Oppa Oppa Cetak E-mail
(2 votes)

Berkenalan Dengan Bintang K-Pop

Bicara Korea dari budaya, bahasa, film, apalagi lagunya, dulu saya nggak tahu apa-apa. Yaa, dengan alasan yaa ketika tahu sekilas kok mereka nggak banget gitu. Seringkali bergaya norak menurut saya. Khususnya di kelompok-kelompok musik mereka ---boyband atau girlband. Akhirnya saya menganggap semua tentang Korea, yaa nggak banget.

Kemudian suatu ketika ada pembicaraan tentang film atau tv-series Korea di kelas mata kuliah perfilman-saya anak komunikasi. Ah ya, saya yang nggak tahu apa-apa ya diam saja dong. Hanya bisa dengerin dosen dan teman-teman lain yang suka. Waktu itu dosen menyarankan tv-series yang menurut dia nggak seperti series-series Korea yang seringkali mellow. Entah saya lupa apa judulnya yang disarankan itu.

Kemudian di lain kesempatan ketika menggarap tugas membuat video berita, tiba-tiba ada teman satu kelompok-perempuan menawarkan Tv-series Korea. Kata dia lucu, unik gitu. Dia suka. My GirlFriend Is Gumiho, judul itu dia sodorkan. Saya pernah tahu judul itu, ya cuma tahu judulnya saja.hehe Yah, saya yang juga ‘agak’ penasaran, dengan berkembangnya Korean Wave atau Hallyu di Indonesia.

Saya pun menonton tv-series itu, dan yaah saya cukup puas. Sebagai tv-series pertama, My Girlfriend is Gumiho membuat saya penasaran dengan tv-series Korea yang lain. Saya sampai browsing, siapa aktor dan aktris dalam tv-series yang saya tonton. Hingga saya kenal Lee Seung Gi yang main di My Girl Friend is Gu Mi Ho dengan Shin Min Ah. Kemudian kenal seperti Yoo Chun, Lee Min Ho dan lainnya.

Ah, ya saya ketinggalan memang. Padahal tv-series Korea sudah lama masuk Indonesia saat Endless Love. Waktu itu saya pernah nonton, tapi nggak ngikuti. Sampai full house dan setelah itu tv-series Korea semakin banyak yang masuk ke Indonesia. Semula yang saya anggap nggak bagus, ternyata bagus. Yang saya suka mereka membuat sinetron itu nggak perlu panjang seperti sinetron Indonesia, tapi dengan 16-20 sudah mengena pada penonton. Yah, berkualitas dari akting dan yang seringkali memikat saya adalah soundtrack atau ost setiap tv-series. Easy listening dan soulful menurut saya. Biasanya habis menonton salah satu tv-series saya langsung browsing soundtrack-nya yang saya suka. Abis itu ya dengerin aja, walau nggak ngerti cara ngucapin plus artinya hehe…

Tetapi, sampai saat ini saya belum suka dengan k-pop yang digawangi dengan boyband atau girlband mereka. Seperti Super Junior, Girls Generation dll. Yaa, entahlah. Karena seringkali ngebeat lagunya kali. Dan joget-jogetnya itu saya kurang suka. Jadi saya nggak kenal dengan mereka dan lagu-lagu mereka, kecuali beberapa dari mereka yang main tv-series atau suara mereka menyanyikan salah satu soundtrack tv-series yang saya tonton. Termasuk saya nggak suka dengan boyband  atau girlband Indonesia bergaya Korea yang mulai berdatangan akhir tahun 2013.

Nah, beda sekali saya dengan mba Annisa Steviani yang sangat gila K-Pop. Ya selain memang dia adalah wartawan K-Pop. Beberapa kali dia bertemu dengan artis-artis K-Pop ketika konser, baik dalam rangka liputan atau hanya ingin melihat artis K-Pop konser. Khususnya grup boyband yang dia sukai, yakni Bigbang. Dia rela habiskan uang jutaan lebih hanya untuk menonton boyband kesayangannya manggung di Singapura (Dia bayar tiket karena waktu itu masih baru menjadi wartawan).

Dalam bukunya yang berjudul Oppa-Oppa Mba Annisa menceritakan pengalamannya bertemu dengan banyak artis K-Pop yang konser atau artis tv-series Korea yang sedang berkunjung ke Indonesia atau ke Negara tetangga seperti Singapura. Seperti SNSD, Bigbang, 2PM, Super Junior, Infinite, Lee Seung Gi dan Lee Min Ho.

Kisah-kisahnya unik-unik. Yaa, khas perempuan muda yang sangat kesengsem dengan personil boyband Korea yang katanya mulus-mulus nan bening. Selain kisah-kisah gimana mereka ngedance sambil nyanyi, konsep konser yang menarik, ada yang lucu seperti kisah Taeyang Bigbang yang saking semangatnya bernyanyi sampai lupa membuang jaket merahnya yang katanya mahal. Sehingga ketika penonton keluar area konser harus diperiksa dulu  tasnya, tetapi waktu itu jaket merah Taeyang nggak ketemu (halaman 84).

Ada juga kisah dance SNSD yang mereka seringkali nggak kompak dan salah sewaktu konser. Seperti Sunny yang berhenti joget saat lagu “Oh!”. Mungkin Dia lupa ya. Bukannya malu, malah dia ketawa-ketiwi. Dan terus lanjut ikutin gerakan temannya yang lain (halaman 23).

Yah, buku Mba Annisa ini mengajak saya berkenalan dengan para K-Pop Idol. Dalam buku ini saya hanya kenal Lee Seung Gi yang konyol plus pinter nyanyi. Lee Min Ho yang saya suka aktingnya di City Hunter dan Yoona SNSD yang tv-seriesnya (Prime Minister And I) masih saya tonton sedikit demi sedikit ketika lagi ada pinjeman lepi plus nggak lagi baca dan mengejar resensi buku hehehe….    

Ada sebuah pertanyaan mengapa sinetron Indonesia kok banyak yang nggak berkualitas? Bahkan ada yang dengan tanpa rasa malu memplagiat-sama plek tv-series Korea. Bahkan boyband Indonesia pun banyak yang tidak kreatif, hanya pintar meniru atau lebih tepatnya mengekor pada kesuksesan boyband Korea saja.

Saya mencoba menjawab dengan satu jawaban, karena para pembuat tv-series hanya ingin sukses yang instan. Ya, cepat mendapatkan materi. Itu saja mau mereka. Padahal soal cerita, banyak penulis Indonesia yang tulisannya bagus dan mampu mengangkat budaya Indonesia tanpa perlu mengekor budaya yang lain. Yah, saya berharap. Dengan adanya buku ini, generasi bangsa tidak hanya terlena dengan Hallyu tetapi juga membuat inovasi untuk kemajuan film atau musik dalam negeri. Ya dengan belajar dari kesuksesan –K-Pop yang mendunia, yang dulunya mereka juga belajar dari kesuksesan J-Pop. Semoga! :)

(Muhammad Rasyid Ridho, Pustakawan-Koordinator Klub Pecinta Buku Booklicious)

 

, Annisa Steviani (2014), "Oppa Oppa", GagasMedia, 978-979-780-694-4: 216 Halaman. 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MEMOAR

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25203295

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit