Aku Cinta Indonesia Cetak E-mail
(1 vote)

Kisah Warga Asing yang Mengabdi untuk Indonesia

Aku Cinta IndonesiaSikap dan perilaku mencintai negeri ini ternyata juga dilakukan oleh orang asing. Buku ini mengungkap sosok mereka yang mendedikasikan hidupnya untuk Indonesia.

Dedikasi mereka seolah-olah menyindir kita yang kurang peduli dengan negeri ini. Andre Graff yang asli Prancis misalnya. Ketika mengunjungi beberapa pulau di NTT, dia menyaksikan permasalahan air bersih dihadapi masyarakat.

Dia pun memutuskan singgah di Sabu Raijua pada Juni 2005. Graff memahami bahwa masyarakat tak memiliki kecakapan membangun sumur. Dengan keahlian dan pengetahuannya, Graff mengajarkan penduduk mencari air, menggali, dan membuat gorong-gorong yang berkualitas.

Dalam rentang tahun 2005–2007, 25 sumur bagi 1.250 keluarga berhasil dibangun. Berkat sumur itu, masyarakat dapat menanam sayur, sagu, buah, dan umbi-umbian di sekitar rumah mereka. Pada akhir 2007, Graff pindah ke Lamboya, Sumba Barat. Sampai tahun 2011, dia, dengan memberdayakan pemuda, berhasil membangun 35 sumur.

Graff juga membangun pompa bertenaga surya untuk mengaliri air ke rumah-rumah penduduk. Masyarakat di sana menyapanya dengan “Amaenudu”, artinya orang yang baik hati (halaman 11–16).

Kepedulian Annette Horschman yang berkebangsaan Jerman patut pula diapresiasi. Saat berkunjung ke Danau Toba, dia terganggu dengan kotoran yang berserakan. Dia melakukan aksi bersih danau secara sukarela dari sampah dan enceng gondok yang keberadaannya telah merusak danau.

Sementara masyarakat setempat yang tinggal di daerah itu, bahkan dilahirkan di tempat itu pula, apatis. Annette pun menyadarkan warga sekitar untuk menjaga kebersihan danau. Dia juga mempromosikan Danau Toba dan keindahan alamnya lewat foto dan video (halaman 23–27).

Laki-laki kelahiran Selandia Baru, Gavin Birch, yang dibesarkan di Perth, Australia, juga menaruh kepedulian menjaga kebersihan Pantai Senggigi, Lombok.

Dengan sukarela, dia bergumul dengan sampah dan seolah-olah ingin menyadarkan warga setempat agar menjaga keindahan alam. Dengan memutuskan menetap di Lombok, dia setiap hari mendaur ulang daun kering dengan menggunakan mesin rakitan sendiri dan memproduksi rata-rata satu ton pupuk kompos setiap bulan. Ketika ditanya sampai kapan, dia menjawab, “Sampai semua orang mau diajak hidup bersih dan sehat.”

Dikisahkan juga sosok Chaim Fetter dari Belanda yang membentuk Yayasan Peduli Anak (YPA) untuk memperjuangkan hak anak-anak jalanan, anak telantar, dan anak kurang mampu di Lombok, NTB. Awalnya, saat berkunjung, dia tergugah hatinya melihat anak-anak berkeliaran pada jam sekolah.

Menurut penelitiannya, penanganan anak-anak jalanan di Lombok relatif kurang. YPA membekali anak-anak dengan kecakapan hidup dan menyelenggarakan pendidikan nonformal (halaman 46–51). Kepedulian pada Indonesia juga ditunjukkan Zorico Duboska. Perempuan berkebangsaan Ceska ini mendedikasikan hidupnya untuk mempopulerkan kesenian dan sastra Indonesia di dunia internasional.

Selain menjadi pengajar bahasa Indonesia di sejumlah universitas, dia menerjemahkan berbagai buku berbahasa Sansekerta dan Indonesia. Selain itu, ada Elizabeth D Inandiak dari Prancis yang mempopulerkan kesusastraan Jawa di kancah dunia.

Hal serupa dilakukan Karen Elizabeth dari Amerika Serikat yang giat mempulerkan kesenian Jawa. Ada pula Rucina Ballinger yang mencintai seni tari Bali dan Matthew Isaac Cohen dari Amerika Serikat yang memperkenalkan kesenian Indonesia dengan menjadi dalang.

Ada 31 warga negara asing dikisahkan dalam buku ini dengan pengabdiannya masing-masing untuk Indonesia. Kisah mereka memberikan motivasi untuk mencintai Indonesia dengan perbuatan nyata. (Hendra Sugiantoro - sumber: www.koran-jakarta.com)

 

 

Judul 

: Aku Cinta Indonesia

Penulis

: Prima Kharismanita

Penerbit 

: Palapa

Tahun

: 2014

Genre 

: Sosial & Politik

Tebal

: 172 Halaman 

ISBN

: 978-6022-556-93-0

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
SOSIAL & POLITIK

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25203311

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit