Flying Traveler; Berburu Momen Anti-Mainstream Cetak E-mail
(1 vote)

Mengeksplorasi Foto Melayang di Berbagai Kesempatan Melancong

Flying Traveler; Berburu Momen Anti-MainstreamDengan latar belakang patung setinggi 40 meter itu, penulis berpose terbang. Tantangannya lebih berat karena ia berlevitasi dengan kostum musim dingin yang tebal dan berat dengan suhu di luar mencapai minus 25 derajat Celsius. Ini sebagai pose paling menantang.

Levitasi dan jalan-jalan digabungkan, jadilah buku Flying Traveler karya Junanto Herdiawan. Buku keempatnya ini muncul setelah Japan Aftershock, Shocking Japan, dan Shocking Korea yang menghadirkan tema berbeda.

Levitasi adalah pose mengambang di udara sehingga seakan-akan terlihat terbang ketika diabadikan dalam foto. Levitasi bukan trik kamera atau hasil olahan aplikasi di komputer. Levitasi dilakukan dengan sebuah gerak fisik yang mengharuskan objek “melayang” secara riil, (hal ix).

Buku penuh warna ini berisi kisah levitasi di hampir 60-an tempat di Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Mongolia, dan Indonesia. Namun, ini bukan perjalanan biasa karena dia berpose terbang di depan tetenger (landmark) negara-negara tersebut. Misalnya, di Tokyo Station, Kastel Nagoya, Tembok Raksasa China, Forbidden City, Seoul City Hall, Sukhbaatar Square, Gandan Monastery Ulaanbaatar, dan Masjid Cheng Ho Surabaya.

Tiap tempat memiliki latar belakang historis. Misalnya, di depan Yasukuni Shrine. Kuil ini terkenal kontroversial karena dipersembahkan bagi dewa perang untuk mengenang para pahlawan Jepang mulai dari perang Boshin pada 1868 hingga Perang Dunia II (hal 13). Bagi Jepang, beberapa nama adalah pahlawan, tapi bagi Tiongkok dan Korea, mereka adalah penjahat perang. Nama-nama yang dicatat dalam kuil ini dianggap sebagai pengakuan Jepang pada imperialisme masa lampau.

Di Tsonjin Boldog, Mongolia, terdapat patung Genghis Khan dengan ukuran raksasa. Patung berbahan baja seberat 250 ton ini dibuat sedang duduk di atas kuda dengan posisi mengarah ke negeri Tiongkok (China). Konon, di sinilah Genghis Khan pertama kali memperoleh wangsit dan kekuatan sebelum pasukannya menguasai dunia, (hal 102).

Dengan latar belakang patung setinggi 40 meter itu, penulis berpose terbang. Tantangannya lebih berat karena ia berlevitasi dengan kostum musim dingin yang tebal dan berat dengan suhu di luar mencapai minus 25 derajat Celsius. Ini sebagai pose paling menantang.

Buku 164 halaman ini tidak hanya menarik dari segi tema, namun juga sarat informasi. Kendati memiliki latar belakang profesional sebagai Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Wilayah IV Jawa Timur, dia meramu kisah-kisah levitasinya dengan gaya bahasa populer. Bahkan dalam beberapa tulisan, dia menyelipkan nilai-nilai filosofis di balik gerakan levitasi.

Levitasi bukan sekadar gaya-gayaan atau hiburan semata. Levitasi yang dikesankan lewat pose melayang bermakna antigravitasi. Melalui levitasi, pembaca diajak keluar dari belenggu rutinitas keseharian yang kadang menjerat. Pelaku levitasi mau tak mau harus berolah fisik seperti pemanasan dulu sebelum meloncat.

Kendati menampilkan foto-foto melayang dengan latar belakang bangunan yang ikonik, diakui bukanlah ahli fotografi. Ia hanya menggunakan fitur continuous shoot yang ada di kamera saku atau aplikasi fast camera di iPhone-nya. Selebihnya, dia kadang harus berkali-kali meloncat di udara sebelum mendapat foto bagus. Tip berlevitasi pun tersemat di bagian akhir.

Secara keseluruhan, antara judul, kover, tata letak, dan isi buku ini saling mendukung. Ini paket lengkap bagi siapa saja yang menyukai fotografi dan jalan-jalan. Bahkan, bisa dibilang, inilah buku pertama di Indonesia yang menggabungkan traveling dan levitasi. (Lalu Abdul Fatah - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

Judul 

: Flying Traveler; Berburu Momen Anti-Mainstream

Penulis

: Junanto Herdiawan

Penerbit 

: B-First

Tahun

: 2014

Genre 

: Fotografi - Levitasi

Tebal

: 152 Halaman 

ISBN

: 978-6028-864-97-8

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
Tidak ada Resensi Genre Terkait

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25230117

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit