Javier Cetak E-mail
(2 votes)

Jalan Sunyi Seorang Penulis

JavierSetiap penulis kemungkinan besar pernah menemui jalan buntu dalam proses kreatifnya. Apalagi, jika deadline sudah menghadang dan meneror tak ubahnya hantu yang terus membuntuti. Karena menulis memang pekerjaan yang tidak mudah. Dibutuhkan kematangan berpikir dan berimajinasi sebelum menumpahkannya dalam bentuk tulisan.

Untuk mengatasi writer block --yang hampir pernah dialami semua penulis-- biasanya seseorang membutuhkan waktu dan tempat khusus untuk bisa berkonsentrasi. Meskipun, beberapa penulis juga ada yang bisa menulis di mana saja. Bahkan, di tengah keramaian sekalipun.

Bagaimana mengatasi kebuntuan dalam menulis, serta menghadapi deadline dengan bijak inilah yang dikisahkan Jessica Huwae dalam novel berjudul Javier. Novel ini bercerita tentang seorang tokoh bernama Javier yang memilih menulis sebagai pekerjaan pokoknya. Javier adalah penulis novel terkenal, karyanya laris manis di pasaran. Bahkan, beberapa karyanya mendapatkan penghargaan sastra sastra bergengsi. Sebuah pencapaian yang sulit diraih bagi penulis yang tidak bersungguh-sungguh dalam pekerjaannya (halaman 6).

Namun, suatu hari Javier merasakan buntu yang luar biasa. Itu terjadi justru di saat Rosi, editornya, menagih naskah yang diberi tenggat waktu sebulan. Sebulan bukanlah waktu yang lama. Sementara, satu bab pun belum Javier tulis untuk calon novelnya, sementara uang muka calon novelnya sudah dia terima dan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Sejak ditinggal Duma, istrinya yang memilih hidup bersama laki-laki lain, Javier merasa siklus hidupnya “tidak normal”. Dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika Duma menyatakan ingin berpisah karena tidak tahan bersuamikan seorang pengarang yang penghasilannya tidak jelas. Sementara, Duma setiap hari bekerja keras sebagai seorang fotografer profesional. Awalnya Duma memaklumi pekerjaan Javier sebagai pengarang. Bahkan, Duma lah yang menjadi pembaca pertama naskah yang diselesaikan Javier. Namun, Duma merasakan hubungan rumahtangganya semakin tidak wajar. Jarak di antara mereka semakin tidak jelas. Duma sibuk bekerja di luar rumah, sementara Javier “hanya” melamun di depan komputer.

Setelah mendapat dorongan serta motivasi, terutama dari Saosan, rekan sesama pengarang, Javier akhirnya mulai bersemangat untuk menyelesaikan naskah novelnya sebelum deadline berakhir. Dia tidak mau mengecewakan editor dan para pembaca yang sudah menunggu kapan dia akan menerbitkan karya terbaru. Javier memilih menyepi ke Puncak untuk berkonsentrasi dan menyelesaikan kredit naskahnya (halaman 31).

Di Puncak, Javier tinggal di sebuah vila milik seorang tentara yang tidak ditempati, dan selama ini memang disewakan. Vila itu dirawat oleh laki-laki setengah baya bernama Pak Tohir. Javier merasa cocok dengan rumah itu. Kamar serta jendela vila itu sesuai dengan seleranya. Vila itu juga dilengkapi perpustakaan keluarga yang memiliki koleksi buku yang lumayan banyak. Dari karya pengarang Indonesia, hingga karya para sastrawan dunia.

Di antara jejeran buku itulah Javier menemukan “harta karun” yang kelak menjadi sumber cerita dalam novel yang hendak digarapnya. Javier merasa, keputusannya menyepi adalah keputusan yang tepat. Meskipun, kadang kala rasa jenuh kembali menghampiri. Atas saran Pak Tohir, akhirnya Javier me-refresh pikirannya dengan berjalan-jalan di sekitar vila. Menurut Pak Tohir, dia hanya terlalu lelah. Pikirannya terlalu divorsir sehingga mengabaikan hak-hak tubuh dan pikirannya yang juga butuh istirahat dan ketenangan (halaman 90).

Novel ini tidak hanya menceritakan tentang bagaimana seorang pengarang yang mengalami kebuntuan dalam pekerjaan, tetapi juga berisi tentang perjuangan bagaimana seharusnya menghadapi hidup dan memperjuangkan cinta. Bagaimana harus move on dari masalah yang menimpa. Sebagai pengarang, Javier juga mengalami hal-hal pahit dalam hidupnya. Kisah cintanya tidak berjalan mulus dan tidak seromantis kisah-kisah yang selama ini ditulisnya.

Kesabaran, ketegaran, serta perjuangan menghadapi kenyataan hidup inilah yang coba dirajut Jessica dalam novelnya ini. Jessica sangat pandai menempatkan tokoh Javier sebagai seorang yang mengalami kegamangan dalam hidup, meskipun dia seorang laki-laki. Diksi dan gaya bercerita yang enak, membuat pembaca betah membaca novel ini sampai selesai.

Novel setebal 264 halaman ini tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan pelajaran bagaimana seharusnya seorang pengarang bersikap. Bahwa memilih jalan hidup sebagai seorang pengarang bukanlah keputusan yang salah. Karena, banyak pengarang sukses dengan karya-karyanya. Mereka tidak bisa dipandang rendah sebagai seseorang yang hanya bisa menghayal dan mengarang cerita. Karena dengan menulis mereka mampu mendokumentasikan kisah-kisah yang selama ini tersimpan, sehingga menjadi pelajaran berharga bagi para pembaca. (*)

(Untung Wahyudi)

 

, Jessica Huwae (2014), "Javier", Bentang Pustaka, 978-6022-910-76-3 : 272 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL ROMANTIS

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25215267

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit