Gerbang Trinil Cetak E-mail
(1 vote)

Menguak Keberadaan Pithecanthropus Erectus

Gerbang TrinilBerdasarkan pengetahuan, Pithecanthropus Erectus merupakan spesies yang sudah lama punah. Bagaimana bila makhluk purba tersebut ternyata belum punah? Bukan hanya itu, mereka juga berniat menyingkirkan manusia dan menguasai Bumi. Duet penulis Riawani Elyta dan Syila Fatar akan menyeret imajinasi para pembaca dengan kisah fiksi ilmiah melalui novel ini.

Areta, tokoh utama dalam cerita ini, adalah seorang pelajar pintar. Hobinya sangat tidak biasa. Sementara gadis-gadis seumurannya sibuk berebut cowok paling keren di sekolah, Areta justru tergila-gila dengan dunia palaeoantropologi. Dunianya hanya berputar-putar pada buku dengan perpustakaan menjadi orbitnya (hal. 5). Selera aneh itu membuatnya sering diejek teman-teman sekelas.

Di rumah, Areta lebih sering tinggal bersama asisten rumah tangga dan sopir. Kedua orang tuanya jarang di rumah karena sibuk mengurus perusahaan ekspor impor. Dia sering menikmati kesendirian di sebuah ruangan pribadinya. Ruang itu mirip museum mini. Dindingnya dihiasi gambar fosil dan beberapa foto palaeoantropologis, termasuk Eugene Dubois. Terdapat dua lemari kaca yang menempel di tembok. Isinya tulang belulang, pecahan benda, dan batu (hal. 31).

Gadis penggemar Eugene Dubois ini sangat beruntung karena bisa berteman dengan Harry Dubois, cicit penemu fosil terbanyak di tanah Jawa. Meski hanya bisa berinteraksi di dunia maya, Harry kerap memberi Areta informasi mengenai penelitian yang dilakukan ayahnya, seorang palaeoantropologis. Ini termasuk penemuan terbaru yang menunjukkan bahwa Pithecanthropus Erectus sebenarnya adalah Alien. Entah penelitian ayah Harry benar atau tidak, tapi sepertinya, mustahil kalau si Pithe adalah Alien (hal. 51).

Penemuan tersebut membuat Areta sangat penasaran. Dia berniat mengunjungi rumah neneknya di Trinil, surganya arkeologi. Namun, kedua orang tuanya tidak memperbolehkannya. Pertengkaran yang pernah terjadi antara orang tua Areta dan nenek Maheswari, menyebabkan mereka tidak pernah lagi pulang ke Trinil.

Berbekal surat palsu dari sekolah berisi tugas untuk mempelajari sejarah Museum Trinil, akhirnya Areta diizinkan berlibur ke Trinil. Di museum itu, Areta menemukan sesuatu yang janggal, the baby of Pithecantrophus. Ini adalah sebuah tengkorak kepala berukuran kecil. Ini sepertinya, bukan fosil karena tampak masih baru. Dari tipe rahangnya, tengkorak itu bukan kepala manusia (hal. 58).

Keganjilan rupanya tidak hanya terjadi di museum, tapi juga di rumah neneknya. Nenek Maheswari ternyata menyimpan tengkorak yang sama. Dia memeliharanya dan memperlakukannya dengan sangat terhormat. Nenek Maheswari bukan lagi sekadar tampak misterius, tapi seakan-akan sudah kehilangan kesadaran (hal. 66).

Gadis itu sempat takut dan pergi. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan keinginannya untuk kembali ke rumah neneknya. Dia ingin mengurai misteri yang mengusik pikirannya. Sayang, rencana tersebut justru membuatnya harus meninggalkan kehidupannya di Bumi. Nenek Maheswari menyerahkan Areta kepada Pithe Blark. Raja Pithecantrophus Erectus tersebut, membawanya ke sebuah pesawat yang sangat canggih. Di sana, Areta mengetahui sebuah kenyataan yang sangat mengejutkan.

Pithe tidak bisa lepas dari hutan. Itu sebabnya dia begitu marah dengan penduduk bumi yang menggunduli hutan. Tapi, menjadikan seluruh Bumi tetap berhutan, tentunya juga mustahil. Kecuali kalau mereka memang penguasa bumi (hal. 149). Untuk mencapai tujuan tersebut, Pithe menjadikan tubuh Areta dan perempuan bumi lain sebagai inang calon keturunan.

Novel ini menggabungkan latar belakang sejarah dengan unsur fiksi yang futuristis. Isu lingkungan yang disisipkan dalam cerita memberi nilai tambah.

(Nathalia Diana Pitaloka - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

Judul 

: Gerbang Trinil

Penulis

: Riawany Elita (@RiawaniElyta) & Syila Fatar (@liy_amalia)

Penerbit 

: Moka Media

Tahun

: 2014

Genre 

: Novel Fiksi Ilmiah

Tebal

: 300 Halaman 

ISBN

: 979-795-874-4

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL FIKSI ILMIAH

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25215312

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit