Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam? Cetak E-mail
(1 vote)

Menimbang Ulang Posisi Islam dalam Konflik-Konflik Dunia

Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam?Seperti apa dunia tanpa Islam? Apakah dunia akan menjadi lebih damai dan tempat yang lebih baik? Umumnya orang di Barat akan menjawab dengan tegas: Tentu! Tanpa Islam tentu tidak pernah terjadi Perang Salib, konflik Israel-Palestina, bom bunuh diri, teroris, dan tragedi 11 September. Bukankah Islam sumber dari semua malapetaka itu? Dengan menunjuk Islam, tampaknya kita dapat menyederhanakan segala sesuatunya menjadi pergulatan terpolarisasi antara “nilai-nilai Barat” dan “Dunia Islam”.

Lewat buku ini Graham E. Fuller, seorang guru besar di Simon Fraser University, Kanada, menolak simpulan itu. Ia menawarkan sebuah eksperimen berpikir yang terbilang baru atas persolan itu. Seandainya tidak ada penyebaran Islam melintasi Timur Tengah, Asia, Afrika, akankah hubungan Barat dan Timur Tengah sekarang ini sama sekali berbeda. Dengan tegas ia katakan: Tidak! Barangkali hubungan itu cukup mirip dengan apa yang kita saksikan sekarang.

Meskipun simpulan itu sekilas berlawanan dengan intuisi, ada alasan kuat untuk menduga adanya ketegangan-ketegangan geopolitik yang berakar mendalam antara Timur Tengah dan Barat yang berlangsung lama sepanjang sejarah, jauh sebelum Islam lahir, bahkan sebelum Kristianisme. Dan, lewat fakta-fakta yang disajikan Fuller, pembaca akan menemukan sebuah simpulan mencengangkan, yang sangat berbeda dengan apa yang selama ini diwacanakan Barat tentang posisi Islam atas segala tragedi kemanusiaan.    

Misalnya tentang hubungan Timur Tengah dan Barat. Menurut Fuller, seandainya Islam tidak pernah muncul di panggung sejarah, tidak diragukan bahwa agama Kristen Ortodoks Timur-lah yang akan mendominasi Timur Tengah sekarang. Dan, Gereja Ortodoks ini kiranya akan tetap menaruh kecurigaan-kecurigaan mendalam terhadap Barat sampai sekarang. Adanya perbedaan-perbedaan antara kekaisaran Timur (Bizantium) dan kekaisaran Barat (Romawi), menyebabkan pakar-pakar sekelas Samuel Huntington mengasumsikan bahwa Ortodoks Timur sebagai salah satu dari sekian peradaban dunia yang dapat “bertikai” dengan Barat, dengan atau tanpa Islam. Sungguh permusuhan itu masih ada dalam banyak hal, meski pun Gereja Ortodoks tidak lagi menguasai Timur Tengah. Yang menakjubkan bahwa sikap anti-Barat yang ditunjukan Gereja Ortodoks mirip sekali dengan sikap Muslim terhadap Barat (hal. 81-82).

Fuller juga mengkritisi Perang Salib. Perang Salib yang selama ini dianggap suci, dianggap perang membela agama patut dicurigai karena bahan-bahan sumber, dalam bahasan apa pun tentang Perang-Perang Salib hampir melulu versi Barat. Bila ditelusuri ternyata Perang Salib sepenuhnya proyek Barat yang dilakukan demi alasan-alasan Barat dalam konteks politik, sosial, dan ekonomi Eropa. Eropa yang Katolik melakukan ekspansinya ke arah timur –melawan orang-orang Slavia, Yahudi, para pemeluk Ortodoks Timur, atau umat Muslim– tanpa memandang agama yang dominan di Timur Tengah saat itu. Oleh karena itu, Perang Salib menimbulkan kerusakan tak terhingga pada hubungan Gereja Barat dan Gereja Timur, yang barangkali melampaui amarah yang waktu itu berkobar antara Dunia Islam dan Dunia Barat. Dunia masih hidup dengan warisan keduanya hingga kini. Jadi jelas bahwa motif agama dalam Perang Salib hanya sebuah pembungkus belaka dari nafsu imperialis Barat (hal. 121-146).

Fuller pun mencoba melihat posisi Islam dalam hubungan dengan pecahnya negara India. Dunia menyaksikan tiga kali perang antara India yang mayoritas Hindu dan Pakistan yang mayoritas Islam. Padahal semua tahu, dua kubu yang bertikai itu sebetulnya  satu. Dan, baik penduduk India maupun Pakistan tidak akan melupakan pembagian India yang pahit, yang dirancang oleh Inggris tahun 1947. Dari situ pertikaian bermula. Sebelum itu, Muslim sempat menguasai India, yakni dengan mengusai kerajaan Mungal. Hindu dan Islam berdampingan sehingga melahirkan peradaban yang mengagumkan, salah satunya berdirinya Taj Mahal. Maka, seandainya kehancuran Mungal bukan karena dijajah Inggris akan sangat mustahil mekanisme pemisahan India akan terpikir, apalagi dilaksanakan oleh pihak Muslim dan Hindu  sendiri. Barangkali kekuasaan Inggris atas India yang berlangsung selama beberapa ratus tahun itulah yang paling bertanggungjawab atas adanya pemisahan ini yang tidak menyelesaikan apa-apa dan tidak berguna, selain menyulut konflik berlabel agama.

Dari semua paparan dalam buku ini sepertinya Fuller mengajak pembaca untuk lebih kritis melihat bahwa dengan dan tanpa Islam dunia tetap diwarnai konflik karena itu lebih bermotif politik, sosial, dan ekonomi. Dan, agama hanya sekedar kendaraan dari sebuah ambisi. (Moh. Romadlon)

 

, Graham E. Fuller (2014), "Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam?", Mizan, 978-979-433-855-1: 403 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
ISLAM - GLOBAL

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447762

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit