh rakyat, karena sesungguhnya setiap orang adalah pemimpin, dan cakupan kepemimpinan terkecil adalah diri sendiri. (Moh. Romadlon)

 

, Moid Siddiqui (2014), "Leading From The Heart", Serambi, 978-6022-900-11-5: 280 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25230144

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit