CTL; Contextual Teaching & Learning Cetak E-mail
(1 vote)
Menjadikan Proses Belajar Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna

CTL; Contextual Teaching & LearningSetelah dibekukannya kurikulum 2013 oleh Menteri Pendidikan, dunia pendidikan Indonesia bisa dikatakan “limbung”. Namun bagaimana pun itu kewenangan beliau. Insan pendidikan Indonesia hanya bisa berharap proses “revisi” kurikulum 2013 bisa segera selesai dengan menghasilkan kurikulum 2013 versi baru yang lebih baik, yakni sebuah konsep pendidikan yang lebih memanusiakan manusia. Dan salah satu konsep yang diharapkan akan bisa terakomodir dalam kurikulum 2013 “edisi revisi” nantinya adalah konsep Pembelajaran dan Pengajaran Kontekstual (CTL, Contextual Teaching and Learning).

Meski pun CTL adalah topik hangat dalam dunia pendidikan saat ini, anehnya sejauh ini belum ada panduan yang menyeluruh mengenai CTL yang menjelaskan secara tepat apa CTL dan mengapa konsep ini berhasil. Tujuan buku ini untuk memberi panduan semacam itu. Perlu diketahui bahwa CTL adalah sebuah sistem belajar yang didasarkan pada filosofi bahwa siswa mampu menyerap pelajaran apabila mereka menangkap makna dalam materi akademik yang mereka terima, dan mereka menangkap makna tugas-tugas sekolah jika mereka bisa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya. CTL adalah sistem yang menyeluruh. Buku ini mendedah dasar-dasar filosofi tersebut dari berbagai sudut pandang, seperti ilmu psikologi dan saraf.  

CTL bisa dikatakan merupakan pendekatan yang berbeda, melakukan lebih daripada sekedar menuntun para siswa dalam menggabungkan subjek-subjek akademik dengan konteks keadaan mereka sediri. CTL juga melibatkan para siswa dalam mencari makna “konteks” itu sendiri. Dan, sistem CTL bisa berhasil karena sistem ini meminta siswa untuk bertindak dengan cara alami. Cara itu sesuai dengan fungsi otak, psikologi dasar manusia, dan tiga prinsip alam semesta yang ditemukan oleh fisikawan dan ahli biologi modern. Prinsip-prinsip tersebut adalah kesaling-ketergantungan, diferensiasi, dan pengaturan-diri sendiri (hal. 62-66).   

Prinsip kesaling-ketergantungan ada di segala hal sehingga memungkinkan siswa membuat hubungan yang bermakna. Pemikiran kritis dan kreatif menjadi mungkin. Dengan bekerjasama, para siswa terbantu dalam menemukan persoalan, merancang rencana dan mencari pemecahan masalah. Bekerjasama akan membantu mereka mengetahui bahwa saling mendengarkan akan menuntun pada keberhasilan.

Kata diferensiasi merujuk pada dorongan terus menerus dari alam untuk mengasilkan keragaman tak terbatas. Prinsip ini menyumbangkan kreatifitas indah yang berdetak di seluruh alam semesta. Dan, seandainya diferensiasi menghilang, maka pikiran dan perasaan kita sama. Musik akan menjadi sama, pelukis akan menggambar obyek sama, penyair akan menggunakan gambaran yang sama. Kesamaan akan membuat hidup menjadi datar dan gersang. Dengan menerapkan prinsip diferensiasi pada pendidikan guru akan melihat bahwa setiap siswa memiliki kreatifitas dan keunikan yang berbeda-beda yang memungkinkan mereka bekerja sama. Sementara prinsip pengaturan-diri sendiri meminta para pendidik untuk mendorong siswa agar mengeluarkan seluruh potensinya (hal.73-81). 

Untuk memperkuat otak anak, guru harus mengajak otak tersebut untuk membangun berbagai kaitan. Ketika murid sudah mampu mengaitkan isi dari materi pelajaran akademik dengan pengalaman mereka sendiri, mereka menemukan makna, dan memberi alasan mereka belajar. Ada banyak metode efektif untuk menyatukan isi akademik dengan pengalaman pribadi, namun bisa dikatakan pengaitan yang paling ampuh adalah pengaitan yang mengundang siswa untuk membuat pilihan, menerima tanggung jawab, dan memberi hasil yang penting bagi orang lain (hal. 100)

Pola pembelajaran di atas itu yang disebut “pembelajaran mandiri” dimana  siswa diajak mengaitkan tugas sekolah dengan kehidupan sehari-hari. Pola pembelajaran ini merupakan antitesis dari apa yang tengah berlangsung di sekolah-sekolah era industri yang dibangun mirip pabrik (hal. 151). Dengan pola ini, siswa dilibatkan dalam tindakan-tindakan yang meliputi beberapa langkah, dan menghasilkan, baik yang tampak maupun yang tidak tampak (hal. 171)

Secara ringkas, pada sistem Pengajaran dan Pembelajaran Kontekstual seorang guru selayaknya mampu memandang bahwa tiap siswa adalah individu yang unik. Sehingga tugas seorang guru adalah mendorong mereka siswa untuk selalu bersikap kritis dan kreatif dan mengembangkan kecerdasan mereka serta mengeluarkan bakat yang terpendam di dalam diri mereka. CTL merupakan sebuah konsep pengajaran dan pembelajaran yang sangat manusiawi. (Moh. Romadlon)

 

 

Judul 

: CTL; Contextual Teaching & Learning

Penulis

: laine B. Johnson, Ph.D

Penerbit 

: Kaifa Learning

Tahun

: 2014

Genre 

: Pendidikan

Tebal

: 352 Halaman 

ISBN

: 978-6028-994-93-4

 


 

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
PENDIDIKAN

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25236805

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit