The Dancer Cetak E-mail
(1 vote)
Promosi Seni Tradisional Melalui Karya Fiksi
 
The DancerGenre novel dalam kesusastraan Indonesia masih memiliki tempat khusus di hati masyarakat. Seorang novelis bisa menyajikan nilai-nilai luhur bangsa. Menurut Renne Wellek dan Austin Warren (1995: 15), bahasa sastra bukan sekadar referensial yang hanya mengacu pada hal tertentu. Bahasa sastra memunyai fungsi ekspresif, menunjukkan nada (tone) dan sikap pembicara atau penulis.
 
Novel The Dancer merupakan bentuk kepedulian pada seni tradisional, terutama Jawa. Dia berusaha membangkitkan kembali semangat mencintai seni tradisional yang memiliki nilai adiluhung. Sebab, sejak bergulirnya arus modernisasi, dia ditinggalkan.

Tokoh remaja Ajeng yang telah ditinggal mati ibu bercita-cita menjadi penari. Namun, ayah memaksanya mengikuti jejak kedua saudaranya yang menjadi dokter. Inilah awal mula konflik panjang.

Hidup itu pilihan. Ajeng memilih menjadi penari untuk meneruskan kesukaan ibunya tanpa meninggalkan jurusan kedokteran. Karena tidak sesuai dengan pilihan hatinya, kuliah tersebut ditempuh selama tujuh tahun. Ajeng nyaris dikeluarkan dari kampusnya.

Ketika prosesi wisuda berlangsung, rambutnya digelung ke atas. Beberapa rambut kecil yang lebih mirip jarum disematkan di banyak sisi untuk menahan gelungan. Sementara poni di bagian depan dibiarkan menjuntai ke kanan. Dia merias sendiri sebagaimana diajarkan ibu (halaman 11).

Ajeng ternyata tidak bangga dengan wisuda ini. Dengan pakaian seperti itu, Ajeng membayangkan berada di atas panggung berhiaskan kayu-kayu ukiran Jepara. Segerombolan pemain gamelan bersiap di sisi panggung lengkap dengan dua pesinden cantik di tengahnya. Ketika lampu panggung diredupkan, gending pun mengalun diawali suara gong dan diikuti instrumen gamelan lain. Ini menyuarakan alunan musik Jawa klasik nan indah.

Kecintaannya pada seni terkadang harus mengorbankan kuliah, tiga tahun sebelum diwisuda. Waktu itu, Ajeng menerima ajakan teman berlatih teater. Ayah murka setelah mendapat kabar bahwa dia membolos kuliah hampir sebulan demi teater itu. Dari situ, Ajeng mengenal seni tari kontemporer yang mengadaptasi gerakan tari modern untuk membangkitkan minat pada kesenian tradisional Indonesia (halaman 90).

Ajeng bukan menari untuk sendiri. Ia mulai membina anak-anak seperti kegiatan mendiang ibu. Profesi dokter bagi Ajeng bukan sesuatu yang bisa dibanggakan. Dia lebih bangga bisa meneruskan profesi mendiang ibu sebagai penari.

Ketika pentas dengan Mbah Bejo, Ajeng tampil secara optimal. Mantra yang dibaca lelaki tua itu menjadikannya berada di alam gaib, hilang kendali. Seluruh tubuh bergerak sendiri tanpa komando. Rasanya ringan seperti melayang. Tenang, seperti tak punya beban. Dia diciptakan bukan untuk dipikirkan (halaman 206).

Novel ini memiliki alur berliku. Kisah Ajeng dalam mempertahankan seni tradisional berakhir happy ending karena ayah berbalik 180 derajat. Maklum, ayahnya akan menikah lagi dengan Aini, pemimpin sanggar tari. Dengan demikian, Ajeng seperti menemukan kembali ibu yang telah lama mangkat.

Novel ini bukan cuma cerita fiktif, tapi budaya yang akan dikenang sepanjang zaman. Kendati usia penulis masih 21, ia mampu mengurai seni tradisional secara detail. (Suhairi Rachmad - sumber: www.koran-jakarta.com)
 
 
 
, Arthasalina (2014), "The Dancer", Mazola, 978-6022-960-22-5: 236 Halaman. 
Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25236869

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit