Indonesia Berani! Cetak E-mail
(1 vote)
Kisah Inspiratif dari Para Pemberani

Indonesia Berani!Keberanian adalah kunci keberhasilan. Kehadirannya mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, perbedaan menjadi harmoni, dan kesederhanaan menjadi keteladanan. Keberanian adalah kekuatan tak terkalahkan! Berani tentu tidak hanya berani bertindak, tapi juga berani menerima konsekuensi dari tindakan yang dilakukan. Berani bukan hanya melakukan sesuatu untuk orang lain, melainkan juga berani memperjuangkan apa yang kita yakini dan jujur pada diri sendiri.

Salah satu bentuk keberanian adalah keberanian melampaui keterbatasan. Walaupun keterbatasan seseorang hanya merupakan garis semu yang diciptakan oleh benaknya sendiri karena pada dasarnya Tuhan tidak pernah memberi sebuah batasan pada siapa pun, namun pada kenyataannya hanya para pemberani yang mampu melampaui garis semu itu. Mereka tidak mau “duduk diam” di balik persepsinya sendiri sambil dengan nikmat selalu mempersoalkan kondisi dan menyalahkan situasi.   

Makna keberanian itulah yang ditunjukkan oleh Alberta Dany Setiawan atau Aceng, salah satu tamu Kick Andy yang kisahnya dimuat dalam buku ini. Terlahir tanpa kedua lengan tak menyurutkan keinginannya untuk bisa bermain gitar. Berkat kemampuannya itu ia dianugerahi MURI sebagai pemegang rekor tunadaksa yang bisa memainkan gitar memakai kaki. Selain itu, ia pun bisa mengendarai mobil sendiri. Bahkan sejak kecil sudah bisa memainkan permainan seperti apa yang dilakukan anak-anak lain.

Hal luar biasa juga dilakukan oleh Sofyan Rosidah. Meskipun terlahir tanpa kedua lengan, perempuan ini tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai fotografer. Pilihan profesi ini diputuskan saat ia mengikuti pendidikan di rehabilitasi Centrum Dr. Soeharso, Solo, sebuah kursus keterampilan khusus bagi penyandang cacat. Di tempat ini awalnya ia mengikuti kursus menjahit. Belum sampai lulus malah ia beralih belajar fotografi. Sabar Gorky juga tak kalah cemerlang dan luar biasa dari mereka berdua. Kendati hanya memiliki satu kaki, ia mampu menjuarai panjat tebing tingkat Asia pada tahun 2009. Sabar pun menyandang predikat sebagai tunadaksa pertama di dunia yang mampu mendaki puncak Elbrus di Rusia melalui jalur Utara, jalur neraka yang terkenal terjal, sulit dilalui, dan sangat berbahaya (hal. 2-7).

Hal membanggakan juga bisa ditunjukkan oleh para tunagrahita. Terbukti dalam Special Olimpics World Summer Games XIII di Athena, Yunani, 2011, kontingen dari Indonnesia meraup 15 mendali emas, 13 perak, dan 11 perunggu dari 7 cabang olaraga yang dipertandingkan. Di cabang renang misalnya ada nama Stephanie Handojo, Chistian Husein Sitompul, dan Fitriani. Dan di cabang tenis meja ada nama Donal Latif dan Desi Pradita (hal. 46-52).

Bentuk keberanian yang lain adalah berani mengejar mimpi. Keberanian ini salah satunya ditunjukkan oleh Dr. Johny Setiawan. Ahli astronomi ini tercatat selaku ketua tim dalam sebuah proyek di Max Plack Institute for Astronomy (MPIA) Jerman. Dia satu-satunya ilmuwan non-Jerman yang menjadi ketua tim ini. Selain itu sejak 1999 ia pun telah menemukan lebih dari 15 planet baru di jagad raya ini. Anak bangsa lain yang juga berjaya di negeri orang adalah Dr. Juliana Susanto. Ia merupakan satu-satunya profesor Indonesia di Swiss. Pada usia 28 tahun ia sudah menjadi asisten profesor di Federal Institute of Technology (ETH) di Zurich, Swiss. Ia pun memimpin lab di sana (hal. 70-75).

Selain mereka berdua masih ada Dr. Mulyoto Pangestu. Staf pengajar di Monash University, Melbourne, Australia, ini menemukan teknik pembekuan sperma dengan harga yang sangat murah (hal. 69-75). Masih ada sederet nama para ilmuwan yang cemerlang di negeri orang, sebut saja Dr. Merlyna Lim, Assoc. Prof. Dr. Ir. Irwandi Jaswir, Msc, Dr. Khoirul Anwar, dan sederet nama lainnya.

Masih ada bentuk keberanian lain ditunjukan orang-orang hebat yang kisahnya terpapar dalam buku ini, seperti keberanian untuk mengabdi dan keberanian untuk mencintai. Keberanian untuk mengabdi misalnya salah satunya ditunjukan oleh para warga asing yang dengan sukarela mengabdikan hidupnya untuk kemajuan bangsa Indonesia. Di antara mereka ada Aurelie Bruene dari Prancis dan Karin Flanken dari Belanda yang mengabdikan diri untuk satwa di Indonesia. Annette Horschmann yang mengabdikan diri untuk kebersihan Danau Toba. Sementara Andre Graff mengabdikan diri dengan membuat sumur-sumur  di desa Waru Wora, Waikabubak, NTT (hal. 126-142).

Dari mereka semua kita belajar bahwa hanya seorang pemberani yang bisa membuktikan bahwa keterbatasan betul-betul garis semu yang sebetulnya tidak ada. Hanya seorang pemberani yang bisa mewujudkan segala impiannya, yang berhak memegang “trophy” kemenangan dan kesuksesan. (Moh. Romadlon)

 

 

Judul 

: Indonesia Berani!

Penulis

: Tim Kick Andy

Penerbit 

: Bentang Pustaka

Tahun

: 2014

Genre 

: Motivasi

Tebal

: 298 Halaman 

ISBN

: 978-6027-888-82-1

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MOTIVASI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447795

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit