Yang Seharusnya Kutahu di Usia 20 Cetak E-mail
(2 votes)

Jangan Lewatkan Kesempatan Menjadi Menakjubkan

Yang Seharusnya Kutahu di Usia 20Dalam menjalani hidup, manusia dihadapkan pada banyak pilihan. Naluri manusia cenderung menjatuhkan pilihan yang aman. Sistem pendidikan Indonesia saat ini cenderung menyuapi siswa berbagai textbook untuk dibaca, dipahami, dan dihafalkan. Ukuran prestasi didasarkan pada kemampuan mengerjakan soal yang jawabannya tersedia di buku. Ketiadaan proses kreatif mematikan daya nalar siswa untuk mempertanyakan berbagai kemungkinan. Negara ini kehilangan potensi untuk melahirkan lebih banyak orang-orang menakjubkan. Menantang asumsi dan berani menghadapi masalah sebagaimana tersaji dalam buku What I Wish I Knew When I Was 20 (Yang Seharusnya Kutahu di Usia 20).

Sebagai dosen Stanford University, pengarang buku kerap mengajak mahasiswa berani menantang asumsi tradisional dan tidak gentar menghadapi masalah. Tantangan untuk mewujudkan ide yang melampaui standar telah membawa mahasiswanya mengalami yang luar biasa. Dalam proses tersebut, mereka belajar bahwa sesungguhnya kesempatan terbentang sangat luas. Bahkan, semakin besar masalah, semakin tinggi pula kesempatan menyelesaikannya (halaman 12).

Kebanyakan manusia gagal melihat masalah sebagai kesempatan karena tidak dididik menghargai masalah. Padahal, semakin terbiasa menghadapi masalah, seseorang tambah besar kepercayaan diri dan piawai menghadapi berbagai problem hidup. Cara menyikapi sebuah permasalahan membawa seseorang memperoleh kesempatan yang lebih baik atau justru terpuruk (halaman 22–23).

Seelig memaparkan kesimpulan menarik bahwa dunia terbagi atas orang-orang yang menunggu diberi izin yang lain mengerjakan keinginan mereka. Kelompok lain adalah orang-orang yang memberi izin pada dirinya sendiri. Setelah memperoleh gelar PhD di bidang neuroscience atau seputar penelitian otak, Seelig tidak dapat membayangkan menghabiskan sisa hidup di lab. Dia menciptakan kesempatan bagi diri sendiri untuk menekuni bidang yang semula diminati: marketing dan strategi. Secara kreatif, Seelig mengemas keahlian untuk menjalani hidup. Dia merentangkan batas kemampuannya dan mau mengambil risiko untuk melakukan yang baru (halaman 82–90).

Untuk mewujudkan keinginan, diperlukan kerja keras, energi, dan dorongan. Inilah sikap yang membedakan antara para pemimpin dan penunggu diperintah (halaman 100). Sikap setiap pribadi bergantung cara memandang dunia dalam memilih jalan yang mau ditempuh (halaman 262–264). Waktu juga berperan memengaruhi cara pandangnya. Kesuraman masa lalu bisa berbeda setelah menengoknya kembali masa kini. Dulu, ketidakpastian menimbulkan kegelisahan masa depan yang suram. Padahal, ketidakpastian adalah esensi hidup karena memberi banyak peluang (halaman 267–268).

Buku ini sebagai hadiah putranya yang memasuki usia 20. Di usianya kini, ketika kariernya telah mapan, dirinya mengumpulkan kepingan-kepingan hikmah serta pelajaran-perjalanan hidupnya. Seperti yang hendak disampaikannya kepada Josh, putranya, Seelig ingin menyampaikan kepada pembaca, banyak kemungkinan tak terbatas andai mau membuka diri, bersedia gagal, mampu melihat kesempatan yang (kelihatannya) mustahil, serta menggenggam kesempatan tersebut untuk menjadi menakjubkan. (Dian Handayani - sumber: www.koran-jakarta.com)
 
 

 

Judul 

: Yang Seharusnya Kutahu di Usia 20

Penulis

: Tina L Seelig

Penerbit 

: Trans Media

Tahun

: 2014

Genre 

: Pengembangan Diri

Tebal

: 279 Halaman 

ISBN

: 978-6021-036-00-6

 
Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
PENGEMBANGAN DIRI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25236801

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit