Rumah Seribu Malaikat Cetak E-mail
(1 vote)

Kerelaan Hati Menyelamatkan Ciptaan Tuhan

Rumah Seribu MalaikatLuar biasa! Itulah kesan yang membekas ketika membaca Rumah Seribu Malaikat. Bagaimana tidak, Yuli hanya seorang guru dan Badawi seorang karyawan sebuah perusahaan swasta. Namun, pasangan suami-istri ini mengangkat lebih dari lima puluh anak. Mereka membesarkan anak-anak angkat dengan tulus dan memperlakukan seperti keempat anak kandungnya, mulai makanan, pakaian, sekolah, dan kesehatan.

Semuanya sama. Ini benar-benar keadilan. Bermula ketika Yuli sedang mengandung anak keempat, terasa sangat berisiko. Saat itu, usianya memasuki empat puluh tahun dan menderita asma akut. Dia bertahan untuk melahirkan bayinya meskipun harus bertaruh nyawa. Ketika berusia 2,5 tahun, anak bungsunya itu terjatuh dari ayunan. Yuli khawatir terjadi sesuatu pada putri bungsunya. Dia langsung membawanya ke dukun bayi untuk dipijat.

Mak Atik, sang dukun bayi tersebut, bercerita ada seorang bayi yang ditinggalkan begitu saja seusai persalinan. Karena iba, juga sebagai wujud rasa syukur atas kesembuhan putrinya, Yuli mengasuh bayi itu. Sejak itu, Mak Atik beberapa kali menawarkan bayi-bayi telantar agar diasuh Yuli. Melihat dedikasi Yuli dalam mengasuh anak angkat, banyak orang memercayakan pengasuhan anak sementara kepadanya. Kini ada belasan. Asal bayi-bayi malang itu bermacam-macam.

Ada sebagai korban pergaulan bebas orang tuanya, korban pemerkosaan, sengaja dibuang, bahkan anak jalanan. Yuli pun dengan senang hati mengasuh tanpa pengharapan apa pun. Suami-istri yang begitu murah hati ini tidak terlepas dari masa lalu yang mereka jalani. Yuli berasal dari keluarga miskin, tetapi ayahnya sangat menjunjung tinggi kejujuran.

"Miskin itu hanya soal waktu. Itu saja. Yang penting kamu tidak miskin akhlak, tidak miskin ilmu, dan tidak miskin iman,” pesan ibunda Yuli (hal. 81). Sedangkan Badawi menjadi anak yatim sejak usia delapan tahun.

Dia sudah terbiasa kerja keras menghidupi adik dan ibunya yang renta. Keempat anak kandung mereka mewarisi kebaikan orang tua. Mereka sama sekali tak iri atas kehadiran saudara-saudara angkatnya. Mereka bahu-membantu membantu orang tua dalam mengasuh adik-adik. Mereka sama sekali tidak keberatan harus terbangun tengah malam untuk membuatkan susu jika salah seorang bayi menangis.

Yuli dan Badawi tidak meminta bantuan kepada siapa pun, tetapi jika ada orang yang membantu dipergunakan sebaik-baiknya untuk keperluan anak-anak angkat. Dia sama sekali tidak khawatir rezekinya berkurang. Tuhan pasti mencukupkan segala kebutuhan hamba-Nya. Yuli kadang dilanda kelelahan. Tetapi melihat anak-anak yang masih balita, lelah itu lenyap seketika. Dia menguatkan hatinya, “Masih ada anak-anak yang membutuhkan uluran tanganku untuk kuraih dan kubawa ke dada untuk kupeluk. Mereka membuat semangatku kembali bangkit untuk memberikan kasih yang seharusnya mereka dapatkan” (hal. 291).

Yuli-Badawi bertutur dengan sederhana. Keduanya menjadi pancaran kehidupan keluarganya yang santun dan rendah hati. Meski alur cerita kurang begitu sistematis, banyak nilai kehidupan yang diteladankan Yuli dan Badawi yang mampu membuat pembaca terkesima, merinding, bahkan menitikkan air mata. Buku ini memotivasi pembaca untuk selalu bersyukur dan melecut berlomba-lomba menabur kebaikan sehingga hidup menjadi lebih bermakna. (Mia Cisadani - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

Judul 

: Rumah Seribu Malaikat

Penulis

: Yuli Badawi dan Hermawan Aksan

Penerbit 

: Noura Books

Tahun

: 2014

Genre 

: Memoar

Tebal

: 414 Halaman 

ISBN

: 978-6021-306-48-2

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MEMOAR

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25229962

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit