Orang Jujur Tidak Sekolah Cetak E-mail
(2 votes)

Idealisme dan Kejujuran yang Tergadaikan

Orang Jujur Tidak SekolahKejujuran harusnya dijunjung tinggi di segala sendi kehidupan, terutama dunia pendidikan. Guru atau pendidik harus selalu menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada siswanya. Mereka diajak untuk bersikap jujur, percaya diri, dan dilarang menyontek. Namun, kejujuran yang selama ini digembar-gemborkan mendadak pudar dan tergadaikan pada saat Ujian Nasional (UN) digelar. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pelaksanaan UN yang selama ini menjadi patokan utama kelulusan siswa sering kali diwarnai kecurangan terstruktur yang dilakukan guru dan sekolah.

Praktik itu ada yang melihat biasa. Siswa atau guru yang menolak ikut malah  dikucilkan. Andri Rizki Putra adalah satu dari sekian juta siswa yang menolak dan memberontak terhadap praktik sontek-menyontek dalam UN. Dia kaget ketika teman-temannya  mendapat  jawaban. Rizki mendadak depresi melihat oknum guru yang  membiarkan kecurangan ini (halaman 39).

Rizki tetap tidak mau diberi sontekan. Dia bertekad  menjawab soal-soal ujian tanpa bantuan. Berapa pun nilai yang akan didapatkan, dia tidak peduli. Dia ingin lapor kepala sekolah, tapi dicegah guru.

Merasa trauma dengan praktik kecurangan yang ditemuinya, Rizki memutuskan untuk menjalani masa SMA dengan homeschooling dan belajar autodidak. Ibunya mendatangi Dinas Pendidikan  untuk mengonsultasikan  homechooling. Ada  homeschooling Komunitas dan  homeschooling Tunggal (halaman 53).

Homeschooling komunitas mirip sekolah karena ada silabus, bahan ajar, kegiatan pokok (olah raga, musik, seni, dan bahasa). Kegiatan belajar mengajar diadakan lebih fleksibel. Model tersebut dapat dilihat pada homeschooling Kak Seto, Dewi Hughes, dan berbagai lembaga homeschooling komunitas lainnya (halaman 52).

Rizki pun resmi menjalani homeschooling tunggal. Dia  bisa menimba ilmu meskipun bukan di sekolah formal. Berbagai upaya dilakukan untuk menyukseskan program ini. Setelah melalui tes, akhirnya Rizki diperbolehkan untuk mengikuti UN Kesetaraan, meskipun baru menempuh pendidikan homeschooling  setahun. Setelah lulus dan mengantongi ijazah Paket C, Rizki masih memiliki rencana  ikut SNMPTN di Universitas Indonesia.

Berbagai cibiran kembali diterimanya dari tetangga dan kerabat dekat. Menurut mereka, ijazah paket C tidak akan bisa dijadikan “tiket masuk” kampus bergengsi tersebut. Tapi, lagi-lagi Andri Rizki membuktikan bahwa dia bisa. Dia pun lulus seleksi dan diterima di Fakultas Hukum UI (halaman 91).

Perjuangan Rizki untuk memperoleh pendidikan patut diacungi jempol. Meskipun terlahir dari keluarga pas-pasan, dia tidak patah semangat untuk bisa mengenyam pendidikan. Apa yang dilakukan Rizki, terutama saat berani mengatakan “tidak” pada ketidakjujuran dan kebohongan terselubung dalam pelaksanaan UN, dengan telak menyentil para pemangku kebijakan pendidikan di negara ini. Menurut Rizki, sehebat apa pun kurikulum yang diterapkan di negara ini, jika nilai-nilai kejujuran tidak ditegakkan, semua akan sia-sia. Ruh pendidikan itu sendiri telah hilang dan kejujuran yang digembar-gemborkan telah tergadaikan oleh sebuah sistem yang tidak baik.

Melalui buku Orang Jujur Tidak Sekolah ini, Rizki berbagi inspirasi dan berusaha membuka pikiran masyarakat tentang bagaimana seharusnya mencari ilmu. Bahwa di mana pun dan kapan pun seseorang bisa belajar. Pendidikan adalah hak semua warga Indonesia. Jadi, mereka berhak untuk mendapatkannya, baik melalui sekolah formal atau nonformal seperti yang digagas Andri saat mendirikan Yayasan Pendidikan Anak Bangsa (YPAB), sebuah lembaga nonformal yang diperuntukkan bagi anak-anak atau masyarakat yang tidak mampu agar tetap bisa mengenyam pendidikan. (Untung Wahyudi - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

Judul 

: Orang Jujur Tidak Sekolah

Penulis

: Andri Rizki Putra

Penerbit 

: Bentang Pustaka

Tahun

: 2014

Genre 

: Novel Fiksi

Tebal

: 276 Halaman 

ISBN

: 978-6022-910-62-6

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Frozen Food Sehat Alami
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL FIKSI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25447789

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit