Sudah Nikah, Kok Tetap Miskin? Cetak E-mail
(1 vote)

Ketika Pernikahan Tak Berbuah Kebahagiaan

Sudah Nikah, Kok Tetap Miskin?Pernikahan merupakan sebuah peristiwa sakral. Allah telah menjanjikan pahala sangat besar dan menjamin kesejahteraan dan kebahagian bagi para pelakunya. Pasca pernikahan pintu-pintu rezeki pun terbuka lebar. Lantas, mengapa masih banyak orang-orang yang sudah menikah tetapi tidak bahagia, sengsara, dan tetap miskin. Tentu bukan Allah yang ingkar atas janji-Nya, namun karena ada celah salah dalam pernikahan tersebut, entah niat, cara, maupun tujuannya. Nah, buku ini mencoba mendedah kesalahan-kesalahan tersebut lalu membenahinya agar pernikahan kembali membuahkan sebuah kebahagiaan.

Secara garis besar, kesalahan-kesalahan itu bisa digolongkan menjadi dua, yakni kesalahan-kesalahan sebelum dan sesudah menikah. Kesalahan sebelum menikah salah satunya adalah kesalahan dalam niat. Semua amal perbuatan tergantung niatnya, termasuk menikah. Proses dan buahnya nikah sangat erat hubunganya dengan niatnya. Meski pun dibalik pernikahan mengandung banyak motif, tapi bila semua itu mengarah pada satu titik, yakni Allah SWT, maka lika-liku kehidupan akan bisa dilalui dengan baik dan berakhir dengan sebuah kebahagiaan.

Tekait niat, teladan terbaik bagi umat Islam adalah niat Nabi Muhammad ketika menerima pinangan Dewi Khadijah. Saat mereka memutuskan menikah tidak ada sedikit pun kepentingan “duniawi”. Niat mereka tak lain dan tak bukan adalah karena Allah. Karena itu, atas ridha Allah, pernikahan Khadijah dan Muhammad merupakan pernikahan teristimewa sepanjang sejarah. (hal. 35)

Kesalahan lainya adalah kesalahan memilih pasangan. Rasululah telah mengajarkan pada kita, umatnya beberapa kriteria penting dalam memilih pasangan. Beliau mengingatkan bahwa biasanya ada empat hal pokok yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pasangan, yakni harta, nasab, kecantikan, dan agama. Bila keempat kriteria itu terdapat pada calon pasangan, maka tak ada alasan untuk tidak menikahinya. Namun bila tidak ada, maka utamakan agamanya. Sebab, menikahi pasangan yang tidak beragama, walaupun sekaya, secantik, dan sebaik apa pun nasabnya, niscaya pernikannya tidak akan membuahkan kebahagian dan kesejahteraan (hal. 50).

Kesalahan pasca menikah berikutnya adalah masalah restu. Memang tampak sepele, tapi dalam realita restu orang tua sangat menentukan kebahagian pernikan seseorang. Sudah banyak kasus mereka yang menikah tanpa restu mengalami kesulitan, bahkan kegagalan (hal. 76). Pergaulan bebas dan salah dalam prosedur pernikahan juga merupakan bentuk kesalahan pasca pernikahan yang mesti dicermati karena berpengaruh terhadap terbukanya pintu rezeki. Bila semua itu dibiarkan, kesejahteraan dan kebahagian pun sulit diharapkan.

Sedangkan kesalahan setelah menikah salah satunya lalai terhadap kewajibannya yang menjadi hak-hak sang pasangan. Baik laki-laki maupun perempuan setelah terikat dalam jalinan pernikahan masing-masing memiliki hak dan kewajiban yang harus ditunaikan secara seimbang. Tak bisa hanya menuntut hak tanpa mau memenuhi kewajibannya. Hak-hak istri misalnya adalah mendapat perlakuan yang makruf, dijaga lahir dan batin, mendapatkan keadilan, dan mendapatkan mahar penuh serta nafkan secara lahir dan batin.  Sementara hak suami misalnya dihormati dan ditaati dan mendapatkan pelayanan lahir batin. Bila hal-hal itu diabaikan oleh pasangan, maka keberkahan rezeki akan lenyap dan kesejahteraan hidup tak akan lagi tampak.   

Tidak tawakal juga merupakan kesalahan lain yang “menyumbang” terhadap tertutupnya pintu rezeki. Untuk mendatangkan keberlimpahan rezeki memang dibutuhkan kerja keras, tapi itu saja tidak cukup! Sebab, segalanya ada yang menentukan, yaitu Allah SWT. Oleh karena itu, setiap pasangan harus menyadari hal ini. Mereka harus memahami, dibalik usaha keras harus ada sikap tawakal yang selaras dan benar, yakni mengembalikan segalanya pada kekuasaan Allah semata (hal.125-130).

Selain tidak bertawakal, kikir juga kesalahan yang mesti segera disingkirkan karena memiliki andil besar terhadap hilangnya kesejahteraan sepasang suami istri. Sepintas, sifat kikir membuat harta kita menjadi mudah terkumpul, tidak dikeluarkan untuk hal-hal di luar kebutuhan pokok. Kenyataanya, dengan “mengengam harta kuat-kuat” tidak akan mempercepat lipatan harta tapi malah akan mempersempit dada. Akibatnya, sebanyak apa pun harta yang ada akan terasa sedikit dan ujung-ujungnya timbulnya beragam petaka (hal.162-168).

Pernikahan sebagai sebuah ibadah tentu sarat hikmah, salah satunya dimudahkannya jalan rezeki. Dan, buku ini akan membantu pembaca memetik hikmah nikah tersebut! (Moh. Romadlon)

 

 

Judul 

: Sudah Nikah, Kok Tetap Miskin?

Penulis

: Azizah Hefni

Penerbit 

: DIVA Press

Tahun

: 2014

Genre 

: Islam - Pernikahan

Tebal

: 222 Halaman 

ISBN

: 978-979-296-037-9

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Tebar Manfaat - Ikatan Alumni SAP KIT
 Program Santunan Anak Yatim di VILA QUR`AN FATHUL MUBIIN BANDUNG (*)

Donasi bisa disalurkan melalui rekening:

Bank SYARIAH MANDIRI ( 7111-8856-77 )

a/n: Ghani Hikmawan

(*acara pada tanggal 09 Desember 2017)

***

konfirmasi donasi ke: 3543be3679047cc27c67d19a6e7d8e19

Beibiiyku Online Shop
Sponsor
Resensi Genre Terkait
ISLAM - PERNIKAHAN

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Dare To Make Mistakes; Kreatif Berinovasi dan Bera...
Bagus ini ...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 25203364

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit